Apakah Pangeran Harry Masih Bisa Menjadi Raja Inggris? Begini Peluangnya untuk Naik Takhta
Jum'at, 14 Februari 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 3 Masalah yang Dihadapi Pangeran Harry saat Kembali ke Inggris, Salah Satunya Ratu Camilla
Jika dalam situasi yang tidak terduga semua orang di atas Harry dalam garis suksesi tidak bisa menjadi raja, secara teori ia akan naik takhta. Namun, Parlemen Inggris memiliki kekuatan hukum untuk mencegah hal tersebut.
Berdasarkan Bill of Rights 1689 dan Act of Settlement 1701, Parlemen Inggris memiliki hak untuk mengubah garis suksesi takhta dengan mengeluarkan seseorang dari daftar pewaris, menentukan siapa yang layak menjadi raja jika situasi darurat terjadi.
Parlemen pernah melakukan hal ini di masa lalu, seperti saat mereka menyingkirkan Raja James II dan menggantinya dengan putrinya, Mary II, serta suaminya, William III. Jika Harry suatu saat berada dalam posisi untuk naik takhta, tetapi tidak mendapat dukungan dari parlemen dan rakyat, kemungkinan besar parlemen akan mengubah aturan untuk menghindari kepemimpinannya.
Meskipun sangat tidak mungkin, ada beberapa skenario ekstrem di mana Harry bisa menjadi Raja Inggris. Di mana jika William, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis semuanya mengundurkan diri atau tidak bisa naik takhta karena alasan tertentu, maka garis suksesi akan berpindah ke Harry.
Namun, skenario ini sangat kecil kemungkinannya karena William sangat berkomitmen kepada tugas kerajaannya, dan anak-anak William akan dibesarkan dengan tanggung jawab untuk meneruskan takhta.
Sementara itu, jika suatu hari Harry memutuskan kembali ke kehidupan kerajaan, kemungkinan besar ia akan mendapatkan kembali dukungan publik. Namun, mengingat ia telah menjalani kehidupan independen di Amerika Serikat, kembalinya ke kerajaan tampak tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Jika dalam situasi yang tidak terduga semua orang di atas Harry dalam garis suksesi tidak bisa menjadi raja, secara teori ia akan naik takhta. Namun, Parlemen Inggris memiliki kekuatan hukum untuk mencegah hal tersebut.
Berdasarkan Bill of Rights 1689 dan Act of Settlement 1701, Parlemen Inggris memiliki hak untuk mengubah garis suksesi takhta dengan mengeluarkan seseorang dari daftar pewaris, menentukan siapa yang layak menjadi raja jika situasi darurat terjadi.
Parlemen pernah melakukan hal ini di masa lalu, seperti saat mereka menyingkirkan Raja James II dan menggantinya dengan putrinya, Mary II, serta suaminya, William III. Jika Harry suatu saat berada dalam posisi untuk naik takhta, tetapi tidak mendapat dukungan dari parlemen dan rakyat, kemungkinan besar parlemen akan mengubah aturan untuk menghindari kepemimpinannya.
Meskipun sangat tidak mungkin, ada beberapa skenario ekstrem di mana Harry bisa menjadi Raja Inggris. Di mana jika William, Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis semuanya mengundurkan diri atau tidak bisa naik takhta karena alasan tertentu, maka garis suksesi akan berpindah ke Harry.
Namun, skenario ini sangat kecil kemungkinannya karena William sangat berkomitmen kepada tugas kerajaannya, dan anak-anak William akan dibesarkan dengan tanggung jawab untuk meneruskan takhta.
Sementara itu, jika suatu hari Harry memutuskan kembali ke kehidupan kerajaan, kemungkinan besar ia akan mendapatkan kembali dukungan publik. Namun, mengingat ia telah menjalani kehidupan independen di Amerika Serikat, kembalinya ke kerajaan tampak tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
(dra)
Lihat Juga :