Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:22 WIB
loading...
Menembus Lima Abad Sejarah...
Raden Saleh Room di House of Tugu di Kota Tua tersimpan beberapa peninggalan Pangeran Diponegoro. Foto: Armydian Kurniawan
A A A
JAKARTA - Di usia hampir lima abad, Jakarta masih menyimpan ruang-ruang bagi kita untuk menengok masa lalunya secara utuh. Jejaknya masih dapat disentuh, dilihat, bahkan dirasakan langsung di kawasan Kota Tua, tempat kota metropolitan ini memulai perjalanan panjangnya. Salah satunya berada di tepi Kali Besar, Kota Tua, kawasan yang dahulu menjadi jantung perdagangan Batavia.

Kanal tua itu masih mengalir tenang di tengah bangunan-bangunan kolonial yang bertahan melawan zaman. Sesekali kendaraan melintas di Jalan Kali Besar Barat. Sulit membayangkan kawasan ini pernah menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia. Namun jejak masa itu tetap hidup di House of Tugu Old Town Jakarta. Bahkan jejak tersebut mengantarkan properti ini masuk jajaran World's Greatest Places 2026 versi TIME Magazine sebagai satu-satunya wakil Indonesia.

Di tengah perayaan HUT ke-499 Jakarta , hotel butik ini menawarkan cara berbeda untuk lebih mengenal ibu kota. Bukan melalui gedung pencakar langit atau jalan-jalan modernnya, melainkan melalui artefak, kisah para saudagar, kapitan Tionghoa, bangsawan Jawa, hingga kanal-kanal yang pernah menjadi urat nadi Batavia ratusan tahun lalu. Tempat ini menghadirkan pengalaman menginap yang menyerupai perjalanan sejarah. Setiap sudut membawa pengunjung pada zaman berlainan. Karena itulah akhir pekan di sini terasa lebih seperti menelusuri museum hidup daripada sekadar staycation.

Baca Juga : HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari

Bangunan lima lantai seluas sekitar 950 meter persegi itu tampak menyatu dengan karakter Kota Tua. Kami memasuki House of Tugu pada Sabtu selepas tengah hari. Di lobi, resepsionis melayani sejumlah tamu dari balik meja marmer panjang. Lampu gantung klasik menghiasi langit-langit. Banyak tamu berfoto ria di lobi itu. Alasannya sederhana, hampir seluruh sudut dipenuhi benda antik kolonial dan Peranakan yang sulit ditemukan di tempat lain.

"Kami mengangkat budaya Peranakan sebagai tema utama," ujar Indriana Amanda Ticoalu, Guest Relation Manager House of Tugu Old Town Jakarta, yang menyambut kami.

Amanda kemudian menyuguhkan minuman kunyit calamansi. Rasa asam dan manis berpadu menyegarkan tenggorokan setelah perjalanan. Minuman tersebut menggabungkan kunyit dan jeruk calamansi yang kaya vitamin C. Kombinasi keduanya dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Di atas baki tersaji handuk basah kecil berwarna putih yang hangat dan daun bertuliskan "Sugeng Rawuh" dengan nama tamu di bawahnya.

Hotel yang Lahir dari Ribuan Artefak

Amanda menjelaskan, Tugu Hotels & Restaurants menaungi lima properti hotel. Lokasinya berada di Malang, Blitar, Canggu Bali, Lombok, dan Jakarta yang memiliki 25 suite. Grup ini juga mengelola sejumlah restoran ternama yang tersebar di kawasan Menteng, Jakarta, yakni Dapur Babah Élite, Lara Djonggrang, Kawisari Cafe & Eatery, Tugu Kunstkring Paleis, serta Shanghai Blue 1920. "Kami juga punya Perkebunan Kawisari di Blitar," kata Amanda.

Perkebunan tersebut berdiri sejak 1870. Luasnya mencapai sekitar 850 hingga 900 hektare. Lokasinya berada di lereng Gunung Kelud dan Gunung Kawi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kopi dari perkebunan itulah yang kemudian disajikan di berbagai properti grup ini.

Kisah Tugu Group berawal sejak 1970-an Ketika pemiliknya, Anhar Setjadibrata, mulai mengumpulkan benda-benda antik. Saat banyak orang menganggap artefak lama tidak bernilai, ia justru menyelamatkannya. Bersama istrinya, Wedya Julianti, koleksi itu berkembang menjadi fondasi konsep hotel butik berbasis museum. Hasilnya kini terlihat di hampir seluruh sudut bangunan.

Baca Juga : Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Ini Destinasi Ramah...
Ini Destinasi Ramah Anak untuk Mengisi Liburan Sekolah di Jakarta
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Festival Jakarta Great...
Festival Jakarta Great Sale 2026 Hadirkan Cerita Belanja Menuju 5 Abad Jakarta
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Rekomendasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Capai Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Berita Terkini
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 10 Rabu: Hubungan Mila dan Jaka Semakin Memanas
10 Rahasia Fajri TV...
10 Rahasia Fajri TV Push Rank Free Fire, Dijamin Peluang Booyah Makin Besar!
Ramzi Geram Putrinya...
Ramzi Geram Putrinya Dituding Jadi Orang Ketiga, Dukung Rizky Billar Tempuh Jalur Hukum
RSCM Apresiasi Donor...
RSCM Apresiasi Donor Darah MNC Peduli, Bantu Penuhi Kebutuhan 100 Kantong Darah per Hari
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved