Keputusan Pemakaman Abu Barbie Hsu dengan Tree Burial Picu Kemarahan Netizen
Selasa, 11 Februari 2025 - 20:00 WIB
loading...
Keputusan keluarga untuk memakamkan abu Barbie Hsu dengan metode tree burial menuai kemarahan netizen. Publik mempertanyakan metode ini ramah lingkungan. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Keputusan keluarga untuk memakamkan abu Barbie Hsu dengan metode tree burial atau pemakaman pohon menuai kemarahan netizen. Publik mempertanyakan apakah metode ini benar-benar ramah lingkungan dan menghormati artis Taiwan itu.
Pada 8 Februari 2025, Dee Hsu, adik Barbie Hsu mengumumkan bahwa keluarga telah memilih metode tree burial untuk memakamkan abu jenazah pemeran Shancai itu. Keputusan ini diambil sesuai dengan keinginan sang aktris, dengan harapan ia dapat beristirahat dengan damai dan menyatu dengan alam.
Dalam metode tree burial, abu jenazah ditempatkan dalam kantong biodegradable dan dikuburkan di bawah pohon tanpa batu nisan atau penanda khusus. Namun, keputusan ini menuai reaksi keras dari publik setelah beberapa fakta mengenai praktik tersebut terungkap.
Baca Juga: Abu Barbie Hsu Akan Dimakamkan secara Ramah Lingkungan Sesuai Wasiat
![Keputusan Pemakaman Abu Barbie Hsu dengan Tree Burial Picu Kemarahan Netizen]()
Foto/Instagram Barbie Hsu
Menurut laporan ETtoday, konsep pemakaman ini yang diklaim dapat mengembalikan jenazah ke alam hanyalah bentuk penghiburan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan. Para ahli menjelaskan bahwa abu jenazah yang telah dikremasi masih mengandung zat yang sulit terurai secara hayati, sehingga bisa membentuk gumpalan yang menghambat pertumbuhan pohon.
Bahkan, dalam beberapa kasus, setelah beberapa tahun, staf pemakaman terpaksa menggali kembali lokasi pemakaman untuk mengeluarkan abu yang telah mengeras. Abu tersebut kemudian dikremasi ulang dan disebarkan kembali ke tanah.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa abu bintang Meteor Garden ini mungkin akan mengalami perlakuan serupa, membuat banyak penggemar bertanya-tanya apakah ia benar-benar bisa beristirahat dengan tenang.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak menggunakan batu nisan dalam metode pemakaman ini menjadi kontroversi. Banyak yang khawatir bahwa keluarga artis 48 tahun itu mungkin akan kesulitan menemukan lokasi pemakamannya di masa depan.
Baca Juga: Rencana Penyimpanan Abu Jenazah Barbie Hsu di Rumah Jadi Kontroversi, Disebut Egois
Pasalnya, pohon yang digunakan dalam pemakaman dapat dipindahkan, lahan pemakaman bisa mengalami perubahan atau dikembangkan kembali, dan abu yang dikuburkan bisa saja dipindahkan tanpa sepengetahuan keluarga. Hal ini membuat para penggemar semakin resah, mengingat Barbie Hsu adalah sosok yang sangat dicintai di dunia hiburan.
Setelah media mengungkap berbagai fakta ini, publik mulai menuntut agar keluarga istri DJ Koo itu mempertimbangkan kembali metode pemakamannya. Para penggemar berpendapat bahwa kematian Barbie Shu sudah cukup tragis, dan mereka tidak ingin abunya mengalami gangguan di kemudian hari.
Banyak netizen menganggap metode tree burial ini sebagai tindakan yang tidak menghormati sang artis, terutama jika ada kemungkinan abu jenazahnya akan dikremasi ulang di masa depan.
Sebelumnya, jenazah Barbie Hsu telah dikremasi di Jepang pada 3 Februari 2025. Abu jenazahnya kemudian dibawa kembali ke Taiwan pada 5 Februari 2025 menggunakan jet pribadi oleh suaminya, Koo Jun Yup, bersama pihak keluarga.
Baca Juga: Abu Barbie Hsu Disimpan di Rumah, Keluarga Tidak Gelar Pemakaman
Dee Hsu awalnya berencana untuk menyimpan abu sang kakak di rumah agar bisa selalu berkomunikasi dengannya. Namun, rencana tersebut mendapat tentangan dari tetangga di kompleks apartemen mewah mereka di Taiwan. Akibatnya, keluarga terpaksa mencari alternatif lain, yang kemudian mengarah pada keputusan Tree Burial.
Hingga saat ini, keluarga Barbie Hsu belum memberikan tanggapan resmi atas desakan publik. Namun, tekanan dari para penggemar dan media tampaknya terus meningkat, mendorong keluarga untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka demi menghormati kepergian Barbie Hsu dengan cara yang lebih bermartabat.
Pada 8 Februari 2025, Dee Hsu, adik Barbie Hsu mengumumkan bahwa keluarga telah memilih metode tree burial untuk memakamkan abu jenazah pemeran Shancai itu. Keputusan ini diambil sesuai dengan keinginan sang aktris, dengan harapan ia dapat beristirahat dengan damai dan menyatu dengan alam.
Dalam metode tree burial, abu jenazah ditempatkan dalam kantong biodegradable dan dikuburkan di bawah pohon tanpa batu nisan atau penanda khusus. Namun, keputusan ini menuai reaksi keras dari publik setelah beberapa fakta mengenai praktik tersebut terungkap.
Fakta Tree Burial
Baca Juga: Abu Barbie Hsu Akan Dimakamkan secara Ramah Lingkungan Sesuai Wasiat

Foto/Instagram Barbie Hsu
Menurut laporan ETtoday, konsep pemakaman ini yang diklaim dapat mengembalikan jenazah ke alam hanyalah bentuk penghiburan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan. Para ahli menjelaskan bahwa abu jenazah yang telah dikremasi masih mengandung zat yang sulit terurai secara hayati, sehingga bisa membentuk gumpalan yang menghambat pertumbuhan pohon.
Bahkan, dalam beberapa kasus, setelah beberapa tahun, staf pemakaman terpaksa menggali kembali lokasi pemakaman untuk mengeluarkan abu yang telah mengeras. Abu tersebut kemudian dikremasi ulang dan disebarkan kembali ke tanah.
Temuan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa abu bintang Meteor Garden ini mungkin akan mengalami perlakuan serupa, membuat banyak penggemar bertanya-tanya apakah ia benar-benar bisa beristirahat dengan tenang.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak menggunakan batu nisan dalam metode pemakaman ini menjadi kontroversi. Banyak yang khawatir bahwa keluarga artis 48 tahun itu mungkin akan kesulitan menemukan lokasi pemakamannya di masa depan.
Baca Juga: Rencana Penyimpanan Abu Jenazah Barbie Hsu di Rumah Jadi Kontroversi, Disebut Egois
Pasalnya, pohon yang digunakan dalam pemakaman dapat dipindahkan, lahan pemakaman bisa mengalami perubahan atau dikembangkan kembali, dan abu yang dikuburkan bisa saja dipindahkan tanpa sepengetahuan keluarga. Hal ini membuat para penggemar semakin resah, mengingat Barbie Hsu adalah sosok yang sangat dicintai di dunia hiburan.
Setelah media mengungkap berbagai fakta ini, publik mulai menuntut agar keluarga istri DJ Koo itu mempertimbangkan kembali metode pemakamannya. Para penggemar berpendapat bahwa kematian Barbie Shu sudah cukup tragis, dan mereka tidak ingin abunya mengalami gangguan di kemudian hari.
Banyak netizen menganggap metode tree burial ini sebagai tindakan yang tidak menghormati sang artis, terutama jika ada kemungkinan abu jenazahnya akan dikremasi ulang di masa depan.
Sebelumnya, jenazah Barbie Hsu telah dikremasi di Jepang pada 3 Februari 2025. Abu jenazahnya kemudian dibawa kembali ke Taiwan pada 5 Februari 2025 menggunakan jet pribadi oleh suaminya, Koo Jun Yup, bersama pihak keluarga.
Baca Juga: Abu Barbie Hsu Disimpan di Rumah, Keluarga Tidak Gelar Pemakaman
Dee Hsu awalnya berencana untuk menyimpan abu sang kakak di rumah agar bisa selalu berkomunikasi dengannya. Namun, rencana tersebut mendapat tentangan dari tetangga di kompleks apartemen mewah mereka di Taiwan. Akibatnya, keluarga terpaksa mencari alternatif lain, yang kemudian mengarah pada keputusan Tree Burial.
Hingga saat ini, keluarga Barbie Hsu belum memberikan tanggapan resmi atas desakan publik. Namun, tekanan dari para penggemar dan media tampaknya terus meningkat, mendorong keluarga untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka demi menghormati kepergian Barbie Hsu dengan cara yang lebih bermartabat.
(dra)
Lihat Juga :