Komnas Perempuan Kecam Pernyataan Seksis Ahmad Dhani soal Pemain Naturalisasi
Jum'at, 07 Maret 2025 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Selain dinilai merendahkan perempuan, pernyataan musisi yang kini menjadi wakil rakyat tersebut juga mengandung unsur rasisme karena secara tidak langsung menyiratkan bahwa kualitas genetik pemain sepak bola dari luar negeri lebih unggul dibandingkan dengan pemain asal Indonesia.
Baca Juga: Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Jodohkan Pemain Naturalisasi dengan Wanita Indonesia
Komnas Perempuan menilai bahwa hal ini merendahkan martabat bangsa serta bertentangan dengan semangat nasionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi oleh anggota DPR RI.
“Pernyataan ini juga merendahkan martabat Indonesia dengan rasisme karena seolah kualitas laki-laki pesepakbola dari luar negeri memiliki sifat genetik yang lebih baik daripada dari Indonesia. Kalimat rasis tampak dalam penekanan agar naturalisasi tidak kepada yang bule karena ras Eropa yang berbeda,” ujarnya.
Komnas Perempuan juga menyoroti bahwa dalam sistem hukum Indonesia, pernikahan memiliki ketentuan yang jelas, baik dalam Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam, yang mengatur dengan ketat persyaratan poligami untuk mencegah eksploitasi terhadap perempuan.
Pernyataan pria 52 tahun itu yang menyebutkan kemungkinan pemain sepak bola yang beragama Islam dapat menikahi empat perempuan justru menunjukkan ketidaktahuannya terhadap aturan yang berlaku, serta mengabaikan prinsip penghormatan terhadap perempuan sebagai individu yang memiliki hak dan martabat yang setara.
Baca Juga: Ahmad Dhani Sindir Adab Agnez Mo: Contoh yang Tidak Baik!
“Padahal hukum Indonesia, dalam hal ini UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, mengatur ketentuan dan prasyarat yang ketat untuk mencegah perkawinan lebih dari satu orang menjadi sekedar menguntungkan satu pihak dan mengeksploitasi lainnya,” ungkapnya.
Baca Juga: Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Jodohkan Pemain Naturalisasi dengan Wanita Indonesia
Komnas Perempuan menilai bahwa hal ini merendahkan martabat bangsa serta bertentangan dengan semangat nasionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi oleh anggota DPR RI.
“Pernyataan ini juga merendahkan martabat Indonesia dengan rasisme karena seolah kualitas laki-laki pesepakbola dari luar negeri memiliki sifat genetik yang lebih baik daripada dari Indonesia. Kalimat rasis tampak dalam penekanan agar naturalisasi tidak kepada yang bule karena ras Eropa yang berbeda,” ujarnya.
Komnas Perempuan juga menyoroti bahwa dalam sistem hukum Indonesia, pernikahan memiliki ketentuan yang jelas, baik dalam Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam, yang mengatur dengan ketat persyaratan poligami untuk mencegah eksploitasi terhadap perempuan.
Pernyataan pria 52 tahun itu yang menyebutkan kemungkinan pemain sepak bola yang beragama Islam dapat menikahi empat perempuan justru menunjukkan ketidaktahuannya terhadap aturan yang berlaku, serta mengabaikan prinsip penghormatan terhadap perempuan sebagai individu yang memiliki hak dan martabat yang setara.
Baca Juga: Ahmad Dhani Sindir Adab Agnez Mo: Contoh yang Tidak Baik!
“Padahal hukum Indonesia, dalam hal ini UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, mengatur ketentuan dan prasyarat yang ketat untuk mencegah perkawinan lebih dari satu orang menjadi sekedar menguntungkan satu pihak dan mengeksploitasi lainnya,” ungkapnya.
Lihat Juga :