Desainer Adinda Moeda Pamerkan Tenun Futus Pelangi dari TTS di Belanda
Senin, 03 Februari 2025 - 10:52 WIB
loading...
Desaigner asal NTT, Adinda Moeda memperlihatkan Wastra Nusantara Fashion Show di Jaarbeurs, Belanda. Foto/ instagram
A
A
A
JAKARTA – Desaigner asal NTT, Adinda Moeda memperlihatkan keindahan Indonesia lewat Wastra Nusantara Fashion Show bertitel ‘Discovering The Magnificience of Indonesia’ di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda pada akhir 2024 lalu.
Pada momen ini, Adinda mengangkat keindahan Tenun Futus Pelangi dari Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), yang saat ini banyak menarik perhatian karena corak dan warnanya yang unik.
Rangkaian helaian benang- benangnya yang menjadikan motif yang sangat indah dan penuh makna, membuat wanita yang sudah kerap tampil di sejumlah ajang Fashion show sejak 2017 mulai dari ‘New York Couture’, Tokyo Fashion Show, Milan Fashion Week, Vietnam International Fashion Expo, Venezuela Fashion Show, Panama City Fashion Show hingga Kingston Jamaica Fashion Show (Mei 2024) ini merasa terharu lantaran karya-karyanya ditampilkan sejumlah model asal Belanda dengan penuh kebanggaan.
Saat menuju Utrecht, Belanda, desainer kelahiran Jakarta, 9 November 1967 ini sudah datang dengan visi misi yang sama yang selalu dia bawa di setiap hadir di sejumlah acara Fashion show. Visinya adalah ingin menjadi merek fashion terkemuka yang melestarikan warisan budaya Indonesia, yang kaya dengan menyeimbangkan tujuan pelestarian budaya, inovasi, dan pemberdayaan para pengrajin.
Sementara misinya merancang pakaian fashion yang modern, serbaguna, dan inklusif yang menampilkan keindahan kain tenun tradisional NTT, sehingga relevan dan menarik bagi audiens global dari berbagai kelompok usia.
Bekerja sama secara erat dengan para pengrajin lokal, memastikan keterampilan mereka dihargai, dihormati, dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pasar modern tanpa mengorbankan keaslian.
Menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas penenun di Nusa Tenggara Timur melalui praktik perdagangan yang adil, pengembangan kapasitas, dan mempromosikan karya mereka di platform internasional. meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia melalui fashion yang menceritakan kisah tradisi, inovasi, dan kemanusiaan yang saling terhubung.
Kerja keras Adinda dalam mempromosikan tenun futus Pelangi pada Fashion Trunk Show dengan 10 karya Ready to Wear terbaru dengan Tenun Futus Pelangi dipadukan dengan bahan textile dan kulit menambah pesona karyanya.
Tak heran kalau wanita yang juga aktifis IWAPI Jakarta Selatan sebagai pengurus WKU IV bagian UMKM di Jakarta ini meraih penghargaan juara wanita berprestasi di Iwapi DPC Jak-Sel dan juara pertama wanita berprestasi di Iwapi DPD DKI Jakarta pada penghujung 2024.
Adinda kini aktif mengembangkan rumah mode ‘Adinda Moeda’ yang berfokus pada keindahan dan keragaman pola/motif dekoratif kain tenun NTT. Selain pakaian, Adinda Moeda juga merancang berbagai aksesori, seperti tas, sepatu, sandal, dan perhiasan (kalung dan anting).
Sebagai desainer fashion, wanita yang pernah mengenyam Pendidikan SMA di Kupang, NTT pada 1985-1988 ini telah memamerkan koleksi rancangannya di berbagai acara fashion internasional yang ia ikuti.
Harapannya tentu saja agar generasi muda saat ini bisa lebih mencintai produk dalam negeri. “Saya sangat berharap agar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, semakin mencintai dan menghargai produk-produk dalam negeri yang begitu kaya akan keindahan wastra dan kearifan budaya lokalnya,” kata wanita yang sebelumnya bekerja di sejumlah Bank di Jakarta ini.
Pada momen ini, Adinda mengangkat keindahan Tenun Futus Pelangi dari Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), yang saat ini banyak menarik perhatian karena corak dan warnanya yang unik.
Rangkaian helaian benang- benangnya yang menjadikan motif yang sangat indah dan penuh makna, membuat wanita yang sudah kerap tampil di sejumlah ajang Fashion show sejak 2017 mulai dari ‘New York Couture’, Tokyo Fashion Show, Milan Fashion Week, Vietnam International Fashion Expo, Venezuela Fashion Show, Panama City Fashion Show hingga Kingston Jamaica Fashion Show (Mei 2024) ini merasa terharu lantaran karya-karyanya ditampilkan sejumlah model asal Belanda dengan penuh kebanggaan.
Saat menuju Utrecht, Belanda, desainer kelahiran Jakarta, 9 November 1967 ini sudah datang dengan visi misi yang sama yang selalu dia bawa di setiap hadir di sejumlah acara Fashion show. Visinya adalah ingin menjadi merek fashion terkemuka yang melestarikan warisan budaya Indonesia, yang kaya dengan menyeimbangkan tujuan pelestarian budaya, inovasi, dan pemberdayaan para pengrajin.
Sementara misinya merancang pakaian fashion yang modern, serbaguna, dan inklusif yang menampilkan keindahan kain tenun tradisional NTT, sehingga relevan dan menarik bagi audiens global dari berbagai kelompok usia.
Bekerja sama secara erat dengan para pengrajin lokal, memastikan keterampilan mereka dihargai, dihormati, dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pasar modern tanpa mengorbankan keaslian.
Menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas penenun di Nusa Tenggara Timur melalui praktik perdagangan yang adil, pengembangan kapasitas, dan mempromosikan karya mereka di platform internasional. meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia melalui fashion yang menceritakan kisah tradisi, inovasi, dan kemanusiaan yang saling terhubung.
Kerja keras Adinda dalam mempromosikan tenun futus Pelangi pada Fashion Trunk Show dengan 10 karya Ready to Wear terbaru dengan Tenun Futus Pelangi dipadukan dengan bahan textile dan kulit menambah pesona karyanya.
Tak heran kalau wanita yang juga aktifis IWAPI Jakarta Selatan sebagai pengurus WKU IV bagian UMKM di Jakarta ini meraih penghargaan juara wanita berprestasi di Iwapi DPC Jak-Sel dan juara pertama wanita berprestasi di Iwapi DPD DKI Jakarta pada penghujung 2024.
Adinda kini aktif mengembangkan rumah mode ‘Adinda Moeda’ yang berfokus pada keindahan dan keragaman pola/motif dekoratif kain tenun NTT. Selain pakaian, Adinda Moeda juga merancang berbagai aksesori, seperti tas, sepatu, sandal, dan perhiasan (kalung dan anting).
Sebagai desainer fashion, wanita yang pernah mengenyam Pendidikan SMA di Kupang, NTT pada 1985-1988 ini telah memamerkan koleksi rancangannya di berbagai acara fashion internasional yang ia ikuti.
Harapannya tentu saja agar generasi muda saat ini bisa lebih mencintai produk dalam negeri. “Saya sangat berharap agar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, semakin mencintai dan menghargai produk-produk dalam negeri yang begitu kaya akan keindahan wastra dan kearifan budaya lokalnya,” kata wanita yang sebelumnya bekerja di sejumlah Bank di Jakarta ini.
(tdy)
Lihat Juga :