Robby Purba & Mbak Endah Bahas Kecocokan Pasangan Berdasarkan Tanggal Lahir
Jum'at, 24 Januari 2025 - 11:40 WIB
loading...
Dalam episode terbaru segmen Bisikan Gaib, Robby Purba mengajak penonton menyelami dunia numerologi bersama Mbak Endah, seorang konsultan life code method. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Dalam episode terbaru segmen Bisikan Gaib, Robby Purba mengajak penonton untuk menyelami dunia numerologi bersama Mbak Endah, seorang konsultan life code method yang dikenal ahli dalam membaca kecocokan pasangan berdasarkan tanggal lahir. Episode ini secara khusus ditujukan bagi pasangan suami istri yang merasa rumah tangga mereka sedang tidak harmonis.
Mbak Endah menjelaskan bahwa ketidakcocokan dalam rumah tangga tidak selalu berkaitan dengan faktor eksternal seperti ilmu hitam atau kehadiran orang ketiga. Sebaliknya, tanggal lahir pasangan dapat memainkan peran penting dalam menciptakan harmoni atau konflik.
Ia mengungkapkan bahwa dalam numerologi, terdapat tiga jenis frekuensi yang terjadi di antara pasangan, yaitu: frekuensi yang cocok, tidak ada frekuensi, dan frekuensi berlebih. Menurutnya, pasangan dengan frekuensi berlebih justru lebih rentan mengalami konflik dibandingkan dengan pasangan yang tidak memiliki satu frekuensi.
Baca Juga: Robby Purba Mampir ke Warung Ayah Ojak: Kisah Inspiratif Orang Tua Ayu Ting Ting
"Banyak pasangan yang tidak sadar bahwa kecocokan mereka bisa diperbaiki dengan memahami frekuensi dan menerapkan bahasa cinta yang tepat," ujar Mbak Endah. Ia menambahkan bahwa bahasa cinta seperti sentuhan fisik, kata-kata afirmasi, dan waktu berkualitas dapat membantu menyatukan pasangan meski frekuensi mereka berbeda.
Mbak Endah menjelaskan bahwa ketidakcocokan dalam rumah tangga tidak selalu berkaitan dengan faktor eksternal seperti ilmu hitam atau kehadiran orang ketiga. Sebaliknya, tanggal lahir pasangan dapat memainkan peran penting dalam menciptakan harmoni atau konflik.
Ia mengungkapkan bahwa dalam numerologi, terdapat tiga jenis frekuensi yang terjadi di antara pasangan, yaitu: frekuensi yang cocok, tidak ada frekuensi, dan frekuensi berlebih. Menurutnya, pasangan dengan frekuensi berlebih justru lebih rentan mengalami konflik dibandingkan dengan pasangan yang tidak memiliki satu frekuensi.
Baca Juga: Robby Purba Mampir ke Warung Ayah Ojak: Kisah Inspiratif Orang Tua Ayu Ting Ting
"Banyak pasangan yang tidak sadar bahwa kecocokan mereka bisa diperbaiki dengan memahami frekuensi dan menerapkan bahasa cinta yang tepat," ujar Mbak Endah. Ia menambahkan bahwa bahasa cinta seperti sentuhan fisik, kata-kata afirmasi, dan waktu berkualitas dapat membantu menyatukan pasangan meski frekuensi mereka berbeda.
Lihat Juga :