Apakah Pangeran Harry Masih Bisa Menjadi Raja Inggris? Begini Peluangnya untuk Naik Takhta
Jum'at, 14 Februari 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan empat orang di atasnya, Harry hanya bisa menjadi raja jika semua yang berada di depannya dalam garis suksesi menolak takhta, mengundurkan diri, atau kehilangan hak suksesi karena suatu alasan tertentu.
Dalam sejarah Inggris, memang ada beberapa kasus di mana seorang raja turun takhta atau digantikan. Seperti Raja Edward VIII yang mengundurkan diri pada 1936 untuk menikahi Wallis Simpson. Selain itu, Henry VIII yang menyingkirkan keponakannya, Lady Jane Grey, setelah sembilan hari berkuasa.
Baca Juga: Pangeran Harry Membuat Keputusan Bodoh untuk Menyakiti Raja Charles III
Namun, dalam kondisi saat ini, William dan ketiga anaknya berada dalam posisi kuat, sehingga kemungkinan putra sulung Charles dan mendiang Putri Diana itu menjadi raja tetap kecil.
Pada 2020, Pangeran Harry dan Meghan Markle mengumumkan bahwa mereka mundur sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan. Keputusan ini membawa dampak besar, di antaranya Harry tidak lagi menjalankan tugas kerajaan secara resmi. Ia juga tidak menerima dana dari kerajaan dan memilih hidup mandiri di Amerika Serikat.
Hubungannya dengan anggota Keluarga Kerajaan, terutama Pangeran William dan Raja Charles III, juga menjadi lebih renggang. Meskipun demikian, ayah dua anak itu tetap mempertahankan gelar Pangeran dan posisi dalam garis suksesi, tetapi ia sudah tidak dianggap sebagai bagian dari pilar utama kerajaan.
Keputusan Harry untuk meninggalkan kehidupan kerajaan membuatnya tidak lagi menjadi pilihan utama sebagai penerus takhta. Terutama karena raja diharapkan untuk menjalankan tugas kenegaraan dan menjaga hubungan erat dengan pemerintahan Inggris.
Dalam sejarah Inggris, memang ada beberapa kasus di mana seorang raja turun takhta atau digantikan. Seperti Raja Edward VIII yang mengundurkan diri pada 1936 untuk menikahi Wallis Simpson. Selain itu, Henry VIII yang menyingkirkan keponakannya, Lady Jane Grey, setelah sembilan hari berkuasa.
Baca Juga: Pangeran Harry Membuat Keputusan Bodoh untuk Menyakiti Raja Charles III
Namun, dalam kondisi saat ini, William dan ketiga anaknya berada dalam posisi kuat, sehingga kemungkinan putra sulung Charles dan mendiang Putri Diana itu menjadi raja tetap kecil.
Pada 2020, Pangeran Harry dan Meghan Markle mengumumkan bahwa mereka mundur sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan. Keputusan ini membawa dampak besar, di antaranya Harry tidak lagi menjalankan tugas kerajaan secara resmi. Ia juga tidak menerima dana dari kerajaan dan memilih hidup mandiri di Amerika Serikat.
Hubungannya dengan anggota Keluarga Kerajaan, terutama Pangeran William dan Raja Charles III, juga menjadi lebih renggang. Meskipun demikian, ayah dua anak itu tetap mempertahankan gelar Pangeran dan posisi dalam garis suksesi, tetapi ia sudah tidak dianggap sebagai bagian dari pilar utama kerajaan.
Keputusan Harry untuk meninggalkan kehidupan kerajaan membuatnya tidak lagi menjadi pilihan utama sebagai penerus takhta. Terutama karena raja diharapkan untuk menjalankan tugas kenegaraan dan menjaga hubungan erat dengan pemerintahan Inggris.
Lihat Juga :