Film Lagu Cinta Untuk Mama, Kisah Pengorbanan Seorang Ibu untuk si Buah Hati
Sabtu, 25 Januari 2025 - 21:03 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Film baru bergenre drama keluarga dengan judul Lagu Cinta Untuk Mama, dijadwalkan tayang pada 29 Januari. Film ini mengangkat kisah perjuangan seorang ibu yang rela berkorban demi anaknya yang mengambil latar keindahan pulau Bali.
Eksekutif Produser dan Penulis film Lagu Cinta untuk Mama (LCUM), Peter Taslim, mengungkapkan bahwa ibu adalah sosok manusia terkuat sekaligus penyayang yang rela mengorbankan nyawanya demi sang buah hati. Oleh sebab itulah, lewat film LCUM, ia ingin menunjukkan penghargaan khusus bagi para ibu di seluruh dunia.
“Film ini ditulis dan dibuat bertujuan untuk menghargai ibu di indonesia, karna manusia terkuat itu adalah wanita, yaitu ibu kita di mana beliau berjuang dengan nyawanya sejak awal di kandungan hingga melahirkan. Cinta ibu sudah ada sejak kta dalam kandungan," ucap Peter Taslim.
Film LCUM mengisahkan tentang seorang wanita dengan latar belakang budaya Bali. Selain menampilkan keindahan adat dan alam Bali, layar lebar yang diproduseri oleh Kevin J Permana, ini juga memiliki banyak pesan positif pada alur ceritanya.
Menjalani proses syuting sekitar 15 hari di Bali, LCUM sempat mengalami beberapa kendala khususnya terkait lokasi pengambilan gambar. Pihak rumah produksi harus menemui kepala-kepala adat setempat untuk memperoleh izin melakukan syuting di lokasi yang diinginkan.
“Selain soal izin sempat salah satu aktor kami Jenny Zhang mengalami kecelakaan sewaktu shooting film LCUM," tutur Peter.
Peter yang dikenal sebagai atlet nasional Judo, tentunya punya tantangan lebih lantaran menjalani debutnya menjabat sebagai Eksekutif Produser dan Penulis sekaligus di satu film.
Akan tetapi, dia menjalaninya dengan antusias karena rasa cintanya terhadap industri layar lebar nasional yang tentunya menjadi hal baru baginya, karena sejak penulisan cerita film ini sangat sangat menyita waktu saya hingga harus bergadang sampai pagi.
“Dahulu background saya atlet judo nasional tapi saya menyukai perfilman dan saya melihat banyak film-film lokal. Menurut saya jarang sekali layar lebar edukasi keluarga, jadi saya berusaha untuk membuat film ini semoga bisa diterima di tanah air oleh para insan pencinta film Indonesia," tuturnya.
Penyanyi Raissa Anggiani yang berperan sebagai Kayla yang beranjak dewasa mengaku keluar dari zona nyaman. Baginya, akting adalah hal baru. "Akting itu ternyata susah,”ucapnya.
Sebelum syuting dilakukan, Raissa Anggiani rutin belajar akting bersama acting coach. "Memainkan karakter orang lain itu tidak mudah," ucap penyanyi yang kini berusia 20 tahun tersebut.
Meski tidak mudah, Raissa tertantang ketika bermain film. "Bernyanyi dan akting itu punya ruang nyaman masing-masing," kata Raissa Anggiani. Setelah syuting film, Raissa Anggiani kini mulai menyiapkan album solo terbarunya.”Tahun ini tetap fokus bernyanyi," ucap Raissa Anggiani.
Film ini sendiri berkisah mengenai Krisna (Rizky Hanggono) pemuda dari keluarga kaya yang baru pulang dari sekolah luar negeri jatuh cinta pada pandang pertama saat melihat seorang INDIRA (Jenny Zhang) penyanyi di cafe milik keluarganya.
Cinta Krisna disambut Indira, mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan pacaran backstreet karena hubungan mereka ditentang oleh ibu Gayatri (Ayu Laksmi) dan berusaha menjauhkan Krisna dari Indira dengan mengirimnya ke korea.
Krisna bahagia ketika mengetahui jika Indira mengandung buah cinta mereka, tapi kehamilan Indira diketahui oleh Gayatri dan memaksa Indira Untuk menggugurkan kandungan karena Gayatri tidak mau jika keluarga besar dan relasi bisnis tahu jika Cucu mereka lahir dari kandungan seorang penyanyi Cafe.
