Pangeran Harry dan Meghan Markle Buat Raja Charles III Hidup seperti di Neraka, Penuh Penderitaan
Senin, 05 Mei 2025 - 10:00 WIB
loading...
Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali menjadi sorotan setelah dituding membuat hidup Raja Charles III seperti di neraka. Pasangan ini dinilai mempersulit. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali menjadi sorotan setelah dituding membuat hidup Raja Charles III seperti di neraka. Pasangan Duke dan Duchess of Sussex ini dinilai mempersulit masa-masa akhir pemerintahan Ratu Elizabeth II dan kini disebut turut menyumbang tekanan emosional dalam hari-hari Charles yang tengah berjuang dengan kondisi kesehatannya.
Sumber dari kalangan kerajaan mengungkapkan bahwa keluarga istana merasa geram atas berbagai langkah Pangeran Harry dan Meghan Markle , yang dinilai membuka aib keluarga melalui serangkaian wawancara, podcast, hingga dokumenter publik. Dalam beberapa kesempatan, keduanya membahas momen-momen pribadi dan konflik internal kerajaan yang sebelumnya dijaga ketat dari sorotan media.
Komentator kerajaan, Kinsey Schofield, mengatakan kepada Fox News bahwa ulah pasangan tersebut bahkan berdampak pada kesejahteraan emosional Charles. Terlebih, raja 76 tahun itu saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker yang diderita sejak 2024.
“Faktanya, saat ini mereka benar-benar membuat sisa-sisa kehidupan Raja Charles terasa seperti neraka,” ujar Schofield dilansir dari The News International, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: 5 Panggilan Sayang Meghan Markle ke Pangeran Harry, Haz hingga Super Mario Hero
![Pangeran Harry dan Meghan Markle Buat Raja Charles III Hidup seperti di Neraka, Penuh Penderitaan]()
Foto/People
Ia juga menambahkan bahwa ketegangan semakin meningkat karena Pangeran William, kakak Harry diyakini tak lagi bersedia memaafkan sikap adiknya dan Meghan.
“Ada rasa frustrasi yang mendalam, terutama karena Meghan tahu William akan lebih tegas dan tidak akan membiarkan hal ini berlarut," jelasnya.
Sejak keputusan mereka mundur dari tugas kerajaan yang dikenal dengan istilah Megxit, putra bungsu Charles dan mendiang Putri Diana itu serta Meghan terus melontarkan kritik terhadap institusi kerajaan. Puncaknya, pada tahun 2023, Harry menerbitkan buku memoar berjudul Spare, yang memuat kisah dan keluh kesahnya sebagai anggota keluarga kerajaan.
Meski begitu, pakar kerajaan Hilary Fordwich menilai Charles tetap menunjukkan sikap lembut terhadap putranya. “Raja Charles dikenal sabar dan lunak, karena bagaimanapun juga Harry adalah darah dagingnya. Sampai beberapa waktu lalu, ia masih mengharapkan adanya titik temu dan pemulihan hubungan,” kata Fordwich.
Baca Juga: Meghan Markle Larang Pangeran Harry Temui Raja Charles III di Inggris
Namun, situasi berbeda terlihat dari sikap William sebagai penerus takhta. Fordwich mengungkapkan bahwa suami Kate Middleton itu memiliki niat kuat untuk mencabut gelar HRH (His/Her Royal Highness) dari Harry dan Meghan, karena dianggap telah menyalahi kesepakatan dengan mendiang Ratu Elizabeth III serta melanggar protokol istana.
Hingga kini, hubungan antara Sussex dan anggota senior kerajaan masih berada di titik beku, dengan berbagai pihak menanti apakah akan ada rekonsiliasi atau justru ketegangan yang semakin dalam.
Sumber dari kalangan kerajaan mengungkapkan bahwa keluarga istana merasa geram atas berbagai langkah Pangeran Harry dan Meghan Markle , yang dinilai membuka aib keluarga melalui serangkaian wawancara, podcast, hingga dokumenter publik. Dalam beberapa kesempatan, keduanya membahas momen-momen pribadi dan konflik internal kerajaan yang sebelumnya dijaga ketat dari sorotan media.
Komentator kerajaan, Kinsey Schofield, mengatakan kepada Fox News bahwa ulah pasangan tersebut bahkan berdampak pada kesejahteraan emosional Charles. Terlebih, raja 76 tahun itu saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker yang diderita sejak 2024.
“Faktanya, saat ini mereka benar-benar membuat sisa-sisa kehidupan Raja Charles terasa seperti neraka,” ujar Schofield dilansir dari The News International, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: 5 Panggilan Sayang Meghan Markle ke Pangeran Harry, Haz hingga Super Mario Hero

Foto/People
Ia juga menambahkan bahwa ketegangan semakin meningkat karena Pangeran William, kakak Harry diyakini tak lagi bersedia memaafkan sikap adiknya dan Meghan.
“Ada rasa frustrasi yang mendalam, terutama karena Meghan tahu William akan lebih tegas dan tidak akan membiarkan hal ini berlarut," jelasnya.
Sejak keputusan mereka mundur dari tugas kerajaan yang dikenal dengan istilah Megxit, putra bungsu Charles dan mendiang Putri Diana itu serta Meghan terus melontarkan kritik terhadap institusi kerajaan. Puncaknya, pada tahun 2023, Harry menerbitkan buku memoar berjudul Spare, yang memuat kisah dan keluh kesahnya sebagai anggota keluarga kerajaan.
Meski begitu, pakar kerajaan Hilary Fordwich menilai Charles tetap menunjukkan sikap lembut terhadap putranya. “Raja Charles dikenal sabar dan lunak, karena bagaimanapun juga Harry adalah darah dagingnya. Sampai beberapa waktu lalu, ia masih mengharapkan adanya titik temu dan pemulihan hubungan,” kata Fordwich.
Baca Juga: Meghan Markle Larang Pangeran Harry Temui Raja Charles III di Inggris
Namun, situasi berbeda terlihat dari sikap William sebagai penerus takhta. Fordwich mengungkapkan bahwa suami Kate Middleton itu memiliki niat kuat untuk mencabut gelar HRH (His/Her Royal Highness) dari Harry dan Meghan, karena dianggap telah menyalahi kesepakatan dengan mendiang Ratu Elizabeth III serta melanggar protokol istana.
Hingga kini, hubungan antara Sussex dan anggota senior kerajaan masih berada di titik beku, dengan berbagai pihak menanti apakah akan ada rekonsiliasi atau justru ketegangan yang semakin dalam.
(dra)
Lihat Juga :