Belum Yakin Mau Kuliah? Mungkin Ambil Gap Year Aja!
Sabtu, 05 September 2020 - 09:24 WIB
loading...
Gap year atau rehat minimal setahun setelah lulus SMA bisa jadi bahan pertimbangan saat kamu belum mantap untuk kuliah. Foto/smartcollegevisit.com
A
A
A
JAKARTA - Setelah lulus SMA, langsung melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi adalah hal yang lazim, bahkan wajib, bagi banyak orang. Tapi, ada juga yang memilih untuk rehat 1-2 tahun sebelum memutuskan jadi mahasiswa. Kenapa?
Di luar negeri, istilah rehat sejenak setelah lulus SMA disebut gap year atau sabbatical year. Istilah ini juga berlaku untuk yang memilih istirahat dulu sebelum mencari kerja. Hal ini lazim dilakukan di luar negeri, tapi gak dengan di Indonesia.
Meski begitu, belakangan mulai banyak siswa lulusan SMA yang mengambil gap year. Alasannya beragam. Mulai dari mempersiapkan diri lebih matang supaya bisa masuk ke kampus impian, mau memperluas wawasan, melakukan perjalanan jauh, sampai mau rehat dan melakukan hal-hal yang disukai sekaligus mengeksplorasi diri lebih dalam.
Salah satu yang pernah mengambil masa gap year adalah Nara Sandy. Mahasiswa jurusan Public Relations Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka ini memilih gap year setelah lulus SMA karena mau melanjutkan pendidikan ke Akademi Polisi. Selama setahun, dia pun mengasah kemampuan dirinya supaya bisa lulus Akademi Polisi.
![Belum Yakin Mau Kuliah? Mungkin Ambil Gap Year Aja!]()
Nara Sandy. Foto: Dok. Nara Shandy
“Selama setahun guemasuk lembaga yang isinya latihan olahraga yang mengacu sama tes untuk Akademi Polisi, seperti lari 12 menit, push up, pull up, sit up, shuttle run, dan renang 25 meter,” ujar Nara yang mau masuk Akademi Polisi karena keinginan orang tuanya.
Pada akhirnya, Nara gak lolos seleksi Akademi Polisi. Tapi, dia merasa waktu setahun saat gap yeargak terbuang sia-sia karena dia banyak belajar tentang dirinya sendiri selama menjalaninya.
Di luar negeri, istilah rehat sejenak setelah lulus SMA disebut gap year atau sabbatical year. Istilah ini juga berlaku untuk yang memilih istirahat dulu sebelum mencari kerja. Hal ini lazim dilakukan di luar negeri, tapi gak dengan di Indonesia.
Meski begitu, belakangan mulai banyak siswa lulusan SMA yang mengambil gap year. Alasannya beragam. Mulai dari mempersiapkan diri lebih matang supaya bisa masuk ke kampus impian, mau memperluas wawasan, melakukan perjalanan jauh, sampai mau rehat dan melakukan hal-hal yang disukai sekaligus mengeksplorasi diri lebih dalam.
Salah satu yang pernah mengambil masa gap year adalah Nara Sandy. Mahasiswa jurusan Public Relations Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka ini memilih gap year setelah lulus SMA karena mau melanjutkan pendidikan ke Akademi Polisi. Selama setahun, dia pun mengasah kemampuan dirinya supaya bisa lulus Akademi Polisi.

Nara Sandy. Foto: Dok. Nara Shandy
“Selama setahun guemasuk lembaga yang isinya latihan olahraga yang mengacu sama tes untuk Akademi Polisi, seperti lari 12 menit, push up, pull up, sit up, shuttle run, dan renang 25 meter,” ujar Nara yang mau masuk Akademi Polisi karena keinginan orang tuanya.
Pada akhirnya, Nara gak lolos seleksi Akademi Polisi. Tapi, dia merasa waktu setahun saat gap yeargak terbuang sia-sia karena dia banyak belajar tentang dirinya sendiri selama menjalaninya.
Lihat Juga :