Pencegahan Anemia bagi Anak, Ibu Hamil dan Menyusui Jangan Diremehkan
Senin, 17 Februari 2025 - 14:51 WIB
loading...
Pencegahan anemia pada ibu hamil dan menyusui serta anak-anak sangat penting dilakukan. Foto/ verywellfamily
A
A
A
JAKARTA – Pencegahan anemia pada ibu hamil dan menyusui serta anak-anak sangat penting dilakukan. Sebab ibu hamil dan menyusui serta anak-anak hingga usia 5 tahun merupakan kelompok usia yang paling tinggi mengalami anemia defisiensi besi.
Data menunjukkan bahwa 3 dari 10 (28%) ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Selain pada ibu hamil, sekitar 1 dari 4 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun juga mengalami anemia.
Penelitian lain yang dilakukan pada lebih dari 400-an ibu hamil dan menyusui menunjukkan rata-rata konsumsi asupan zat besi hanya 44 persen dan 63 persen dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang disarankan.
Dr. Ade Jubaedah, S.Keb, Bdn, MM, MKM, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) menjelaskan, tingginya prevalensi anemia, disebabkan pola makan yang masih kurang asupan zat besi harian.
Terlebih lagi data menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia tidak mengkonsumsi makanan kaya zat besi.
"Oleh karena itu, penting untuk jadi perhatian serius, bahwa kondisi anemia baik pada ibu maupun pada anak ini dapat beresiko menyebabkan stunting yang dapat menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang optimal anak, sehingga bisa mengancam terwujudnya Generasi Emas 2045," kata Ade Jubaedah, Senin (17/2/2025).
Terkait upaya pencegahan anemia ini, IBI dan e-Nutri meluncurkan program Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui 'Gerakan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia Defisiensi Besi. Program Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui Gerakan Skrining dan Edukasi Pencegaha Anemia Defisiensi Besi ini sudah dimulai sejak 1 Februari 2025 secara serentak di seluruh Indonesia.
Di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diluncurkan secara resmi pada 13 Februari, bertepatan dengan Hari Kesadaran Anemia Sedunia 2025. Target program ini, lanjut Ade Jubaedah, dapat menjangkau 500 000 anak, ibu hamil dan ibu menyusui menggunakan Kalkulator Zat Besi pada aplikasi e-Nutri.
Dia menekankan pentingnya kegiatan skrining faktor resiko dalam setiap pelayanan kesehatan sehingga dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Bidan sebagai garda terdepan memiliki peran sentral dalam dalam upaya pencegahan dan deteksi dini masalah anemia defisiensi besi bagi ibu dan anak.
“Bidan berkomitmen penuh mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting. Kami percaya bahwa skrining anemia yang terintegrasi dalam setiap pelayanan sehari-hari bidan adalah kunci penting untuk mencapai target tersebut," tandasnya.
Data menunjukkan bahwa 3 dari 10 (28%) ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Selain pada ibu hamil, sekitar 1 dari 4 anak Indonesia berusia di bawah 5 tahun juga mengalami anemia.
Penelitian lain yang dilakukan pada lebih dari 400-an ibu hamil dan menyusui menunjukkan rata-rata konsumsi asupan zat besi hanya 44 persen dan 63 persen dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang disarankan.
Dr. Ade Jubaedah, S.Keb, Bdn, MM, MKM, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) menjelaskan, tingginya prevalensi anemia, disebabkan pola makan yang masih kurang asupan zat besi harian.
Terlebih lagi data menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia tidak mengkonsumsi makanan kaya zat besi.
"Oleh karena itu, penting untuk jadi perhatian serius, bahwa kondisi anemia baik pada ibu maupun pada anak ini dapat beresiko menyebabkan stunting yang dapat menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang optimal anak, sehingga bisa mengancam terwujudnya Generasi Emas 2045," kata Ade Jubaedah, Senin (17/2/2025).
Terkait upaya pencegahan anemia ini, IBI dan e-Nutri meluncurkan program Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui 'Gerakan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia Defisiensi Besi. Program Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui Gerakan Skrining dan Edukasi Pencegaha Anemia Defisiensi Besi ini sudah dimulai sejak 1 Februari 2025 secara serentak di seluruh Indonesia.
Di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diluncurkan secara resmi pada 13 Februari, bertepatan dengan Hari Kesadaran Anemia Sedunia 2025. Target program ini, lanjut Ade Jubaedah, dapat menjangkau 500 000 anak, ibu hamil dan ibu menyusui menggunakan Kalkulator Zat Besi pada aplikasi e-Nutri.
Dia menekankan pentingnya kegiatan skrining faktor resiko dalam setiap pelayanan kesehatan sehingga dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Bidan sebagai garda terdepan memiliki peran sentral dalam dalam upaya pencegahan dan deteksi dini masalah anemia defisiensi besi bagi ibu dan anak.
“Bidan berkomitmen penuh mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting. Kami percaya bahwa skrining anemia yang terintegrasi dalam setiap pelayanan sehari-hari bidan adalah kunci penting untuk mencapai target tersebut," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :