Meghan Markle Ingin Menantang Kerajaan seperti Putri Diana
Minggu, 09 Februari 2025 - 05:41 WIB
loading...
Meghan Markle dikabarkan tidak ingin patuh setelah bergabung dengan Keluarga Kerajaan seperti Putri Diana. Foto/ getty
A
A
A
JAKARTA - Meghan Markle dikabarkan tidak ingin patuh setelah bergabung dengan Keluarga Kerajaan. Artis asal Amarika itu tampaknya tidak menyukai hirarki Kerajaan dan ingin melakukan segala sesuatunya dengan caranya sendiri.
Dikutip Geo TV, Duchess of Sussex yang menikah dengan Pangeran Harry pada 2018 ini ingin mengubah dunia seperti Putri Diana.
Baca Juga: Meghan Markle Diduga Menggoda Pangeran William dengan Pelukan dan Ciuman Pipi
Dalam buku terbaru Tom Quinn, Yes Ma'am: The Secret Life of Royal Servants, seorang mantan staf Kerajaan mengatakan kepada The Times akan hal tersebut.
"Meghan benar-benar tidak menyukai hierarki. Banyak aturan yang tampaknya tidak ada gunanya dan hanya ada agar status relatif setiap anggota kerajaan senior terlindungi," tuturnya.
"Dan para anggota kerajaan senior adalah kelompok yang sangat sensitif — jika seseorang mendapat pena emas atau mobil baru, mereka semua menginginkannya. Meghan mengira mereka berperilaku seperti bayi," kata sumber itu lagi.
Diketahui bahwa Pangeran Harry meninggalkan Keluarga Kerajaan pada 2020 bersama istri Meghan Markle dan Pangeran Archie dan lahir Lilibet di Amerika.
Kepindahan Pangeran Harry dan Meghan Markle ke Amerika ini berbuntut tak sedap pada keluarga Kerajaan. Pasangan itu menuduh Keluarga Kerajaan bersikap rasial terhadap putra mereka dan secara terbuka mengungkapkan keluhan mereka di televisi.
Baca Juga: Acara Masak Meghan Markle di Netflix Layak Tonton? Tanpa Ide Resep dan Pangeran Harry Nyaris Tak Terlihat
Sementara, Putri Diana dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan Inggris yang menentang beberapa tradisi dan nilai-nilai kerajaan. Ia dikenal sebagai seorang yang memiliki pandangan yang lebih modern dan progresif, dan seringkali menentang beberapa kebijakan dan tradisi kerajaan yang dianggapnya tidak relevan atau tidak adil, seperti tradisi kerajaan yang memperlakukan perempuan sebagai objek dan tidak memberikan mereka hak-hak yang sama dengan laki-laki.
Putri Diana adalah seorang pendukung hak-hak perempuan dan seringkali berbicara tentang pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Dia juga dikenal sebagai seorang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan rakyat, dan seringkali melakukan kunjungan ke berbagai tempat untuk bertemu dengan rakyat dan membantu mereka.
Dikutip Geo TV, Duchess of Sussex yang menikah dengan Pangeran Harry pada 2018 ini ingin mengubah dunia seperti Putri Diana.
Baca Juga: Meghan Markle Diduga Menggoda Pangeran William dengan Pelukan dan Ciuman Pipi
Dalam buku terbaru Tom Quinn, Yes Ma'am: The Secret Life of Royal Servants, seorang mantan staf Kerajaan mengatakan kepada The Times akan hal tersebut.
"Meghan benar-benar tidak menyukai hierarki. Banyak aturan yang tampaknya tidak ada gunanya dan hanya ada agar status relatif setiap anggota kerajaan senior terlindungi," tuturnya.
"Dan para anggota kerajaan senior adalah kelompok yang sangat sensitif — jika seseorang mendapat pena emas atau mobil baru, mereka semua menginginkannya. Meghan mengira mereka berperilaku seperti bayi," kata sumber itu lagi.
Diketahui bahwa Pangeran Harry meninggalkan Keluarga Kerajaan pada 2020 bersama istri Meghan Markle dan Pangeran Archie dan lahir Lilibet di Amerika.
Kepindahan Pangeran Harry dan Meghan Markle ke Amerika ini berbuntut tak sedap pada keluarga Kerajaan. Pasangan itu menuduh Keluarga Kerajaan bersikap rasial terhadap putra mereka dan secara terbuka mengungkapkan keluhan mereka di televisi.
Baca Juga: Acara Masak Meghan Markle di Netflix Layak Tonton? Tanpa Ide Resep dan Pangeran Harry Nyaris Tak Terlihat
Sementara, Putri Diana dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan Inggris yang menentang beberapa tradisi dan nilai-nilai kerajaan. Ia dikenal sebagai seorang yang memiliki pandangan yang lebih modern dan progresif, dan seringkali menentang beberapa kebijakan dan tradisi kerajaan yang dianggapnya tidak relevan atau tidak adil, seperti tradisi kerajaan yang memperlakukan perempuan sebagai objek dan tidak memberikan mereka hak-hak yang sama dengan laki-laki.
Putri Diana adalah seorang pendukung hak-hak perempuan dan seringkali berbicara tentang pentingnya kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Dia juga dikenal sebagai seorang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan rakyat, dan seringkali melakukan kunjungan ke berbagai tempat untuk bertemu dengan rakyat dan membantu mereka.
(tdy)
Lihat Juga :