Pangeran William Kehilangan Kesabaran terhadap Andrew, Reputasi Kerajaan Jadi Taruhan
Kamis, 06 Februari 2025 - 12:20 WIB
loading...
Pangeran William dikabarkan semakin kehilangan kesabaran terhadap Pangeran Andrew, terutama setelah pamannya kembali terseret dalam skandal baru. Foto/Newsweek
A
A
A
JAKARTA - Pangeran William dikabarkan semakin kehilangan kesabaran terhadap Pangeran Andrew, terutama setelah pamannya kembali terseret dalam skandal baru. Calon Raja Inggris ini tidak ingin Andrew hadir dalam acara makan siang pra-Natal kerajaan karena dianggap merusak citra keluarga.
Dilansir dari Geo TV, Kamis (6/2/2025), menurut beberapa laporan, Pangeran William tidak menginginkan kehadiran Pangeran Andrew dalam acara tersebut, meskipun ia dan istrinya, Kate Middleton, sendiri tidak menghadiri perjamuan tersebut.
Para pakar kerajaan menilai bahwa ketegangan antara William dan Andrew semakin meningkat karena penerus takhta selanjutnya itu menganggap pamannya sebagai ancaman bagi citra Keluarga Kerajaan.
Pakar kerajaan Jennie Bond pernah menyatakan kepada OK! bahwa William dengan cepat memahami dampak negatif Andrew terhadap reputasi kerajaan.
![Pangeran William Kehilangan Kesabaran terhadap Andrew, Reputasi Kerajaan Jadi Taruhan]()
Foto/New York Post
Baca Juga: Pangeran William Dicap Raja Inggris Bodoh Gegara Mengabaikan Hal Ini
“Saya pikir William menyadari bahwa Andrew membawa racun bagi citra kerajaan. Dengan cara yang cukup tegas dan berorientasi bisnis, ia mendorong agar Andrew dikeluarkan dari lingkaran resmi kerajaan,” kata Bond.
Ketegangan ini semakin diperburuk dengan keterlibatan Andrew dalam skandal Jeffrey Epstein. Setelah kehilangan sebagian besar gelar kerajaannya, ayah dua anak itu kembali menjadi sorotan karena diduga berbohong mengenai kontak terakhirnya dengan Epstein.
Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan oleh Virginia Giuffre dengan jumlah yang dirahasiakan. Giuffre menuduh bahwa ia dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew pada awal 2000-an ketika masih berusia 17 tahun.
Meskipun terus membantah tuduhan tersebut, skandal ini telah merusak reputasinya secara permanen. Dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa adik Raja Charles III itu tetap berkomunikasi dengan Epstein selama dua bulan lebih lama dari yang ia klaim sebelumnya.
Baca Juga: Pangeran Andrew Dilaporkan ke Polisi Atas Tuduhan Informasi Palsu
Meskipun ia menyatakan telah memutus semua hubungan pada Desember 2010, email tertanggal 27 Februari 2011 menunjukkan Epstein masih mengundangnya untuk bertemu dengan mantan bos Barclays Bank, Jes Staley, di London. Andrew merespons dengan mengatakan, “Tetaplah berhubungan erat dan kita akan segera bermain lebih banyak lagi.”
Pengungkapan ini bertentangan langsung dengan pernyataan Andrew dalam wawancara Newsnight pada 2019. Di mana ia menegaskan bahwa kontak terakhirnya dengan Epstein terjadi pada Desember 2010 di New York.
Dengan semakin banyaknya bukti yang muncul, hubungan Andrew dengan Keluarga Kerajaan, terutama dengan sang keponakan diperkirakan akan semakin memburuk. William, yang akan menjadi Raja Inggris setelah Charles, tampaknya tidak ingin masa depan kerajaan tercoreng oleh skandal pamannya.
Dilansir dari Geo TV, Kamis (6/2/2025), menurut beberapa laporan, Pangeran William tidak menginginkan kehadiran Pangeran Andrew dalam acara tersebut, meskipun ia dan istrinya, Kate Middleton, sendiri tidak menghadiri perjamuan tersebut.
Para pakar kerajaan menilai bahwa ketegangan antara William dan Andrew semakin meningkat karena penerus takhta selanjutnya itu menganggap pamannya sebagai ancaman bagi citra Keluarga Kerajaan.
Pakar kerajaan Jennie Bond pernah menyatakan kepada OK! bahwa William dengan cepat memahami dampak negatif Andrew terhadap reputasi kerajaan.

Foto/New York Post
Baca Juga: Pangeran William Dicap Raja Inggris Bodoh Gegara Mengabaikan Hal Ini
“Saya pikir William menyadari bahwa Andrew membawa racun bagi citra kerajaan. Dengan cara yang cukup tegas dan berorientasi bisnis, ia mendorong agar Andrew dikeluarkan dari lingkaran resmi kerajaan,” kata Bond.
Ketegangan ini semakin diperburuk dengan keterlibatan Andrew dalam skandal Jeffrey Epstein. Setelah kehilangan sebagian besar gelar kerajaannya, ayah dua anak itu kembali menjadi sorotan karena diduga berbohong mengenai kontak terakhirnya dengan Epstein.
Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan oleh Virginia Giuffre dengan jumlah yang dirahasiakan. Giuffre menuduh bahwa ia dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew pada awal 2000-an ketika masih berusia 17 tahun.
Meskipun terus membantah tuduhan tersebut, skandal ini telah merusak reputasinya secara permanen. Dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa adik Raja Charles III itu tetap berkomunikasi dengan Epstein selama dua bulan lebih lama dari yang ia klaim sebelumnya.
Baca Juga: Pangeran Andrew Dilaporkan ke Polisi Atas Tuduhan Informasi Palsu
Meskipun ia menyatakan telah memutus semua hubungan pada Desember 2010, email tertanggal 27 Februari 2011 menunjukkan Epstein masih mengundangnya untuk bertemu dengan mantan bos Barclays Bank, Jes Staley, di London. Andrew merespons dengan mengatakan, “Tetaplah berhubungan erat dan kita akan segera bermain lebih banyak lagi.”
Pengungkapan ini bertentangan langsung dengan pernyataan Andrew dalam wawancara Newsnight pada 2019. Di mana ia menegaskan bahwa kontak terakhirnya dengan Epstein terjadi pada Desember 2010 di New York.
Dengan semakin banyaknya bukti yang muncul, hubungan Andrew dengan Keluarga Kerajaan, terutama dengan sang keponakan diperkirakan akan semakin memburuk. William, yang akan menjadi Raja Inggris setelah Charles, tampaknya tidak ingin masa depan kerajaan tercoreng oleh skandal pamannya.
(dra)
Lihat Juga :