Putri Eugenie Terseret Skandal Bisnis Pangeran Andrew, Keluarga Kerajaan Kesal
Rabu, 12 Februari 2025 - 15:20 WIB
loading...
Putri Eugenie dikabarkan terseret dengan kontroversi terbaru Pangeran Andrew. Foto/ getty
A
A
A
JAKARTA - Putri Eugenie dikabarkan terseret dengan kontroversi terbaru Pangeran Andrew . Ini semakin memperuruk reputasi keluarga tersebut di mata keluarga besar Kerajaan Inggris.
The Telegraph melaporkan bahwa tahun lalu, Putri Eugenie menghadiri acara jejaring di Tokyo atas nama ayahnya, Duke of York , sebagai bagian dari kesepakatan bisnis.
Baca Juga: Putri Beatrice Larang Pangeran Andrew Melihat Cucunya yang Baru Lahir
Saat itu, Eugenie sedang dalam perjalanan kerja ke Jepang untuk galeri seni internasional Hauser & Wirth, tempat ia bekerja sejak 2015.
Perlu disebutkan bahwa acara tersebut dilaporkan terkait dengan usaha bisnis baru Pangeran Andrew, Innovate Global, yang didirikannya bersama Yang Tengbo.
Pangeran Andrew, yang mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada 2019 karena hubungannya dengan Jeffrey Epstein, kini bekerja dengan perusahaan Belanda Startupbootcamp (SBC).
Laporan baru mengungkapkan bahwa Pangeran Andrew akan memperoleh penghasilan jutaan dolar dengan membagikan kontak bisnisnya, yang akan membantunya membeli rumahnya di Royal Lodge.
Namun, Istana Buckingham membantah terlibat, dengan mengatakan bahwa para pejabat tidak meninjau atau menyetujui perjanjian keuangan apa pun.
Kini, Putri Eugenie telah melibatkan dirinya dalam kontroversi tersebut, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia secara sadar terlibat dalam urusan bisnis sang pangeran.
Sebelumnya, Pangeran William dikabarkan kehilangan kesabaran terhadap Pangeran Andrew, terutama setelah pamannya kembali terseret dalam skandal baru. Calon Raja Inggris ini tidak ingin Andrew hadir dalam acara makan siang pra-Natal kerajaan karena dianggap merusak citra keluarga.
Pangeran William tidak menginginkan kehadiran Pangeran Andrew dalam acara tersebut, meskipun ia dan istrinya, Kate Middleton, sendiri tidak menghadiri perjamuan tersebut.
Para pakar kerajaan menilai bahwa ketegangan antara William dan Andrew semakin meningkat karena penerus takhta selanjutnya itu menganggap pamannya sebagai ancaman bagi citra Keluarga Kerajaan.
Pakar kerajaan Jennie Bond pernah menyatakan kepada OK! bahwa William dengan cepat memahami dampak negatif Andrew terhadap reputasi kerajaan. Pangeran William Kehilangan Kesabaran terhadap Andrew, Reputasi Kerajaan Jadi Taruhan
“Saya pikir William menyadari bahwa Andrew membawa racun bagi citra kerajaan. Dengan cara yang cukup tegas dan berorientasi bisnis, ia mendorong agar Andrew dikeluarkan dari lingkaran resmi kerajaan,” kata Bond.
Ketegangan ini semakin diperburuk dengan keterlibatan Andrew dalam skandal Jeffrey Epstein. Setelah kehilangan sebagian besar gelar kerajaannya, ayah dua anak itu kembali menjadi sorotan karena diduga berbohong mengenai kontak terakhirnya dengan Epstein.
Baca Juga: Siapa Aga Khan V? Keturunan Nabi Muhammad yang Diberi Gelar Yang Mulai oleh Raja Charles
Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan oleh Virginia Giuffre dengan jumlah yang dirahasiakan. Giuffre menuduh bahwa ia dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew pada awal 2000-an ketika masih berusia 17 tahun.
Meskipun terus membantah tuduhan tersebut, skandal ini telah merusak reputasinya secara permanen. Dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa adik Raja Charles III itu tetap berkomunikasi dengan Epstein selama dua bulan lebih lama dari yang ia klaim sebelumnya.
The Telegraph melaporkan bahwa tahun lalu, Putri Eugenie menghadiri acara jejaring di Tokyo atas nama ayahnya, Duke of York , sebagai bagian dari kesepakatan bisnis.
Baca Juga: Putri Beatrice Larang Pangeran Andrew Melihat Cucunya yang Baru Lahir
Saat itu, Eugenie sedang dalam perjalanan kerja ke Jepang untuk galeri seni internasional Hauser & Wirth, tempat ia bekerja sejak 2015.
Perlu disebutkan bahwa acara tersebut dilaporkan terkait dengan usaha bisnis baru Pangeran Andrew, Innovate Global, yang didirikannya bersama Yang Tengbo.
Pangeran Andrew, yang mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada 2019 karena hubungannya dengan Jeffrey Epstein, kini bekerja dengan perusahaan Belanda Startupbootcamp (SBC).
Laporan baru mengungkapkan bahwa Pangeran Andrew akan memperoleh penghasilan jutaan dolar dengan membagikan kontak bisnisnya, yang akan membantunya membeli rumahnya di Royal Lodge.
Namun, Istana Buckingham membantah terlibat, dengan mengatakan bahwa para pejabat tidak meninjau atau menyetujui perjanjian keuangan apa pun.
Kini, Putri Eugenie telah melibatkan dirinya dalam kontroversi tersebut, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia secara sadar terlibat dalam urusan bisnis sang pangeran.
Sebelumnya, Pangeran William dikabarkan kehilangan kesabaran terhadap Pangeran Andrew, terutama setelah pamannya kembali terseret dalam skandal baru. Calon Raja Inggris ini tidak ingin Andrew hadir dalam acara makan siang pra-Natal kerajaan karena dianggap merusak citra keluarga.
Pangeran William tidak menginginkan kehadiran Pangeran Andrew dalam acara tersebut, meskipun ia dan istrinya, Kate Middleton, sendiri tidak menghadiri perjamuan tersebut.
Para pakar kerajaan menilai bahwa ketegangan antara William dan Andrew semakin meningkat karena penerus takhta selanjutnya itu menganggap pamannya sebagai ancaman bagi citra Keluarga Kerajaan.
Pakar kerajaan Jennie Bond pernah menyatakan kepada OK! bahwa William dengan cepat memahami dampak negatif Andrew terhadap reputasi kerajaan. Pangeran William Kehilangan Kesabaran terhadap Andrew, Reputasi Kerajaan Jadi Taruhan
“Saya pikir William menyadari bahwa Andrew membawa racun bagi citra kerajaan. Dengan cara yang cukup tegas dan berorientasi bisnis, ia mendorong agar Andrew dikeluarkan dari lingkaran resmi kerajaan,” kata Bond.
Ketegangan ini semakin diperburuk dengan keterlibatan Andrew dalam skandal Jeffrey Epstein. Setelah kehilangan sebagian besar gelar kerajaannya, ayah dua anak itu kembali menjadi sorotan karena diduga berbohong mengenai kontak terakhirnya dengan Epstein.
Baca Juga: Siapa Aga Khan V? Keturunan Nabi Muhammad yang Diberi Gelar Yang Mulai oleh Raja Charles
Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan oleh Virginia Giuffre dengan jumlah yang dirahasiakan. Giuffre menuduh bahwa ia dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew pada awal 2000-an ketika masih berusia 17 tahun.
Meskipun terus membantah tuduhan tersebut, skandal ini telah merusak reputasinya secara permanen. Dokumen pengadilan terbaru mengungkap bahwa adik Raja Charles III itu tetap berkomunikasi dengan Epstein selama dua bulan lebih lama dari yang ia klaim sebelumnya.
(tdy)
Lihat Juga :