Tenun Troso Jepara: Keunikan Tradisi yang Kini Mendunia
Selasa, 11 Maret 2025 - 12:45 WIB
loading...
Jepara tak hanya dikenal sebagai kota ukir, juga sebagai pusat produksi kain tenun Troso. Foto/ ist
A
A
A
Jepara tak hanya dikenal sebagai kota ukir, tetapi juga sebagai pusat produksi kain tenun Troso yang kaya akan nilai budaya dan keindahan artistik. Salah satu produsen yang berkomitmen melestarikan warisan ini adalah Dirgantara Tenun Ikat, sebuah perusahaan yang lahir dari visi besar untuk membawa tenun Troso ke panggung nasional dan, ke depannya, mancanegara.
Mengawali Langkah dari Potensi Pasar Online
Didirikan pada tahun 2023 oleh Saiful Muhammad Abidin, S.Km., Dirgantara Tenun Ikat hadir sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan e-commerce. Menyadari peluang yang besar, perusahaan ini membentuk tim khusus untuk menggarap pasar digital dengan serius. Berlokasi di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Dirgantara Tenun Ikat kini mampu memproduksi 10.000 hingga 15.000 potong kain tenun per bulan serta 2.000 hingga 3.000 pakaian jadi, termasuk kemeja dan dress berbahan tenun.
Keunikan Tenun Troso: Antara Tradisi dan Modernitas
Keistimewaan produk Dirgantara Tenun Ikat terletak pada keasliannya. Perusahaan ini memproduksi kain tenun blanket, sebuah jenis tenun khas yang dihasilkan dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dibandingkan dengan kain tenun daerah lain, tenun Troso menawarkan perpaduan antara motif tradisional dan kontemporer, menciptakan nilai estetika yang unik dan relevan dengan tren mode modern.
Motif-motif yang dihasilkan sangat beragam, termasuk misris, krisna, ukir, rantai, mawar, burung, bambu, naga, hingga modifikasi dari motif klasik seperti daun lompong, cemara, dan gapura Mantingan. Dengan kombinasi ini, Dirgantara Tenun Ikat memastikan bahwa setiap helai kain yang diproduksi tidak hanya mencerminkan keindahan budaya, tetapi juga dapat diterima oleh pasar yang lebih luas.
Membangun Branding Digital dan Strategi Pasar
Dirgantara Tenun Ikat memiliki strategi pemasaran yang kuat dengan memanfaatkan berbagai platform e-commerce terkemuka seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada. Perusahaan ini juga aktif di media sosial, termasuk Instagram, Facebook, TikTok, dan X, untuk meningkatkan kesadaran merek dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Meskipun saat ini fokus utama pemasaran masih pada pasar domestik, visi jangka panjang perusahaan adalah membawa tenun Troso ke pasar internasional. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan apresiasi terhadap tenun Troso serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kain tradisional berkualitas tinggi.
Komitmen terhadap Budaya dan Pemberdayaan Perajin Lokal
Lebih dari sekadar bisnis, Dirgantara Tenun Ikat berupaya melestarikan budaya tenun Troso dengan memberdayakan para perajin lokal. Melalui kerja sama dengan para pengrajin, perusahaan ini memastikan bahwa tradisi menenun tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Selain itu, perusahaan ini juga menerapkan prinsip keberlanjutan dengan mendukung diskusi terbuka dengan masyarakat setempat agar setiap kebijakan bisnis tetap selaras dengan kebutuhan sosial dan lingkungan.
Mengawali Langkah dari Potensi Pasar Online
Didirikan pada tahun 2023 oleh Saiful Muhammad Abidin, S.Km., Dirgantara Tenun Ikat hadir sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan e-commerce. Menyadari peluang yang besar, perusahaan ini membentuk tim khusus untuk menggarap pasar digital dengan serius. Berlokasi di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Dirgantara Tenun Ikat kini mampu memproduksi 10.000 hingga 15.000 potong kain tenun per bulan serta 2.000 hingga 3.000 pakaian jadi, termasuk kemeja dan dress berbahan tenun.
Keunikan Tenun Troso: Antara Tradisi dan Modernitas
Keistimewaan produk Dirgantara Tenun Ikat terletak pada keasliannya. Perusahaan ini memproduksi kain tenun blanket, sebuah jenis tenun khas yang dihasilkan dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dibandingkan dengan kain tenun daerah lain, tenun Troso menawarkan perpaduan antara motif tradisional dan kontemporer, menciptakan nilai estetika yang unik dan relevan dengan tren mode modern.
Motif-motif yang dihasilkan sangat beragam, termasuk misris, krisna, ukir, rantai, mawar, burung, bambu, naga, hingga modifikasi dari motif klasik seperti daun lompong, cemara, dan gapura Mantingan. Dengan kombinasi ini, Dirgantara Tenun Ikat memastikan bahwa setiap helai kain yang diproduksi tidak hanya mencerminkan keindahan budaya, tetapi juga dapat diterima oleh pasar yang lebih luas.
Membangun Branding Digital dan Strategi Pasar
Dirgantara Tenun Ikat memiliki strategi pemasaran yang kuat dengan memanfaatkan berbagai platform e-commerce terkemuka seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada. Perusahaan ini juga aktif di media sosial, termasuk Instagram, Facebook, TikTok, dan X, untuk meningkatkan kesadaran merek dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Meskipun saat ini fokus utama pemasaran masih pada pasar domestik, visi jangka panjang perusahaan adalah membawa tenun Troso ke pasar internasional. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan apresiasi terhadap tenun Troso serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kain tradisional berkualitas tinggi.
Komitmen terhadap Budaya dan Pemberdayaan Perajin Lokal
Lebih dari sekadar bisnis, Dirgantara Tenun Ikat berupaya melestarikan budaya tenun Troso dengan memberdayakan para perajin lokal. Melalui kerja sama dengan para pengrajin, perusahaan ini memastikan bahwa tradisi menenun tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Selain itu, perusahaan ini juga menerapkan prinsip keberlanjutan dengan mendukung diskusi terbuka dengan masyarakat setempat agar setiap kebijakan bisnis tetap selaras dengan kebutuhan sosial dan lingkungan.
Lihat Juga :