Putri Alice, Nenek Raja Charles III yang Idap Skizofrenia dan Jadi Subjek Eksperimen
Senin, 03 Maret 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada 1930, Alice didiagnosis mengidap skizofrenia. Ia mengalami delusi bahwa dirinya memiliki hubungan spiritual dengan Yesus Kristus dan sering menggunakan bahasa yang tidak biasa untuk menggambarkan pengalamannya. Keluarganya memutuskan untuk mengirimnya ke sanatorium di Berlin, kemudian ke Swiss, di mana ia menjalani perawatan di bawah pengawasan Sigmund Freud.
Freud menerapkan metode terapi yang kontroversial pada Alice, termasuk prosedur radiasi pada ovarium untuk mempercepat menopause dini. Menurut dokumenter Real Royalty, Freud berasumsi bahwa gangguan mental Alice disebabkan oleh represi seksual. Namun, perawatan ini justru membuat kondisinya semakin memburuk.
Baca Juga: Raja Charles Minta David Beckham Cari Influencer untuk The King's Foundation
![Putri Alice, Nenek Raja Charles III yang Idap Skizofrenia dan Jadi Subjek Eksperimen]()
Foto/South China Morning Post
Alice mengklaim dirinya waras, tetapi ia tetap ditahan di fasilitas psikiatri selama lebih dari dua tahun sebelum akhirnya dibebaskan.
Pada 1937, Alice kembali bertemu dengan anak-anaknya ketika menghadiri pemakaman putrinya, Cecilie, yang tewas dalam kecelakaan pesawat. Saat itu, Philip difoto bersama pria berseragam Nazi, yang menimbulkan kontroversi.
Menurut Town & Country, semua anak Alice menikah dengan bangsawan Jerman, dan tiga di antaranya memiliki hubungan dengan Partai Nazi. Hal ini kemudian menjadi sumber ketegangan bagi Philip, yang memilih untuk berkarier di Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan akhirnya berseberangan dengan sebagian anggota keluarganya.
Saat Perang Dunia II berlangsung, Alice kembali ke Yunani dan memilih untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ia melindungi keluarga Yahudi dari Nazi dengan menyembunyikan mereka di apartemennya di Athena.
Baca Juga: Raja Charles dan Ratu Camilla Ikut Sambut Ramadan, Cek Kesiapan Restoran di London
Freud menerapkan metode terapi yang kontroversial pada Alice, termasuk prosedur radiasi pada ovarium untuk mempercepat menopause dini. Menurut dokumenter Real Royalty, Freud berasumsi bahwa gangguan mental Alice disebabkan oleh represi seksual. Namun, perawatan ini justru membuat kondisinya semakin memburuk.
Baca Juga: Raja Charles Minta David Beckham Cari Influencer untuk The King's Foundation

Foto/South China Morning Post
Alice mengklaim dirinya waras, tetapi ia tetap ditahan di fasilitas psikiatri selama lebih dari dua tahun sebelum akhirnya dibebaskan.
Pada 1937, Alice kembali bertemu dengan anak-anaknya ketika menghadiri pemakaman putrinya, Cecilie, yang tewas dalam kecelakaan pesawat. Saat itu, Philip difoto bersama pria berseragam Nazi, yang menimbulkan kontroversi.
Menurut Town & Country, semua anak Alice menikah dengan bangsawan Jerman, dan tiga di antaranya memiliki hubungan dengan Partai Nazi. Hal ini kemudian menjadi sumber ketegangan bagi Philip, yang memilih untuk berkarier di Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan akhirnya berseberangan dengan sebagian anggota keluarganya.
Saat Perang Dunia II berlangsung, Alice kembali ke Yunani dan memilih untuk membantu mereka yang membutuhkan. Ia melindungi keluarga Yahudi dari Nazi dengan menyembunyikan mereka di apartemennya di Athena.
Baca Juga: Raja Charles dan Ratu Camilla Ikut Sambut Ramadan, Cek Kesiapan Restoran di London
Lihat Juga :