Kasus Hipertensi dan Kolesterol Naik, Singapura Wajibkan Label Gizi pada Makanan Olahan
Selasa, 08 April 2025 - 15:00 WIB
loading...
Pemerintah Singapura akan memperluas penerapan label Nutri-Grade ke berbagai produk makanan olahan seperti mi instan, bumbu dapur, dan minyak goreng mulai 2027. Foto/Channel News Asia
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Singapura akan memperluas penerapan label Nutri-Grade ke berbagai produk makanan olahan seperti mi instan, bumbu dapur, dan minyak goreng mulai pertengahan tahun 2027. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan konsumsi natrium dan lemak jenuh yang berlebih, dua faktor utama penyebab meningkatnya kasus hipertensi dan kolesterol tinggi di negara tersebut.
Selama ini, pelabelan Nutri-Grade hanya berlaku untuk minuman dan menilai kadar gula serta lemak jenuh dalam skala A hingga D. Namun, mulai 2027, sistem yang sama akan diterapkan pada makanan kemasan, terutama yang menjadi sumber utama asupan garam dan lemak jenuh masyarakat.
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (8/4/2025), pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Ong Ye Kung pada Minggu, 6 April 2025. Menurut Ong, jumlah kasus penyakit jantung, terutama serangan jantung, telah meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir.
"Pada tahun 2022, 36 warga Singapura didiagnosis menderita infark miokard akut atau serangan jantung setiap hari. Itu berarti lebih dari satu orang setiap jam. Sepuluh tahun sebelumnya, jumlahnya 25 per hari," kata Ong.
Baca Juga: Studi: Orang yang Berjalan Cepat Berisiko Rendah Idap Diabetes dan Hipertensi
"Ini bukan sekadar statistik, karena setiap korban adalah anggota keluarga, teman, atau kolega," sambungnya.
Selama ini, pelabelan Nutri-Grade hanya berlaku untuk minuman dan menilai kadar gula serta lemak jenuh dalam skala A hingga D. Namun, mulai 2027, sistem yang sama akan diterapkan pada makanan kemasan, terutama yang menjadi sumber utama asupan garam dan lemak jenuh masyarakat.
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (8/4/2025), pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Ong Ye Kung pada Minggu, 6 April 2025. Menurut Ong, jumlah kasus penyakit jantung, terutama serangan jantung, telah meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir.
"Pada tahun 2022, 36 warga Singapura didiagnosis menderita infark miokard akut atau serangan jantung setiap hari. Itu berarti lebih dari satu orang setiap jam. Sepuluh tahun sebelumnya, jumlahnya 25 per hari," kata Ong.
Baca Juga: Studi: Orang yang Berjalan Cepat Berisiko Rendah Idap Diabetes dan Hipertensi
"Ini bukan sekadar statistik, karena setiap korban adalah anggota keluarga, teman, atau kolega," sambungnya.
Lihat Juga :