Penuh Syukur dan Haru, Juragan 99 Berhasil Menaklukkan Tokyo Marathon
Senin, 10 Maret 2025 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Keluarga Kerajaan Ancam Cabut Gelar Pangeran Harry dan Meghan Markle
Bagi pelari yang terbiasa dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, aklimatisasi menjadi faktor kunci agar tubuh tidak mengalami kejutan saat berkompetisi. Gilang W. Pramana, yang mengikuti kategori full marathon di Tokyo, merasakan sendiri tantangan ini selama perlombaan. Perbedaan suhu dapat memengaruhi pernapasan, hidrasi, serta efisiensi energi tubuh, sehingga persiapan fisik dan strategi yang tepat menjadi sangat penting. Gilang W. Pramana mengikuti kategori full marathon, melewati berbagai landmark ikonik di ibu kota Jepang, termasuk Tokyo Metropolitan Government Building, Asakusa, dan Tokyo Station. Bagi Gilang, marathon ini lebih dari sekadar ajang olahraga, tetapi juga pembuktian diri bahwa batasan hanya ada jika seseorang membiarkannya.
"Ketika mencapai garis finish, saya menangis haru. Ini marathon pertama saya dan saya bisa menyelesaikannya. Saya bangga bisa membanggakan istri dan anak saya, serta berharap bisa memberikan motivasi serta inspirasi bagi tim dan komunitas di sekitar saya. Saya percaya bisa terus push limit, karena yakin, kalau kita tidak punya batas. Kalau saya bisa, semua orang juga bisa! Marathon Tokyo ini luar biasa, sebuah perjalanan yang akan selalu saya ingat," tambahnya.
Gilang juga menyampaikan bahwa marathon bukan hanya soal olahraga, tetapi juga filosofi hidup. Ia berprinsip bahwa tidak cukup hanya sukses secara finansial, tetapi juga harus sehat dan bugar untuk menikmati hasil kerja keras.
"Tidak cukup hanya punya cuan, badan juga harus sehat. Tidak cukup hanya profit, tubuh juga harus fit. Saya akan lanjutkan perjalanan ini, dan ini bukan yang terakhir. Tunggu, saya akan marathon lagi tahun ini!"
Bagi pelari yang terbiasa dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, aklimatisasi menjadi faktor kunci agar tubuh tidak mengalami kejutan saat berkompetisi. Gilang W. Pramana, yang mengikuti kategori full marathon di Tokyo, merasakan sendiri tantangan ini selama perlombaan. Perbedaan suhu dapat memengaruhi pernapasan, hidrasi, serta efisiensi energi tubuh, sehingga persiapan fisik dan strategi yang tepat menjadi sangat penting. Gilang W. Pramana mengikuti kategori full marathon, melewati berbagai landmark ikonik di ibu kota Jepang, termasuk Tokyo Metropolitan Government Building, Asakusa, dan Tokyo Station. Bagi Gilang, marathon ini lebih dari sekadar ajang olahraga, tetapi juga pembuktian diri bahwa batasan hanya ada jika seseorang membiarkannya.
"Ketika mencapai garis finish, saya menangis haru. Ini marathon pertama saya dan saya bisa menyelesaikannya. Saya bangga bisa membanggakan istri dan anak saya, serta berharap bisa memberikan motivasi serta inspirasi bagi tim dan komunitas di sekitar saya. Saya percaya bisa terus push limit, karena yakin, kalau kita tidak punya batas. Kalau saya bisa, semua orang juga bisa! Marathon Tokyo ini luar biasa, sebuah perjalanan yang akan selalu saya ingat," tambahnya.
Gilang juga menyampaikan bahwa marathon bukan hanya soal olahraga, tetapi juga filosofi hidup. Ia berprinsip bahwa tidak cukup hanya sukses secara finansial, tetapi juga harus sehat dan bugar untuk menikmati hasil kerja keras.
"Tidak cukup hanya punya cuan, badan juga harus sehat. Tidak cukup hanya profit, tubuh juga harus fit. Saya akan lanjutkan perjalanan ini, dan ini bukan yang terakhir. Tunggu, saya akan marathon lagi tahun ini!"
Lihat Juga :