Cahaya Manthovani Diganjar Puspa Nawasena, Simbol Semangat Kartini Masa Kini

Senin, 21 April 2025 - 19:00 WIB
loading...
Cahaya Manthovani Diganjar...
Cahaya Manthovani, sociopreneur muda dan Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, menerima penghargaan Puspa Nawasena dalam Anugerah Puspa Bangsa 2025. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Cahaya Manthovani, seorang sociopreneur muda dan Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, menerima penghargaan Puspa Nawasena dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2025 yang diselenggarakan oleh Kompas TV. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam menciptakan dampak sosial yang berarti sebagai perempuan muda yang aktif membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Acara penghargaan ini berlangsung pada Minggu malam, 20 April 2025, di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta Pusat, dalam rangka memperingati Hari Kartini. Ajang ini memberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan inspiratif dari seluruh Indonesia yang telah membawa perubahan positif di berbagai bidang.

Turut hadir dalam malam Anugerah Puspa Bangsa 2025 antara lain Ibu Negara Indonesia keempat, Sinta Nuriyah; Ketua DPR RI, Puan Maharani; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi; Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri; Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka; Wakil Direktur Utama Kompas TV, Rosianna Silalahi; serta Sekretaris Kementerian PANRB, Reni Suzana.

Tahun ini, Anugerah Puspa Bangsa terdiri dari beberapa kategori, yaitu Puspa Pertiwi, Puspa Pesona, Puspa Adidaya, Puspa Cita, dan Puspa Nawasena. Penghargaan Puspa Nawasena, yang berasal dari bahasa Sanskerta berarti "masa depan yang cerah", diberikan kepada perempuan muda yang membawa harapan dan keberanian dalam membentuk masa depan Indonesia. Salah satu penerima penghargaan ini adalah Cahaya Manthovani.

Baca Juga: 5 Makanan Indonesia Masuk Daftar Hidangan Terbaik di Dunia, Rawon Geser Rendang

Komitmen Sosial dan Kepedulian

Cahaya Manthovani, wanita kelahiran Jakarta pada 7 Juli 1999 ini menyatakan bahwa semua yang ia lakukan adalah panggilan nurani untuk membangun kesadaran sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ia ingin mendorong simpati dan empati, terutama kepada generasi Z dan masyarakat marginal yang seringkali terpinggirkan.

"Menjadi Puspa Nawasena adalah anugerah sekaligus amanah. Ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan untuk menciptakan ruang yang adil, setara, dan inklusif masih sangat panjang," ujar Cahaya.

Sebagai aktivis muda dan Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya memiliki harapan besar untuk anak muda dan generasi emas 2045. Ia percaya bahwa generasi ini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

"Melalui pengalaman dan perjalanan saya, saya telah belajar bahwa kolaborasi, empati, dan inovasi adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Saya mendorong anak muda untuk terus mengembangkan diri, terlibat dalam kegiatan sosial, dan membangun jaringan yang kuat untuk mendukung satu sama lain," tambahnya.

Baca Juga: Barack Obama dan Michelle Gagal Capai Kesepakatan Cerai, Kekayaan Rp1,12 Triliun Jadi Rebutan

Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis


Cahaya, yang juga merupakan putri dari Prof. Dr. Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan RI ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, advokasi, dan pemberdayaan komunitas. Salah satu kontribusi nyatanya adalah dukungan terhadap program pemerintah Makan Bergizi Gratis.

Melalui Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya akan menyalurkan makanan bergizi kepada 1.500 siswa dan guru di 11 Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Kota Tangerang.

"Kami telah menandatangani Naskah Kesepakatan Bersama untuk program Makan Bergizi SKH di Tangerang Raya. Ini adalah lanjutan dari program sebelumnya yang kami laksanakan di SLBN 07 Jakarta," jelas Cahaya.

"Dalam kerja sama ini, Grab Indonesia dan OVO akan menyediakan makanan sehat bergizi untuk 1.500 murid dan guru yang tersebar di 11 SLB di wilayah Kota Tangerang, bekerja sama dengan 8 merchant yang tersebar di sekitar sekolah," tuturnya.

Melalui penghargaan dan berbagai inisiatif sosialnya, Cahaya Manthovani terus menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih cerah dan inklusif.

Baca Juga: Pria Ini Idap Penyakit Kulit Akibat Pakai Baju Thrifting Tanpa Dicuci, Kenali Gejalanya
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Srikandi Vol. 2 Angkat...
Srikandi Vol. 2 Angkat Peran Perempuan Lewat Aktivitas Inspiratif
Kartini Masa Kini: Kisah...
Kartini Masa Kini: Kisah Mpok Ati, Driver Pesan-Antar Makanan Online Bisa Kuliah di Usia 51 Tahun, Sambil Kuliahkan 2 Anaknya
#IYESinAjaSemuaPeranmu:...
#IYESinAjaSemuaPeranmu: Pesan Hangat di Balik Pembagian 2.026 Bunga untuk Kartini Masa Kini
Usia Muda, Karya Mendunia:...
Usia Muda, Karya Mendunia: Brand Fesyen Ini Buktikan Perempuan Bisa Berdaya dan Memberdayakan
KemenPPPA-Kowani Pecahkan...
KemenPPPA-Kowani Pecahkan Rekor MURI pada Perayaan Hari Kartini 2025
Rofiah Wujudkan Semangat...
Rofiah Wujudkan Semangat Kartini dengan Gerakkan Ekonomi Desa
TASPEN Salurkan Bantuan...
TASPEN Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitas Belajar, Rayakan Hari Kartini dan HUT ke-63
Lewat Bincang Bisnis...
Lewat Bincang Bisnis dan Bazaar UMKM, bank bjb Ajak Kartini Masa Kini Melek Digital
Asik, Naik MRT Jakarta...
Asik, Naik MRT Jakarta hingga Transjakarta Hanya Bayar Rp1 Hari Ini
Rekomendasi
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Berita Terkini
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved