Penuh Syukur dan Haru, Juragan 99 Berhasil Menaklukkan Tokyo Marathon
Senin, 10 Maret 2025 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun target awalnya adalah 4 jam 45 menit, ia akhirnya menyelesaikan Tokyo Marathon dalam 5 jam 20 menit. Namun, hal ini tidak membuatnya kecewa. Sebaliknya, ia semakin termotivasi untuk memberikan 99% usaha plus 1% ekstra agar bisa mencapai 100% maksimal di marathon berikutnya.
Baca Juga: Ratu Camilla Menangis, Dokter Prediksi Umur Raja Charles III Tinggal 1 Tahun
Sepanjang perjalanan, Gilang merasakan besarnya dukungan dari keluarga dan tim. Bahkan, di setiap kilometer, ia mencari-cari keberadaan anaknya di antara penonton, berharap bisa memeluknya di garis finish. "Setiap mendengar suara anak kecil, saya langsung mencari, berharap itu anak saya. Saya ingin bisa memeluknya sambil berlari. Akhirnya, saya menemukan anak saya di finish. Support system saya sangat luar biasa. Ketika mulai merasa capek, saya mengingat mereka, dan semangat saya kembali," katanya.
Setelah melewati Tokyo Marathon, Gilang menganggap kalau setiap langkah merupakan perjuangan, ketekunan dan tekad untuk terus melampaui batas diri. "Saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Terima kasih Allah, untuk keluarga, tim J99, dan semua support system yang sudah mendukung saya sejak awal. Ini baru permulaan, perjalanan saya belum selesai! Saya sudah beberapa kali menghadapi tantangan besar dalam hidup, dan setiap kali saya memilih untuk berjuang, saya selalu berkembang menjadi versi diri saya yang lebih baik. Saya percaya, selama ada niat dan usaha, nothing is impossible!" ujar Gilang.
Tokyo Marathon 2025 mungkin menjadi yang pertama baginya, tetapi jelas bukan yang terakhir. Ia berkomitmen untuk terus berlari, lebih siap, lebih kuat, dan lebih fokus di ajang berikutnya. Perjalanannya di dunia marathon baru saja dimulai, dan ia siap untuk menantang dirinya sendiri lebih jauh lagi. Finish strong, finish happy—ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru!
Baca Juga: Ratu Camilla Menangis, Dokter Prediksi Umur Raja Charles III Tinggal 1 Tahun
Sepanjang perjalanan, Gilang merasakan besarnya dukungan dari keluarga dan tim. Bahkan, di setiap kilometer, ia mencari-cari keberadaan anaknya di antara penonton, berharap bisa memeluknya di garis finish. "Setiap mendengar suara anak kecil, saya langsung mencari, berharap itu anak saya. Saya ingin bisa memeluknya sambil berlari. Akhirnya, saya menemukan anak saya di finish. Support system saya sangat luar biasa. Ketika mulai merasa capek, saya mengingat mereka, dan semangat saya kembali," katanya.
Setelah melewati Tokyo Marathon, Gilang menganggap kalau setiap langkah merupakan perjuangan, ketekunan dan tekad untuk terus melampaui batas diri. "Saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Terima kasih Allah, untuk keluarga, tim J99, dan semua support system yang sudah mendukung saya sejak awal. Ini baru permulaan, perjalanan saya belum selesai! Saya sudah beberapa kali menghadapi tantangan besar dalam hidup, dan setiap kali saya memilih untuk berjuang, saya selalu berkembang menjadi versi diri saya yang lebih baik. Saya percaya, selama ada niat dan usaha, nothing is impossible!" ujar Gilang.
Tokyo Marathon 2025 mungkin menjadi yang pertama baginya, tetapi jelas bukan yang terakhir. Ia berkomitmen untuk terus berlari, lebih siap, lebih kuat, dan lebih fokus di ajang berikutnya. Perjalanannya di dunia marathon baru saja dimulai, dan ia siap untuk menantang dirinya sendiri lebih jauh lagi. Finish strong, finish happy—ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru!
(dra)
Lihat Juga :