Begini Situasi di China usai Wabah Virus HMPV Melanda
Rabu, 08 Januari 2025 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Data mingguan CDC menunjukkan insiden HMPV naik 0,1 poin persentase menjadi 6,2 persen dari total kasus penyakit pernapasan akut. Meski terdapat tanda-tanda peningkatan kewaspadaan publik, seperti lebih banyaknya penggunaan masker di transportasi umum, rumah sakit di Beijing masih beroperasi dengan normal tanpa antrean panjang.
Konsultasi medis juga tetap dapat dilakukan pada hari yang sama, menandakan bahwa fasilitas kesehatan belum kewalahan menghadapi lonjakan ini. Di sisi lain, HMPV pertama kali ditemukan pada 2001 dan telah menyebar di seluruh dunia.
Virus ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Penyebarannya mirip dengan influenza, melalui tetesan cairan dari batuk atau bersin, kontak langsung, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
Baca Juga: Influenza A dan HMPV Mewabah di China, Pasien RS Membeludak
Musim dingin dan musim semi adalah periode puncak penyebaran HMPV. Para ahli, termasuk Dr. Soumya Swaminathan, mantan kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan untuk tetap tenang dan mengambil tindakan pencegahan dasar, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari keramaian.
"Daripada terburu-buru mendeteksi setiap patogen, sebaiknya kita semua mengambil tindakan pencegahan normal saat terserang flu. Memakai masker, mencuci tangan, menghindari keramaian, berkonsultasi dengan dokter jika (ada) gejala berat," kata Soumya.
Sebagian besar infeksi HMPV bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Peningkatan kasus yang dilaporkan di China tidak berbeda jauh dari pola musiman yang biasa terjadi.
Konsultasi medis juga tetap dapat dilakukan pada hari yang sama, menandakan bahwa fasilitas kesehatan belum kewalahan menghadapi lonjakan ini. Di sisi lain, HMPV pertama kali ditemukan pada 2001 dan telah menyebar di seluruh dunia.
Virus ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Penyebarannya mirip dengan influenza, melalui tetesan cairan dari batuk atau bersin, kontak langsung, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
Baca Juga: Influenza A dan HMPV Mewabah di China, Pasien RS Membeludak
Musim dingin dan musim semi adalah periode puncak penyebaran HMPV. Para ahli, termasuk Dr. Soumya Swaminathan, mantan kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan untuk tetap tenang dan mengambil tindakan pencegahan dasar, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari keramaian.
"Daripada terburu-buru mendeteksi setiap patogen, sebaiknya kita semua mengambil tindakan pencegahan normal saat terserang flu. Memakai masker, mencuci tangan, menghindari keramaian, berkonsultasi dengan dokter jika (ada) gejala berat," kata Soumya.
Sebagian besar infeksi HMPV bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Peningkatan kasus yang dilaporkan di China tidak berbeda jauh dari pola musiman yang biasa terjadi.
Lihat Juga :