Film yang menghadirkan sederet pemain yakni Jenny Zhang, Rizky Hanggono, Afsheena Zerina, Ayu Laksmi, Raissa Anggiani, Niluh Djelantik, Namira, Rani Someng ini akan tayang mulai 29 Januari 2025.
Eksekutif Produser dan Penulis film Lagu Cinta untuk Mama (LCUM), Peter Taslim, mengungkapkan bahwa ibu adalah sosok manusia terkuat sekaligus penyayang yang rela mengorbankan nyawanya demi sang buah hati. Oleh sebab itulah, lewat film LCUM, ia ingin menunjukkan penghargaan khusus bagi para ibu di seluruh dunia.
“Film ini ditulis dan dibuat bertujuan untuk menghargai ibu di indonesia, karna manusia terkuat itu adalah wanita, yaitu ibu kita di mana beliau berjuang dengan nyawanya sejak awal di kandungan hingga melahirkan. Cinta ibu sudah ada sejak kta dalam kandungan," ucap Peter Taslim.
Film LCUM mengisahkan tentang seorang wanita dengan latar belakang budaya Bali. Selain menampilkan keindahan adat dan alam Bali, layar lebar yang diproduseri oleh Kevin J Permana, ini juga memiliki banyak pesan positif pada alur ceritanya.
Menjalani proses syuting sekitar 15 hari di Bali, LCUM sempat mengalami beberapa kendala khususnya terkait lokasi pengambilan gambar. Pihak rumah produksi harus menemui kepala-kepala adat setempat untuk memperoleh izin melakukan syuting di lokasi yang diinginkan.
“Selain soal izin sempat salah satu aktor kami Jenny Zhang mengalami kecelakaan sewaktu shooting film LCUM," tutur Peter.
Peter yang dikenal sebagai atlet nasional Judo, tentunya punya tantangan lebih lantaran menjalani debutnya menjabat sebagai Eksekutif Produser dan Penulis sekaligus di satu film.
Akan tetapi, dia menjalaninya dengan antusias karena rasa cintanya terhadap industri layar lebar nasional yang tentunya menjadi hal baru baginya, karena sejak penulisan cerita film ini sangat sangat menyita waktu saya hingga harus bergadang sampai pagi.
“Dahulu background saya atlet judo nasional tapi saya menyukai perfilman dan saya melihat banyak film-film lokal. Menurut saya jarang sekali layar lebar edukasi keluarga, jadi saya berusaha untuk membuat film ini semoga bisa diterima di tanah air oleh para insan pencinta film Indonesia," tuturnya.
Penyanyi Raissa Anggiani yang berperan sebagai Kayla yang beranjak dewasa mengaku keluar dari zona nyaman. Baginya, akting adalah hal baru. "Akting itu ternyata susah,”ucapnya.
Sebelum syuting dilakukan, Raissa Anggiani rutin belajar akting bersama acting coach. "Memainkan karakter orang lain itu tidak mudah," ucap penyanyi yang kini berusia 20 tahun tersebut.
Meski tidak mudah, Raissa tertantang ketika bermain film. "Bernyanyi dan akting itu punya ruang nyaman masing-masing," kata Raissa Anggiani. Setelah syuting film, Raissa Anggiani kini mulai menyiapkan album solo terbarunya.”Tahun ini tetap fokus bernyanyi," ucap Raissa Anggiani.
Film ini sendiri berkisah mengenai Krisna (Rizky Hanggono) pemuda dari keluarga kaya yang baru pulang dari sekolah luar negeri jatuh cinta pada pandang pertama saat melihat seorang INDIRA (Jenny Zhang) penyanyi di cafe milik keluarganya.
Cinta Krisna disambut Indira, mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan pacaran backstreet karena hubungan mereka ditentang oleh ibu Gayatri (Ayu Laksmi) dan berusaha menjauhkan Krisna dari Indira dengan mengirimnya ke korea.
Krisna bahagia ketika mengetahui jika Indira mengandung buah cinta mereka, tapi kehamilan Indira diketahui oleh Gayatri dan memaksa Indira Untuk menggugurkan kandungan karena Gayatri tidak mau jika keluarga besar dan relasi bisnis tahu jika Cucu mereka lahir dari kandungan seorang penyanyi Cafe.
Film yang menghadirkan sederet pemain yakni Jenny Zhang, Rizky Hanggono, Afsheena Zerina, Ayu Laksmi, Raissa Anggiani, Niluh Djelantik, Namira, Rani Someng ini akan tayang mulai 29 Januari 2025.
(tar)
Lihat Juga :