Abu Barbie Hsu Akan Dimakamkan secara Ramah Lingkungan Sesuai Wasiat
Minggu, 09 Februari 2025 - 10:00 WIB
loading...
Abu Barbie Hsu akan dimakamkan dengan metode ramah lingkungan setelah jenazah dikremasi di Jepang. Rencananya pemakaman akan digelar sesuai dengan wasiat. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Abu Barbie Hsu akan dimakamkan dengan metode ramah lingkungan setelah jenazah dikremasi di Jepang. Rencananya pemakaman akan digelar sesuai dengan wasiat sang artis.
Kabar pemakaman ini dikonfirmasi langsung oleh adik Barbie Hsu , Dee Shu. Ia mengatakan bahwa keluarga saat ini tengah mengajukan permohonan lokasi peristirahatan terakhir yang sesuai melalui pemerintah setempat.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh manajer keluarga, Dee Hsu menegaskan bahwa pemakaman ini dilakukan sesuai dengan keinginan Barbie Hsu semasa hidupnya.
“Kami sesekali berbicara tentang hidup dan mati, dan masing-masing dari kami memiliki pemikiran sendiri. Kakak perempuan saya pernah berkata bahwa jika dia meninggal, dia lebih suka pemakaman alami karena ramah lingkungan," kata Dee Hsu.
Baca Juga: Biaya Kepulangan Jenazah Barbie Hsu dari Jepang Jadi Polemik, Perusahaan Jet Pribadi Klarifikasi
![Abu Barbie Hsu Akan Dimakamkan secara Ramah Lingkungan Sesuai Wasiat]()
Foto/Instagram Barbie Hsu
Saat ini, abu pemeran Shancai itu masih disimpan sementara di rumah keluarganya. Keluarga berencana mengembalikan abunya ke alam setelah lokasi dan tanggal pemakaman resmi dipastikan.
“Abu saudara perempuan saya hanya disimpan sementara di rumahnya. Nantinya, keluarga kami akan mengembalikannya ke alam,” jelasnya dilansir dari KBIZoom, Minggu (9/2/2025).
Di Taiwan, metode pemakaman alternatif seperti pemakaman alami, pemakaman bunga, dan pemakaman laut semakin populer. Pemakaman alami biasanya melibatkan penanaman pohon di pemakaman, di mana abu jenazah ditempatkan dalam kantong katun atau kertas biodegradable di bawah akarnya, tanpa batu nisan atau ukiran nama.
Namun, hingga kini belum ada kepastian metode pemakaman ekologi mana yang akan dipilih keluarga. Kemungkinan pilihan termasuk menaburkan abu di tanah, menempatkan guci di pohon, atau mengubur guci di bawah pohon.
Baca Juga: Rencana Penyimpanan Abu Jenazah Barbie Hsu di Rumah Jadi Kontroversi, Disebut Egois
Menurut China Times, meskipun keluarga telah berupaya menghormati keinginan bintang Meteor Garden tersebut, keputusan untuk menyimpan sementara abunya di apartemen mewahnya di Distrik Xinyi, Taipei, justru memicu reaksi negatif dari tetangga.
Sejak 5 Februari 2025, keluarga sang artis dilaporkan menerima banyak petisi dari warga sekitar yang keberatan dengan penyimpanan abu di kompleks perumahan mereka. Beberapa tetangga bahkan secara terbuka mengkritik Dee Hsu, menyebutnya egois.
“Apakah tokoh masyarakat selalu egois seperti ini? Jika Dee Hsu sangat mencintai saudara perempuannya, mengapa dia tidak membawa abu jenazahnya ke rumahnya sendiri alih-alih meletakkannya di kompleks perumahan? Mereka tampaknya tidak peduli apakah itu rumah atau kuburan,” bunyi petisi tersebut.
“Jika itu adalah vila pribadi mereka, mereka dapat meletakkan 10 guci di sana, dan tidak ada yang akan peduli. Tapi tolong, jangan biarkan keegoisan Anda memengaruhi kualitas hidup warga lain,” tambahnya.
