5 Anggota Keluarga Kerajaan Inggris yang Melanggar Aturan Istana, Pangeran Harry Paling Sering

Minggu, 30 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
5 Anggota Keluarga Kerajaan...
Beberapa anggota keluarga Kerajaan Inggris tercatat pernah melanggar aturan istana yang ketat. Kasus perselingkuhan menjadi salah satu pelanggaran sering. Foto/People
A A A
JAKARTA - Beberapa anggota keluarga Kerajaan Inggris tercatat pernah melanggar aturan istana yang ketat. Menariknya, kasus perselingkuhan menjadi salah satu pelanggaran yang paling sering mencuat ke permukaan.

Dari kisah cinta segitiga Raja Charles III, Putri Diana dan Ratu Camilla, hubungan kontroversial Putri Margaret, hingga skandal pribadi yang mengguncang nama baik Kerajaan Inggris, deretan pelanggaran ini memperlihatkan bahwa kehidupan di balik dinding istana tidak selalu seindah citra yang dibangun di hadapan publik.

Berikut sederet anggota keluarga Kerajaan Inggris yang melanggar aturan Istana dilansir dari Express, Minggu (30/3/2025).

5 Anggota Keluarga Kerajaan Inggris yang Melanggar Aturan Istana



Baca Juga: Keluarga Kerajaan Bakal Menyetujui Pencabutan Gelar Pangeran Harry dan Meghan Markle

1. Raja Edward VIII


Raja Edward VIII, yang naik takhta pada Januari 1936, mencatat sejarah sebagai satu-satunya penguasa Inggris modern yang secara sukarela melepaskan takhtanya demi menikahi Wallis Simpson, seorang wanita Amerika yang telah dua kali bercerai.

Di mana pada masa itu dianggap tidak layak menjadi ratu oleh Gereja Inggris yang konservatif, terlebih karena raja juga menjabat sebagai kepala gereja tersebut. Keputusan Edward untuk lebih memilih cinta pribadinya daripada tugas kenegaraan menciptakan krisis konstitusional yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini membuatnya turun takhta hanya 11 bulan setelah dinobatkan, yang kemudian digantikan oleh adiknya, George VI, ayah dari Ratu Elizabeth II. Kejadian ini menjadi pelanggaran besar terhadap norma kerajaan, di mana pernikahan pribadi tidak boleh mengorbankan stabilitas nasional dan struktur kerajaan.

2. Pangeran Andrew


Pangeran Andrew, Duke of York, anak kedua dari Ratu Elizabeth II, menjadi pusat perhatian global ketika namanya terseret dalam kasus hukum yang melibatkan Jeffrey Epstein, seorang miliarder Amerika Serikat yang dituduh sebagai pelaku perdagangan seks dan penyalahgunaan perempuan di bawah umur.

Meskipun Andrew membantah keterlibatannya, pengakuan dari Virginia Giuffre yang mengklaim telah dilecehkan oleh Andrew saat masih di bawah umur, serta wawancara bencana dengan program Newsnight BBC pada 2019 yang menunjukkan kurangnya empati dan penyesalan dari sang pangeran, menyebabkan reputasinya hancur.

Akibat tekanan publik dan dalam upaya melindungi institusi kerajaan, Andrew dicopot dari semua tugas resmi kerajaan dan kehilangan gelar militer serta perlindungan kerajaan. Ini menjadi salah satu contoh paling memalukan dari pelanggaran etika di lingkungan monarki.



Baca Juga: Meghan Markle Tolak Memutuskan Hubungan dengan Keluarga Kerajaan

3. Pangeran Harry


Pangeran Harry, Duke of Sussex, bersama istrinya Meghan Markle, mengambil keputusan mengejutkan pada awal 2020 dengan mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Mereka memilih untuk hidup mandiri secara finansial di Amerika Serikat.

Pasangan ini kemudian melakukan wawancara terbuka dengan Oprah Winfrey yang memuat berbagai pengakuan sensasional. Termasuk tuduhan bahwa ada anggota keluarga kerajaan yang membuat komentar bernuansa rasis tentang warna kulit anak mereka yang belum lahir.

Termasuk keluhan tentang tekanan mental yang tidak ditanggapi oleh pihak istana. Langkah Harry dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan internal kerajaan dan menimbulkan ketegangan yang mendalam dengan keluarganya, khususnya dengan ayahnya, Raja Charles III, dan kakaknya, Pangeran William.

4. Putri Margaret


Putri Margaret, adik dari Ratu Elizabeth II, juga pernah menjadi sorotan publik karena hubungan cintanya dengan Group Captain Peter Townsend, seorang pilot RAF yang telah bercerai, sesuatu yang sangat tabu bagi lingkungan kerajaan saat itu.

Khususnya karena Margaret adalah anggota keluarga senior yang hidup dalam bayang-bayang aturan agama dan adat. Hubungan mereka, meskipun penuh cinta, harus dikorbankan demi menjaga reputasi kerajaan, karena pernikahan dengan pria yang bercerai bertentangan dengan ajaran Gereja Inggris.

Margaret akhirnya memutuskan untuk tidak menikahi Townsend, dan meskipun tidak terjadi pelanggaran dalam bentuk hukum, keputusan untuk menjalin hubungan tersebut tetap dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap nilai tradisional kerajaan.

5. Raja Charles III


Raja Charles III, selama beberapa dekade menjadi figur yang kompleks dalam narasi kerajaan. Terutama karena kehidupan pribadinya yang penuh kontroversi, termasuk kisah perselingkuhannya dengan Ratu Camilla saat masih sah menjadi suami Putri Diana.

Meskipun menikahi Diana pada 1981, Charles diketahui tetap menjalin hubungan dekat dengan Camilla, yang pada akhirnya menyebabkan keretakan rumah tangganya, serta melukai citra publik yang kala itu sangat mencintai Diana sebagai ikon kerajaan.

Setelah perceraian mereka pada 1996 dan kematian tragis Diana pada 1997, reputasi Charles mengalami penurunan drastis. Hubungan yang dianggap tidak setia tersebut menjadi pelanggaran moral yang mencoreng nama kerajaan, meskipun kini perlahan dipulihkan setelah ia menikahi Camilla dan naik takhta sebagai raja pada 2022.

Baca Juga: Kate Middleton Dikeluarkan dari Unggahan Keluarga Kerajaan, Dinilai Tidak Sopan
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Rekomendasi
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
5 Anggota NATO Terlemah...
5 Anggota NATO Terlemah di 2025, Ada Negara Paling Aman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved