Bill Gates Ungkap Kemungkinan Mengidap Neurodivergen sejak Kecil
Jum'at, 31 Januari 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Mantan suami Melinda ini juga mengabaikan isyarat sosial, dan terkadang bersikap kasar tanpa menyadari dampaknya pada orang lain. Namun, ia juga menekankan bagaimana kombinasi dukungan dan tekanan dari orang tuanya, Bill dan Mary Gates, memungkinkannya tumbuh secara emosional serta belajar untuk berinteraksi dengan orang lain.
“Orang tua saya tidak memiliki panduan atau buku teks untuk membantu mereka memahami mengapa putra mereka menjadi begitu terobsesi dengan proyek tertentu,” jelasnya.
Fenomena neurodivergen ini juga dihubungkan dengan kesuksesan sejumlah tokoh terkenal lainnya. Elon Musk, pendiri Tesla, pada 2021 mengakui bahwa ia mengidap sindrom Asperger saat tampil dalam acara Saturday Night Live. Richard Branson, pendiri Virgin Group, juga telah menyatakan bahwa neurodivergensinya berkontribusi pada keberhasilan kariernya.
Baca Juga: Bill Gates Menyesal Bercerai dengan Melinda, Akui Kesalahan Terbesar dalam Hidupnya
Maria Marcos, seorang psikolog dari Prado Psicologos, menjelaskan bahwa neurodivergen mengacu pada perbedaan dalam pemrosesan kognitif atau fungsi neurologis yang menyimpang dari norma atau neurotipikal.
Jenis neurodivergen mencakup spektrum autisme, gangguan defisit perhatian dengan atau tanpa hiperaktivitas (ADHD), disleksia, diskalkulia, kemampuan tinggi, atau gangguan pemrosesan sensorik.
“Orang tua saya tidak memiliki panduan atau buku teks untuk membantu mereka memahami mengapa putra mereka menjadi begitu terobsesi dengan proyek tertentu,” jelasnya.
Fenomena neurodivergen ini juga dihubungkan dengan kesuksesan sejumlah tokoh terkenal lainnya. Elon Musk, pendiri Tesla, pada 2021 mengakui bahwa ia mengidap sindrom Asperger saat tampil dalam acara Saturday Night Live. Richard Branson, pendiri Virgin Group, juga telah menyatakan bahwa neurodivergensinya berkontribusi pada keberhasilan kariernya.
Baca Juga: Bill Gates Menyesal Bercerai dengan Melinda, Akui Kesalahan Terbesar dalam Hidupnya
Maria Marcos, seorang psikolog dari Prado Psicologos, menjelaskan bahwa neurodivergen mengacu pada perbedaan dalam pemrosesan kognitif atau fungsi neurologis yang menyimpang dari norma atau neurotipikal.
Jenis neurodivergen mencakup spektrum autisme, gangguan defisit perhatian dengan atau tanpa hiperaktivitas (ADHD), disleksia, diskalkulia, kemampuan tinggi, atau gangguan pemrosesan sensorik.
Ciri-ciri Orang dengan Neurodivergen
Lihat Juga :