Kim Soo Hyun Tegaskan Bukan Penyebab Kim Sae Ron Meninggal Bunuh Diri
Selasa, 01 April 2025 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam rekaman tersebut, mereka mengklaim bahwa perusahaan saya menekan almarhum atas utangnya dengan mengirimkan surat panggilan hukum kedua. Namun, dalam panggilan telepon dengan CEO agensi saya setahun yang lalu, orang yang sama mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda. Harap dengarkan sendiri," lanjutnya.
Menurut Kim Soo Hyun, surat hukum yang dimaksud bukanlah bentuk tekanan, melainkan prosedur formal terkait perjanjian administratif. Ia mengaku baru mengetahui rincian tersebut setelah kematian Kim Sae Ron mencuat ke publik.
"Saya baru tahu setelah semua yang terjadi, tetapi ini adalah kebenaran tentang pemberitahuan hukum kedua. Jadi, saya tidak tahu mengapa CEO agensi mendiang mengklaim sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang mereka katakan sebelumnya," paparnya.
"Saya akan menghadapi konsekuensi atas kesalahan apa pun yang saya lakukan. Sudah sepantasnya saya bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya lakukan. Tetapi saya tidak bisa mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan," sambungnya.
Tak berhenti di situ, Kim Soo Hyun juga menyatakan bahwa dirinya dan tim hukum akan melakukan tindakan lebih lanjut terhadap apa yang ia sebut sebagai manipulasi bukti, termasuk foto, percakapan KakaoTalk, dan potongan video yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu.
Ia menambahkan bahwa setiap bukti yang telah dirilis akan diuji secara forensik oleh lembaga independen. Jika ditemukan manipulasi, maka Kim Soo Hyun tak segan mengambil jalur hukum.
"Ini adalah bagian yang paling menyakitkan dari seluruh cobaan ini. Setiap kali agensi saya membantah bukti keluarga, mereka merilis rekaman baru, foto yang diedit dengan hati-hati, dan catatan obrolan yang dimanipulasi sebagai 'bukti'. Mereka menggunakan hubungan masa lalu saya dengan mendiang untuk membenarkan kesaksian palsu dan bukti yang dibuat-buat," bebernya.
"Saya akan menerima kritik apa pun atas pilihan saya. Namun, itu tidak berarti semua kebohongan menjadi kenyataan. Sama seperti pesan KakaoTalk saya yang dianalisis, saya akan memastikan bahwa setiap bukti yang diajukan oleh keluarga menjalani pemeriksaan forensik menyeluruh. Jika bukti mereka benar, saya mendesak mereka untuk menyerahkannya kepada penegak hukum untuk diverifikasi melalui jalur hukum," tandasnya.
Menurut Kim Soo Hyun, surat hukum yang dimaksud bukanlah bentuk tekanan, melainkan prosedur formal terkait perjanjian administratif. Ia mengaku baru mengetahui rincian tersebut setelah kematian Kim Sae Ron mencuat ke publik.
"Saya baru tahu setelah semua yang terjadi, tetapi ini adalah kebenaran tentang pemberitahuan hukum kedua. Jadi, saya tidak tahu mengapa CEO agensi mendiang mengklaim sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang mereka katakan sebelumnya," paparnya.
"Saya akan menghadapi konsekuensi atas kesalahan apa pun yang saya lakukan. Sudah sepantasnya saya bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya lakukan. Tetapi saya tidak bisa mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan," sambungnya.
Tak berhenti di situ, Kim Soo Hyun juga menyatakan bahwa dirinya dan tim hukum akan melakukan tindakan lebih lanjut terhadap apa yang ia sebut sebagai manipulasi bukti, termasuk foto, percakapan KakaoTalk, dan potongan video yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu.
Ia menambahkan bahwa setiap bukti yang telah dirilis akan diuji secara forensik oleh lembaga independen. Jika ditemukan manipulasi, maka Kim Soo Hyun tak segan mengambil jalur hukum.
"Ini adalah bagian yang paling menyakitkan dari seluruh cobaan ini. Setiap kali agensi saya membantah bukti keluarga, mereka merilis rekaman baru, foto yang diedit dengan hati-hati, dan catatan obrolan yang dimanipulasi sebagai 'bukti'. Mereka menggunakan hubungan masa lalu saya dengan mendiang untuk membenarkan kesaksian palsu dan bukti yang dibuat-buat," bebernya.
"Saya akan menerima kritik apa pun atas pilihan saya. Namun, itu tidak berarti semua kebohongan menjadi kenyataan. Sama seperti pesan KakaoTalk saya yang dianalisis, saya akan memastikan bahwa setiap bukti yang diajukan oleh keluarga menjalani pemeriksaan forensik menyeluruh. Jika bukti mereka benar, saya mendesak mereka untuk menyerahkannya kepada penegak hukum untuk diverifikasi melalui jalur hukum," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :