Kecantikan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Bagian Tak Terpisahkan Wanita Indonesia
Jum'at, 07 Februari 2025 - 17:07 WIB
loading...
Industri kecantikan di Indonesia tumbuh pesat dan membuka pelaung Indonesia berkembang di masa depan. Foto/ ist
A
A
A
JAKARTA- Industri kecantikan di Indonesia tumbuh pesat dengan perkiraan nilai pasar mencapai Rp146 triliun pada 2024 dengan estimasi 100.400 salon, 5.000 barbershop dan 3,97 juta unit ritel mendistribusikan produk kecantikan dan perawatan pribadi di Indonesia. Angka ini mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pasar kecantikan paling potensial di dunia dan besarnya peluang pengembangan industri di masa depan.
Diketahui, kecantikan memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia – bukan hanya untuk dalam bentuk estetika, juga sebagai bentuk ekspresi diri dan kepercayaan diri. Studi menunjukkan bahwa rata-rata seseorang menggunakan 4-5 produk makeup setiap hari, dengan 79% di antaranya merasa lebih percaya diri saat tampil di depan umum dengan riasan.
Sebanyak 57% masyarakat Indonesia secara rutin mengalokasikan dana untuk perawatan rambut, sementara 96% perempuan Indonesia menganggap perawatan kulit sebagai investasi. Memahami hal tersebut, L’Oréal Indonesia terus mengutamakan wawasan lokal dalam riset dan inovasi merek dengan melibatkan lebih dari 26.000 konsumen dan 1.500 dermatolog di Indonesia.
“Dengan komitmen untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan Indonesia, kami telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan industri kecantikan dan kemajuan sosial-ekonomi di Indonesia selama 45 tahun. Studi yang dilakukan oleh Asterès menunjukkan bahwa setiap satu pekerjaan penuh waktu di L’Oréal Indonesia mampu menciptakan 27,8 lapangan kerja di ekosistem terkait – data ini 5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri di Indonesia. Secara total, operasi bisnis LOréal turut berkontribusi membuka 26.884 lapangan pekerjaan di perekonomian Indonesia,” kata Presiden Direktur L’Oréal Indonesia, Junaid Murtaza.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan ini memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat, serta memperluas ekspor ke 20 negara sambil terus mendukung rantai pasok industri, Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong produksi dalam negeri dan ekspor.
Diketahui, kecantikan memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia – bukan hanya untuk dalam bentuk estetika, juga sebagai bentuk ekspresi diri dan kepercayaan diri. Studi menunjukkan bahwa rata-rata seseorang menggunakan 4-5 produk makeup setiap hari, dengan 79% di antaranya merasa lebih percaya diri saat tampil di depan umum dengan riasan.
Sebanyak 57% masyarakat Indonesia secara rutin mengalokasikan dana untuk perawatan rambut, sementara 96% perempuan Indonesia menganggap perawatan kulit sebagai investasi. Memahami hal tersebut, L’Oréal Indonesia terus mengutamakan wawasan lokal dalam riset dan inovasi merek dengan melibatkan lebih dari 26.000 konsumen dan 1.500 dermatolog di Indonesia.
“Dengan komitmen untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan Indonesia, kami telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan industri kecantikan dan kemajuan sosial-ekonomi di Indonesia selama 45 tahun. Studi yang dilakukan oleh Asterès menunjukkan bahwa setiap satu pekerjaan penuh waktu di L’Oréal Indonesia mampu menciptakan 27,8 lapangan kerja di ekosistem terkait – data ini 5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri di Indonesia. Secara total, operasi bisnis LOréal turut berkontribusi membuka 26.884 lapangan pekerjaan di perekonomian Indonesia,” kata Presiden Direktur L’Oréal Indonesia, Junaid Murtaza.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan ini memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat, serta memperluas ekspor ke 20 negara sambil terus mendukung rantai pasok industri, Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong produksi dalam negeri dan ekspor.
Lihat Juga :