Istana Marah Atas Wawancara Kontroversial Pangeran Harry dengan BBC, Disebut Keterlaluan

Senin, 05 Mei 2025 - 06:00 WIB
loading...
Istana Marah Atas Wawancara...
Istana dilaporkan marah atas wawancara kontroversial Pangeran Harry dengan BBC yang disebut keterlaluan. Pernyataan sang pangeran menimbulkan gelombang reaksi. Foto/Newsweek
A A A
INGGRIS - Istana dilaporkan marah atas wawancara kontroversial Pangeran Harry dengan BBC yang disebut keterlaluan. Pernyataan sang pangeran ini menimbulkan gelombang reaksi keras dari lingkungan kerajaan.

Dilansir dari The News International, Senin (5/5/2025), dalam wawancara tersebut, Pangeran Harry melontarkan tuduhan serius terkait penanganan keamanannya, menyiratkan bahwa proses hukum yang dijalaninya merupakan hasil rekayasa politik.

Menurut laporan Mail on Sunday, pernyataan eksplosif Duke of Sussex tak hanya memicu keresahan internal, tetapi juga dianggap memperlebar jarak hubungan antara Harry dan keluarganya. Terutama di tengah upaya rekonsiliasi yang belakangan ini disuarakan olehnya.

Sumber dalam kerajaan menyatakan bahwa pihak Istana sangat tidak senang dengan isi wawancara tersebut, dan menyayangkan pihak BBC karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab editorialnya dengan baik. Wawancara itu disebut menyajikan berbagai klaim keterlaluan tanpa ada upaya serius untuk menantangnya secara objektif.

Baca Juga: Pangeran Harry Kalah Banding, Gagal Dapatkan Kembali Keamanan Kerajaan Inggris

Istana Marah Atas Wawancara Kontroversial Pangeran Harry dengan BBC, Disebut Keterlaluan

Foto/People

BBC kemudian mengakui adanya kekeliruan dalam liputan mereka. “Kami gagal menanggapi dengan memadai tuduhan yang menyebutkan bahwa proses hukum tersebut adalah rekayasa pemerintah. Kami seharusnya mencerminkan pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri," kata BBC.

Pemerintah Inggris pun ikut angkat bicara. Seorang juru bicara menyatakan kepada The Mail bahwa keputusan terkait keamanan anggota keluarga kerajaan bukan diambil secara sepihak, melainkan melalui pertimbangan kolektif oleh Komite Eksekutif Perlindungan Kerajaan dan VIP (Ravec), yang bertindak independen dari Menteri Dalam Negeri.

“Semua pihak terkait memberikan masukan kepada ketua independen yang bertanggung jawab atas keamanan anggota keluarga kerajaan dan tokoh publik penting,” jelasnya.

“Keputusan tersebut murni hasil evaluasi Ravec sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang," tambahnya.

Baca Juga: Pangeran Harry Takut Berpisah dengan Meghan Markle, Khawatir Rumah Tangganya Berakhir

Situasi ini menambah daftar panjang konflik antara Harry dan institusi kerajaan yang telah berlangsung sejak keputusannya mundur dari tugas resmi kerajaan.

Sementara itu, publik terus menyoroti dinamika internal keluarga kerajaan yang tampaknya masih jauh dari kata damai, meski Harry sendiri sempat menyatakan harapannya untuk memperbaiki hubungan dengan ayahnya, Raja Charles III.

(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Infografis
5 Aksi Kontroversial...
5 Aksi Kontroversial Houthi, Pernah Bidik Makkah dengan Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved