Staf Istana Ungkap Sisi Lain Pangeran Harry, Pemarah dan Sulit Bekerja Sama
Rabu, 12 Februari 2025 - 19:20 WIB
loading...
Sisi lain dari Pangeran Harry yang jarang terungkap kini menjadi sorotan. Mantan staf Istana Kensington mengungkapkan pengalaman bekerja dengan Duke of Sussex. Foto/Reuters
A
A
A
INGGRIS - Sisi lain dari Pangeran Harry yang jarang terungkap kini menjadi sorotan. Seorang mantan anggota staf Istana Kensington mengungkapkan pengalaman pribadinya saat bekerja dengan Duke of Sussex dalam wawancaranya dengan penulis biografi kerajaan, Tom Quinn.
Dalam tulisannya untuk The Times, Quinn mengungkapkan bahwa meskipun selama ini Pangeran Harry dikenal sebagai sosok yang santai dan mudah diajak bekerja sama, ternyata ada sisi lain darinya yang cukup mengejutkan.
Dilansir dari Geo TV, Rabu (12/2/2025), menurut mantan staf tersebut, Harry bisa menunjukkan sikap pemarah yang tidak terduga, bahkan untuk hal-hal kecil.
“Saya ingat suatu kali di apartemen pribadinya, saya melakukan kesalahan kecil, mungkin mengacaukan beberapa kertas di mejanya atau sesuatu yang sepele,” kata staf tersebut.
![Staf Istana Ungkap Sisi Lain Pangeran Harry, Pemarah dan Sulit Bekerja Sama]()
Foto/Getty Images
Baca Juga: 3 Masalah yang Dihadapi Pangeran Harry saat Kembali ke Inggris, Salah Satunya Ratu Camilla
“Tapi reaksinya begitu berlebihan. Dia langsung marah, dan itu terasa tidak sebanding dengan masalah yang sebenarnya,” tambahnya.
Staf itu menambahkan bahwa meskipun Pangeran William dikenal memiliki temperamen tinggi, banyak orang menganggap adiknya, lebih ramah dan baik hati. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
“Kami pikir agak berlebihan jika dia mengeluh karena saya bingung, mengingat Harry mungkin adalah orang yang paling sering bingung di antara bangsawan generasinya,” jelasnya.
Ia bahkan menyamakan suami Meghan Markle itu dengan karakter Pangeran Regent dalam serial televisi satir Blackadder, menggambarkan betapa sulitnya Harry menangani berbagai hal sendiri.
Baca Juga: Pangeran Harry Sindir Donald Trump, Beberapa Jam setelah Meghan Markle Diejek
“Dulu ada lelucon di kalangan staf bahwa tanpa bantuan, Harry mungkin membutuhkan dua minggu hanya untuk memakai celananya sendiri,” jelasnya dengan nada bercanda.
Selain membahas temperamen pangeran 40 tabun itu, mantan staf ini juga membandingkan sikap Harry dengan Meghan. Menurutnya, mantan artis itu lebih memiliki pendekatan modern terhadap sistem kerajaan, yang justru menuai ketidaksukaan dari staf lama istana.
“Ketika seseorang datang dari Amerika Serikat dan mencoba mengubah banyak hal, para pengikut lama kerajaan benar-benar tidak menyukainya,” ungkapnya.
“Mereka adalah orang-orang yang sangat sombong. Seharusnya mereka tidak lagi seperti itu saat ini, tetapi sifat itu masih ada,” imbuhnya.
Baca Juga: Pangeran Harry Dituduh Peras Raja Charles III, Manfaatkan Anak Jadi Alat Tawar-menawar
Dalam tulisannya untuk The Times, Quinn mengungkapkan bahwa meskipun selama ini Pangeran Harry dikenal sebagai sosok yang santai dan mudah diajak bekerja sama, ternyata ada sisi lain darinya yang cukup mengejutkan.
Dilansir dari Geo TV, Rabu (12/2/2025), menurut mantan staf tersebut, Harry bisa menunjukkan sikap pemarah yang tidak terduga, bahkan untuk hal-hal kecil.
“Saya ingat suatu kali di apartemen pribadinya, saya melakukan kesalahan kecil, mungkin mengacaukan beberapa kertas di mejanya atau sesuatu yang sepele,” kata staf tersebut.

Foto/Getty Images
Baca Juga: 3 Masalah yang Dihadapi Pangeran Harry saat Kembali ke Inggris, Salah Satunya Ratu Camilla
“Tapi reaksinya begitu berlebihan. Dia langsung marah, dan itu terasa tidak sebanding dengan masalah yang sebenarnya,” tambahnya.
Staf itu menambahkan bahwa meskipun Pangeran William dikenal memiliki temperamen tinggi, banyak orang menganggap adiknya, lebih ramah dan baik hati. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
“Kami pikir agak berlebihan jika dia mengeluh karena saya bingung, mengingat Harry mungkin adalah orang yang paling sering bingung di antara bangsawan generasinya,” jelasnya.
Ia bahkan menyamakan suami Meghan Markle itu dengan karakter Pangeran Regent dalam serial televisi satir Blackadder, menggambarkan betapa sulitnya Harry menangani berbagai hal sendiri.
Baca Juga: Pangeran Harry Sindir Donald Trump, Beberapa Jam setelah Meghan Markle Diejek
“Dulu ada lelucon di kalangan staf bahwa tanpa bantuan, Harry mungkin membutuhkan dua minggu hanya untuk memakai celananya sendiri,” jelasnya dengan nada bercanda.
Selain membahas temperamen pangeran 40 tabun itu, mantan staf ini juga membandingkan sikap Harry dengan Meghan. Menurutnya, mantan artis itu lebih memiliki pendekatan modern terhadap sistem kerajaan, yang justru menuai ketidaksukaan dari staf lama istana.
“Ketika seseorang datang dari Amerika Serikat dan mencoba mengubah banyak hal, para pengikut lama kerajaan benar-benar tidak menyukainya,” ungkapnya.
“Mereka adalah orang-orang yang sangat sombong. Seharusnya mereka tidak lagi seperti itu saat ini, tetapi sifat itu masih ada,” imbuhnya.
Baca Juga: Pangeran Harry Dituduh Peras Raja Charles III, Manfaatkan Anak Jadi Alat Tawar-menawar
(dra)
Lihat Juga :