Ingin Diet Lancar Selama Puasa? Ini Solusi Bantu Jaga Berat Badan
Senin, 03 Maret 2025 - 19:20 WIB
loading...
Sebagian orang memanfaatkan puasa Ramadan sebagai momentum menjaga kebugaran tubuh sekaligus menurunkan berat badan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sebagian orang memanfaatkan puasa Ramadan sebagai momentum menjaga kebugaran tubuh sekaligus menurunkan berat badan. Walau upaya itu kerap berhasil, tapi tak sedikit orang yang kesulitan mencapai tujuan tersebut. Penyebabnya beragam, mulai dari asupan nutrisi yang belum seimbang juga kebiasaan makan yang kurang tepat. Belum lagi bila dihadapkan dengan keluhan nyeri lambung yang menyiksa.
Ahli Gizi LIGHThouse Clinic, Veronica, S.Gz. menjelaskan, nyeri lambung disebabkan kosongnya perut dalam rentang lama, asam lambung yang meningkat, menimbulkan rasa perih di perut, nyeri ulu hati dan sensasi panas di tenggorokan. Tubuh juga terasa lemas karena kurangnya asupan kalori.
LIGHThouse Clinic dari LIGHT Group memahami betul bahwa pola makan akan mempengaruhi kondisi dan daya tahan pasien saat berpuasa. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang manajemen berat badan, LIGHThouse Clinic berkomitmen membantu pasien untuk mengontrol berat badan bersamaan dengan menjalani pola hidup sehat, termasuk saat berpuasa. Tercatat sudah ada lebih dari 90 ribu pasien yang menurunkan berat badannya melalui LIGHTweight-signature diet program rancangan dr. Grace Judio Kahl, CEO dan Founder dari LIGHT Group.
Berangkat dari pengetahuan yang sudah teruji di puluhan ribu pasien, LIGHThouse Clinic menganalisa kebutuhan stimulus pendukung bagi pasien yang sedang berpuasa dan menjalani diet. Untuk menyiasati keluhan badan lemas dan nyeri lambung agar tetap fit meraih target berat badan selama puasa Ramadan, LIGHThouse Clinic memperkenalkan treatment IV Slim & Fit Booster series yang bisa menjadi andalan. Konsumen dapat berkonsultasi dengan dokter di LIGHThouse Clinic untuk mendapatkan jenis perawatan booster yang tepat melalui IV (intravena), Slim & Fit Booster series ini dapat dijalani setelah berbuka puasa dengan beberapa pilihan:
Baca Juga: Fiersa Besari Dievakuasi dari Puncak Carstensz Papua, Begini Kondisinya Sekarang
Ahli Gizi LIGHThouse Clinic, Veronica, S.Gz. menjelaskan, nyeri lambung disebabkan kosongnya perut dalam rentang lama, asam lambung yang meningkat, menimbulkan rasa perih di perut, nyeri ulu hati dan sensasi panas di tenggorokan. Tubuh juga terasa lemas karena kurangnya asupan kalori.
LIGHThouse Clinic dari LIGHT Group memahami betul bahwa pola makan akan mempengaruhi kondisi dan daya tahan pasien saat berpuasa. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang manajemen berat badan, LIGHThouse Clinic berkomitmen membantu pasien untuk mengontrol berat badan bersamaan dengan menjalani pola hidup sehat, termasuk saat berpuasa. Tercatat sudah ada lebih dari 90 ribu pasien yang menurunkan berat badannya melalui LIGHTweight-signature diet program rancangan dr. Grace Judio Kahl, CEO dan Founder dari LIGHT Group.
Berangkat dari pengetahuan yang sudah teruji di puluhan ribu pasien, LIGHThouse Clinic menganalisa kebutuhan stimulus pendukung bagi pasien yang sedang berpuasa dan menjalani diet. Untuk menyiasati keluhan badan lemas dan nyeri lambung agar tetap fit meraih target berat badan selama puasa Ramadan, LIGHThouse Clinic memperkenalkan treatment IV Slim & Fit Booster series yang bisa menjadi andalan. Konsumen dapat berkonsultasi dengan dokter di LIGHThouse Clinic untuk mendapatkan jenis perawatan booster yang tepat melalui IV (intravena), Slim & Fit Booster series ini dapat dijalani setelah berbuka puasa dengan beberapa pilihan:
Baca Juga: Fiersa Besari Dievakuasi dari Puncak Carstensz Papua, Begini Kondisinya Sekarang
Lihat Juga :