Sentuhan Murni Ibu: Abadikan Keajaiban ASI dalam Perhiasan yang Memukau
Sabtu, 03 Mei 2025 - 19:42 WIB
loading...
Perhiasan dari air susu ibu (ASI) kini menjadi tren unik yang menarik perhatian banyak ibu muda.
A
A
A
JAKARTA - Perhiasan dari air susu ibu (ASI) kini menjadi tren unik yang menarik perhatian banyak ibu muda. Tak sekadar aksesori, perhiasan ASI menyimpan nilai emosional mendalam karena dibuat dari ASI asli sang ibu yang diawetkan dan dibentuk menjadi liontin, cincin, anting, hingga gelang.
Setiap perhiasan menjadi simbol perjalanan menyusui yang penuh perjuangan dan cinta. Proses menyusui seringkali diwarnai tantangan fisik dan emosional, sehingga mengabadikan momen itu dalam bentuk perhiasan menjadi cara personal bagi ibu untuk merayakan ikatan dengan anak.
Dalam era yang mengedepankan makna di balik produk, perhiasan ASI menjadi pilihan sentimental yang kuat. Bukan hanya mengikuti tren, para ibu memilihnya sebagai bentuk penghargaan atas pengalaman menjadi ibu — yang tak ternilai.
Peluang inilah yang coba dilakukan Abreena Breastmilk & DNA Jewelry adalah salah satu brand perhiasan lokal yang memutuskan untuk mengabadikan momen berharga dalam perjalanan menjadi seorang ibu. Perjalanan Abreena dimulai dari kisah personal pendirinya, Febrina Malahayati, seorang ibu muda yang ingin mengabadikan momen setelah melahirkan anak pertamanya.
Dalam masa menyusui anak pertamanya yang lahir pada 2023 lalu, Febrina merasakan pengalaman emosional dan fisik yang sangat mendalam. Dari situ, tumbuh keinginan untuk mengabadikan momen yang tidak akan terulang tersebut dalam bentuk sesuatu yang indah dan tahan lama.
Fakta bahwa perhiasan ASI yang ada di luar sana dibanderol dengan harga cukup tinggi, ia pun terpikir untuk membuatnya sendiri.
"Aku sempat ikut free course waktu itu, tapi sebenarnya bukan breast milk jewelry. Tapi sepertinya ini bisa dipakai untuk breast milk jewelry," kata Febrina.
Daya tarik lain dari perhiasan ini adalah sifatnya yang sangat personal dan eksklusif. Setiap karya bersifat satu-satunya karena menggunakan ASI masing-masing individu. Beberapa pengrajin bahkan menawarkan tambahan elemen seperti rambut bayi, tali pusar, atau serpihan bunga, sehingga perhiasan makin bermakna.
Momen paling intim antara ibu dan anak, yaitu menyusui, menjadi inspirasi dua orang ibu, Febrina Malahayati dan Dwirachmayuni (Rara), untuk membangun brand perhiasan bernama Abreena. Bukan perhiasan biasa, Abreena menghadirkan karya seni berbahan dasar Air Susu Ibu (ASI), tali pusar, hingga rambut bayi, yang dirancang menjadi liontin, cincin, gelang, hingga rosario.
Menurut Febrina, Abreena berawal dari iseng-iseng. "Lalu ya sudah kita coba tes ombak untuk jual. Pertama kali aku buka untuk 10 orang, di hari itu juga dalam waktu satu jam langsung sold out. Padahal kita belum siapkan semuanya. Ya sudah, akhirnya dalam 14 hari kita siapkan segala macamnya,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang mengedepankan nilai emosional, setiap perhiasan Abreena dibuat secara personal dan handmade, mencerminkan perjalanan unik setiap ibu. Untuk menjamin kualitas, Febrina dan Rara mengikuti pelatihan khusus dan mulai menggunakan bahan-bahan premium seperti resin UV dan rangka titanium.
Menurut Febrina, “Sebenarnya banyak perajin perhiasan ASI, tapi unique selling point dari Abreena ada di desain yang bagus dan lebih variatif dibandingkan yang lain. Kita tidak mengenakan biaya tambahan kepada pelanggan jika ada permintaan bentuk perhiasan yang masih bisa kami kerjakan.”
Dengan modal awal hanya Rp351.000, kini Abreena mampu meraup omzet bulanan hingga Rp80 juta. Mereka memproduksi sekitar 70–130 perhiasan per bulan. Harga produknya pun beragam, mulai dari Rp279.000 hingga lebih dari Rp2 juta, tergantung bahan seperti titanium, stainless steel, perak, hingga emas. Produk rosario menjadi salah satu favorit pelanggan, dengan harga hingga Rp2,9 juta.
“Kita memastikan, meskipun barang termurah yang dijual di Abreena, itu semua sudah berbahan anti karat. Kita ingin memberikan yang terbaik buat pelanggan. Kita tidak ingin membebani, karena para ibu berhak untuk mendapat penghargaan dari memberikan ASI kepada anak-anaknya,” tambah Febrina.
Dalam distribusinya, mereka mengandalkan TIKI, khususnya layanan SERLOK, yang menawarkan diskon ongkir, pick-up gratis, dan pelatihan bisnis. Ini memudahkan pengiriman ASI dari pelanggan yang ingin membuat perhiasan personal mereka.
Tak hanya soal omzet, Abreena juga membawa dampak sosial. Mereka mempekerjakan perempuan dan bahkan membantu pendidikan lanjut sebagian karyawan. “Kita lebih ingin punya dampak. Kalau ditanya bisnis ingin jadi lebih besar, akan sebesar apa? Sepertinya kita akan tetap bertahan produksi di rumah sendiri, tetapi ingin punya impact lebih banyak ke perempuan dan anak-anak,” tutup Febrina
Setiap perhiasan menjadi simbol perjalanan menyusui yang penuh perjuangan dan cinta. Proses menyusui seringkali diwarnai tantangan fisik dan emosional, sehingga mengabadikan momen itu dalam bentuk perhiasan menjadi cara personal bagi ibu untuk merayakan ikatan dengan anak.
Dalam era yang mengedepankan makna di balik produk, perhiasan ASI menjadi pilihan sentimental yang kuat. Bukan hanya mengikuti tren, para ibu memilihnya sebagai bentuk penghargaan atas pengalaman menjadi ibu — yang tak ternilai.
Peluang inilah yang coba dilakukan Abreena Breastmilk & DNA Jewelry adalah salah satu brand perhiasan lokal yang memutuskan untuk mengabadikan momen berharga dalam perjalanan menjadi seorang ibu. Perjalanan Abreena dimulai dari kisah personal pendirinya, Febrina Malahayati, seorang ibu muda yang ingin mengabadikan momen setelah melahirkan anak pertamanya.
Dalam masa menyusui anak pertamanya yang lahir pada 2023 lalu, Febrina merasakan pengalaman emosional dan fisik yang sangat mendalam. Dari situ, tumbuh keinginan untuk mengabadikan momen yang tidak akan terulang tersebut dalam bentuk sesuatu yang indah dan tahan lama.
Fakta bahwa perhiasan ASI yang ada di luar sana dibanderol dengan harga cukup tinggi, ia pun terpikir untuk membuatnya sendiri.
"Aku sempat ikut free course waktu itu, tapi sebenarnya bukan breast milk jewelry. Tapi sepertinya ini bisa dipakai untuk breast milk jewelry," kata Febrina.
Daya tarik lain dari perhiasan ini adalah sifatnya yang sangat personal dan eksklusif. Setiap karya bersifat satu-satunya karena menggunakan ASI masing-masing individu. Beberapa pengrajin bahkan menawarkan tambahan elemen seperti rambut bayi, tali pusar, atau serpihan bunga, sehingga perhiasan makin bermakna.
Momen paling intim antara ibu dan anak, yaitu menyusui, menjadi inspirasi dua orang ibu, Febrina Malahayati dan Dwirachmayuni (Rara), untuk membangun brand perhiasan bernama Abreena. Bukan perhiasan biasa, Abreena menghadirkan karya seni berbahan dasar Air Susu Ibu (ASI), tali pusar, hingga rambut bayi, yang dirancang menjadi liontin, cincin, gelang, hingga rosario.
Menurut Febrina, Abreena berawal dari iseng-iseng. "Lalu ya sudah kita coba tes ombak untuk jual. Pertama kali aku buka untuk 10 orang, di hari itu juga dalam waktu satu jam langsung sold out. Padahal kita belum siapkan semuanya. Ya sudah, akhirnya dalam 14 hari kita siapkan segala macamnya,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang mengedepankan nilai emosional, setiap perhiasan Abreena dibuat secara personal dan handmade, mencerminkan perjalanan unik setiap ibu. Untuk menjamin kualitas, Febrina dan Rara mengikuti pelatihan khusus dan mulai menggunakan bahan-bahan premium seperti resin UV dan rangka titanium.
Menurut Febrina, “Sebenarnya banyak perajin perhiasan ASI, tapi unique selling point dari Abreena ada di desain yang bagus dan lebih variatif dibandingkan yang lain. Kita tidak mengenakan biaya tambahan kepada pelanggan jika ada permintaan bentuk perhiasan yang masih bisa kami kerjakan.”
Dengan modal awal hanya Rp351.000, kini Abreena mampu meraup omzet bulanan hingga Rp80 juta. Mereka memproduksi sekitar 70–130 perhiasan per bulan. Harga produknya pun beragam, mulai dari Rp279.000 hingga lebih dari Rp2 juta, tergantung bahan seperti titanium, stainless steel, perak, hingga emas. Produk rosario menjadi salah satu favorit pelanggan, dengan harga hingga Rp2,9 juta.
“Kita memastikan, meskipun barang termurah yang dijual di Abreena, itu semua sudah berbahan anti karat. Kita ingin memberikan yang terbaik buat pelanggan. Kita tidak ingin membebani, karena para ibu berhak untuk mendapat penghargaan dari memberikan ASI kepada anak-anaknya,” tambah Febrina.
Dalam distribusinya, mereka mengandalkan TIKI, khususnya layanan SERLOK, yang menawarkan diskon ongkir, pick-up gratis, dan pelatihan bisnis. Ini memudahkan pengiriman ASI dari pelanggan yang ingin membuat perhiasan personal mereka.
Tak hanya soal omzet, Abreena juga membawa dampak sosial. Mereka mempekerjakan perempuan dan bahkan membantu pendidikan lanjut sebagian karyawan. “Kita lebih ingin punya dampak. Kalau ditanya bisnis ingin jadi lebih besar, akan sebesar apa? Sepertinya kita akan tetap bertahan produksi di rumah sendiri, tetapi ingin punya impact lebih banyak ke perempuan dan anak-anak,” tutup Febrina
(tar)
Lihat Juga :