Masuk Bioskop AS, Film Tenet Langsung Dapat Rp300 Miliar
Senin, 07 September 2020 - 12:03 WIB
loading...
Setelah penundaan berbulan-bulan, epik fiksi ilmiah Tenet arahan sutrdara Christopher Nolan akhirnya tiba di bioskop Amerika Serikat dan meraih Rp300 miliar. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Setelah penundaan berbulan-bulan, epik fiksi ilmiah "Tenet" arahan sutrdara Christopher Nolan akhirnya tiba di bioskop Amerika Serikat dan menghasilkan USD20,2 juta atau sekira Rp300 miliar selama akhir pekan.
Thriller spionase ini sudah mendekati angka USD150 juta secara global, berkat penampilan yang lebih kuat di box office internasional. Di luar negeri, "Tenet" menghasilkan USD78,3 juta pada akhir pekan ini, sehingga penjualannya di seluruh dunia menjadi USD146,2 juta.
Warner Bros., dalam sebuah catatan Sunday mengatakan kepada media bahwa pihaknya "sangat senang" dengan hasil awal, menekankan bahwa rilis "Tenet" akan menjadi "maraton bukan lari cepat" - yang berarti tidak perlu promosi yang heboh untuk pendapatan di akhir pekan saat perilisannya.
"Secara harfiah tidak ada konteks untuk membandingkan hasil pembukaan film selama pandemi dengan keadaan lain," kata Warner. (Baca juga: Hegemoni Rumah Produksi Film Hollywood )
“Kami berada di wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya, jadi setiap perbandingan dengan dunia sebelum COVID akan menjadi tidak adil dan tidak berdasar,” sambungnya.
Thriller spionase ini sudah mendekati angka USD150 juta secara global, berkat penampilan yang lebih kuat di box office internasional. Di luar negeri, "Tenet" menghasilkan USD78,3 juta pada akhir pekan ini, sehingga penjualannya di seluruh dunia menjadi USD146,2 juta.
Warner Bros., dalam sebuah catatan Sunday mengatakan kepada media bahwa pihaknya "sangat senang" dengan hasil awal, menekankan bahwa rilis "Tenet" akan menjadi "maraton bukan lari cepat" - yang berarti tidak perlu promosi yang heboh untuk pendapatan di akhir pekan saat perilisannya.
"Secara harfiah tidak ada konteks untuk membandingkan hasil pembukaan film selama pandemi dengan keadaan lain," kata Warner. (Baca juga: Hegemoni Rumah Produksi Film Hollywood )
“Kami berada di wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya, jadi setiap perbandingan dengan dunia sebelum COVID akan menjadi tidak adil dan tidak berdasar,” sambungnya.
Lihat Juga :