Baca Juga: Abu Barbie Hsu Akan Dibawa Pulang ke Taiwan 6 Februari
Di media sosial, banyak warganet China yang menyayangkan bahwa bahkan setelah kematiannya, artis 48 tahun itu masih terjerat dalam kontroversi. Namun, sebagian besar mendukung keputusan keluarga untuk mengatur pemakaman yang layak bagi abunya.
Secara tradisional, kepercayaan masyarakat Taiwan menganggap menyimpan abu jenazah di rumah sebagai hal yang dapat membawa nasib buruk dan merusak feng shui. Selain itu, memiliki lokasi pemakaman resmi akan memungkinkan penggemar untuk memberikan penghormatan kepada Barbie Hsu setiap tahun.
Kematian Barbie Hsu pada Minggu, 2 Februari 2025 akibat pneumonia akut saat berlibur di Jepang membuat banyak pihak terkejut. Keluarga mengadakan kremasi di Tokyo pada 3 Februari 2025, dan dua hari kemudian, suaminya Koo Jun Yeop beserta keluarga membawa abu ibu dua anak itu kembali ke Taiwan dengan jet pribadi.
Sebelumnya, Dee Hsu menyatakan keinginannya untuk menyimpan abu sang kakak di rumah, agar tetap merasa dekat dengannya dan bisa berbicara dengannya kapan saja.
Di hari yang sama dengan kedatangan abu Barbie di Taiwan, Koo Jun Yeop mengunggah pesan emosional di media sosial. Unggahan ini bertepatan dengan ulang tahun ketiga pernikahan mereka di Korea Selatan.
“Aku akan mencintaimu selamanya,” tulis pria yang dikenal sebagai DJ Koo itu.
Barbie Hsu dikenal luas lewat perannya dalam drama populer seperti Meteor Garden, Mars, dan Summer’s Desire. Kehidupan pribadinya juga selalu menjadi sorotan, terutama pernikahannya dengan pengusaha Wang Xiaofei pada 2011. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua anak sebelum akhirnya bercerai pada 2021.
Setelah perceraiannya, Barbie Hsu kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, musisi asal Korea Selatan Koo Jun Yeop, dan menikah dengannya pada Februari 2022. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga bersama hingga Barbie Hsu meninggal dunia.
Sementara itu, mantan suami Barbie, Wang Xiaofei, menikah lagi dengan seorang wanita bernama Mandy pada Mei 2024. Kepergian Barbie Hsu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, penggemar, dan orang-orang terdekatnya.
Kabar pemakaman ini dikonfirmasi langsung oleh adik Barbie Hsu , Dee Shu. Ia mengatakan bahwa keluarga saat ini tengah mengajukan permohonan lokasi peristirahatan terakhir yang sesuai melalui pemerintah setempat.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh manajer keluarga, Dee Hsu menegaskan bahwa pemakaman ini dilakukan sesuai dengan keinginan Barbie Hsu semasa hidupnya.
“Kami sesekali berbicara tentang hidup dan mati, dan masing-masing dari kami memiliki pemikiran sendiri. Kakak perempuan saya pernah berkata bahwa jika dia meninggal, dia lebih suka pemakaman alami karena ramah lingkungan," kata Dee Hsu.
Baca Juga: Biaya Kepulangan Jenazah Barbie Hsu dari Jepang Jadi Polemik, Perusahaan Jet Pribadi Klarifikasi

Foto/Instagram Barbie Hsu
Saat ini, abu pemeran Shancai itu masih disimpan sementara di rumah keluarganya. Keluarga berencana mengembalikan abunya ke alam setelah lokasi dan tanggal pemakaman resmi dipastikan.
“Abu saudara perempuan saya hanya disimpan sementara di rumahnya. Nantinya, keluarga kami akan mengembalikannya ke alam,” jelasnya dilansir dari KBIZoom, Minggu (9/2/2025).
Di Taiwan, metode pemakaman alternatif seperti pemakaman alami, pemakaman bunga, dan pemakaman laut semakin populer. Pemakaman alami biasanya melibatkan penanaman pohon di pemakaman, di mana abu jenazah ditempatkan dalam kantong katun atau kertas biodegradable di bawah akarnya, tanpa batu nisan atau ukiran nama.
Namun, hingga kini belum ada kepastian metode pemakaman ekologi mana yang akan dipilih keluarga. Kemungkinan pilihan termasuk menaburkan abu di tanah, menempatkan guci di pohon, atau mengubur guci di bawah pohon.
Baca Juga: Rencana Penyimpanan Abu Jenazah Barbie Hsu di Rumah Jadi Kontroversi, Disebut Egois
Menurut China Times, meskipun keluarga telah berupaya menghormati keinginan bintang Meteor Garden tersebut, keputusan untuk menyimpan sementara abunya di apartemen mewahnya di Distrik Xinyi, Taipei, justru memicu reaksi negatif dari tetangga.
Sejak 5 Februari 2025, keluarga sang artis dilaporkan menerima banyak petisi dari warga sekitar yang keberatan dengan penyimpanan abu di kompleks perumahan mereka. Beberapa tetangga bahkan secara terbuka mengkritik Dee Hsu, menyebutnya egois.
“Apakah tokoh masyarakat selalu egois seperti ini? Jika Dee Hsu sangat mencintai saudara perempuannya, mengapa dia tidak membawa abu jenazahnya ke rumahnya sendiri alih-alih meletakkannya di kompleks perumahan? Mereka tampaknya tidak peduli apakah itu rumah atau kuburan,” bunyi petisi tersebut.
“Jika itu adalah vila pribadi mereka, mereka dapat meletakkan 10 guci di sana, dan tidak ada yang akan peduli. Tapi tolong, jangan biarkan keegoisan Anda memengaruhi kualitas hidup warga lain,” tambahnya.
Baca Juga: Abu Barbie Hsu Akan Dibawa Pulang ke Taiwan 6 Februari
Di media sosial, banyak warganet China yang menyayangkan bahwa bahkan setelah kematiannya, artis 48 tahun itu masih terjerat dalam kontroversi. Namun, sebagian besar mendukung keputusan keluarga untuk mengatur pemakaman yang layak bagi abunya.
Secara tradisional, kepercayaan masyarakat Taiwan menganggap menyimpan abu jenazah di rumah sebagai hal yang dapat membawa nasib buruk dan merusak feng shui. Selain itu, memiliki lokasi pemakaman resmi akan memungkinkan penggemar untuk memberikan penghormatan kepada Barbie Hsu setiap tahun.
Kematian Barbie Hsu pada Minggu, 2 Februari 2025 akibat pneumonia akut saat berlibur di Jepang membuat banyak pihak terkejut. Keluarga mengadakan kremasi di Tokyo pada 3 Februari 2025, dan dua hari kemudian, suaminya Koo Jun Yeop beserta keluarga membawa abu ibu dua anak itu kembali ke Taiwan dengan jet pribadi.
Sebelumnya, Dee Hsu menyatakan keinginannya untuk menyimpan abu sang kakak di rumah, agar tetap merasa dekat dengannya dan bisa berbicara dengannya kapan saja.
Di hari yang sama dengan kedatangan abu Barbie di Taiwan, Koo Jun Yeop mengunggah pesan emosional di media sosial. Unggahan ini bertepatan dengan ulang tahun ketiga pernikahan mereka di Korea Selatan.
“Aku akan mencintaimu selamanya,” tulis pria yang dikenal sebagai DJ Koo itu.
Barbie Hsu dikenal luas lewat perannya dalam drama populer seperti Meteor Garden, Mars, dan Summer’s Desire. Kehidupan pribadinya juga selalu menjadi sorotan, terutama pernikahannya dengan pengusaha Wang Xiaofei pada 2011. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua anak sebelum akhirnya bercerai pada 2021.
Setelah perceraiannya, Barbie Hsu kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya, musisi asal Korea Selatan Koo Jun Yeop, dan menikah dengannya pada Februari 2022. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga bersama hingga Barbie Hsu meninggal dunia.
Sementara itu, mantan suami Barbie, Wang Xiaofei, menikah lagi dengan seorang wanita bernama Mandy pada Mei 2024. Kepergian Barbie Hsu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, penggemar, dan orang-orang terdekatnya.
(dra)
Lihat Juga :