Stecu Stecu Langsung Curi Perhatian Industri Musik Lewat Netrilis
Jum'at, 09 Mei 2025 - 00:05 WIB
loading...
Lagu Stecu Stecu dari Faris Adam dan diciptakan oleh Farid Egall tengah mencuri perhatian publik. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Lagu ‘Stecu Stecu’ dari Faris Adam dan diciptakan oleh Farid Egall tengah mencuri perhatian publik. Dengan lirik yang catchy dan nuansa musik dance khas timur Indonesia, lagu ini mendadak trending di TikTok, Instagram, hingga YouTube Shorts. Dalam waktu singkat, video-video dengan backsound “Stecu Stecu” membanjiri linimasa, dan efeknya lagu dari Faris Adam yang diciptakan oleh Farid Egall ini langsung melesat ke chart Spotify dan Apple Music.
Di balik fenomena tersebut, ada peran dari Netrilis, aggregator musik yang mendistribusikan ‘Stecu Stecu’ ke berbagai platform musik digital. Menurut Netrilis, tren viral ini terjadi secara alami. Tak ada strategi boosting masif atau promosi besar-besaran di baliknya.
Justru, lirik yang unik dan penuh teka-teki, ditambah beat yang enerjik dan gampang buat joget, membuat lagu ini menyebar dengan sendirinya. Tak ketinggalan, makna ’Stecu’ yang diartikan sebagai ‘stelan cuek’ ternyata sangat relate dengan kisah cinta anak muda zaman sekarang.
Netrilis mencatat bahwa lonjakan popularitas awalnya muncul dari platform berbasis user-generated content seperti TikTok dan Instagram Reels. Di sanalah lagu ini mulai digunakan luas sebagai backsound untuk dance, sketsa, hingga konten komedi. Efek viral tersebut lalu merembet ke platform streaming seperti Spotify dan Apple Music.
“Yang menarik, semua terjadi dengan sangat natural. Kami hanya mendistribusikan, tapi reaksi publik begitu cepat dan masif. Ini jadi bukti bahwa konten yang kuat bisa bicara sendiri di era digital,” ujar Caecillia Devy, Communication Manager Netrilis, Kamis (8/5/2025).
Saat gaungnya makin besar, platform musik besar seperti Spotify, Apple Music dan TikTok merekomendasikan di berbagai playlist termasuk berkolaborasi dengan Netrilis untuk menyiapkan materi promosi tambahan, seperti banner digital, cover playlist, video dan optimalisasi lainnya.
“Proses ini membantu memastikan lagu “Stecu Stecu” bisa mendapatkan tempat yang optimal di berbagai etalase musik digital,” imbuh Devy.
Kini, lagu tersebut berhasil menembus chart Spotify dan Apple Music dan tampil di playlist terpopuler seperti ‘Lagi Viral’, ‘Hot Hits Indonesia’, dan sejumlah playlist kurasi editorial lainnya.
Kisah viralnya “Stecu Stecu” menjadi bukti bahwa kombinasi kreativitas musisi independen dan ekosistem distribusi digital seperti yang ditawarkan Netrilis mampu membawa lagu menembus batas.
“Bagi musisi lainnya, ini jadi sinyal positif, bahwa jalan menuju panggung besar bisa dimulai dari distribusi yang tepat dan momentum yang tepat pula,” pungkasnya.
Di balik fenomena tersebut, ada peran dari Netrilis, aggregator musik yang mendistribusikan ‘Stecu Stecu’ ke berbagai platform musik digital. Menurut Netrilis, tren viral ini terjadi secara alami. Tak ada strategi boosting masif atau promosi besar-besaran di baliknya.
Justru, lirik yang unik dan penuh teka-teki, ditambah beat yang enerjik dan gampang buat joget, membuat lagu ini menyebar dengan sendirinya. Tak ketinggalan, makna ’Stecu’ yang diartikan sebagai ‘stelan cuek’ ternyata sangat relate dengan kisah cinta anak muda zaman sekarang.
Netrilis mencatat bahwa lonjakan popularitas awalnya muncul dari platform berbasis user-generated content seperti TikTok dan Instagram Reels. Di sanalah lagu ini mulai digunakan luas sebagai backsound untuk dance, sketsa, hingga konten komedi. Efek viral tersebut lalu merembet ke platform streaming seperti Spotify dan Apple Music.
“Yang menarik, semua terjadi dengan sangat natural. Kami hanya mendistribusikan, tapi reaksi publik begitu cepat dan masif. Ini jadi bukti bahwa konten yang kuat bisa bicara sendiri di era digital,” ujar Caecillia Devy, Communication Manager Netrilis, Kamis (8/5/2025).
Saat gaungnya makin besar, platform musik besar seperti Spotify, Apple Music dan TikTok merekomendasikan di berbagai playlist termasuk berkolaborasi dengan Netrilis untuk menyiapkan materi promosi tambahan, seperti banner digital, cover playlist, video dan optimalisasi lainnya.
“Proses ini membantu memastikan lagu “Stecu Stecu” bisa mendapatkan tempat yang optimal di berbagai etalase musik digital,” imbuh Devy.
Kini, lagu tersebut berhasil menembus chart Spotify dan Apple Music dan tampil di playlist terpopuler seperti ‘Lagi Viral’, ‘Hot Hits Indonesia’, dan sejumlah playlist kurasi editorial lainnya.
Kisah viralnya “Stecu Stecu” menjadi bukti bahwa kombinasi kreativitas musisi independen dan ekosistem distribusi digital seperti yang ditawarkan Netrilis mampu membawa lagu menembus batas.
“Bagi musisi lainnya, ini jadi sinyal positif, bahwa jalan menuju panggung besar bisa dimulai dari distribusi yang tepat dan momentum yang tepat pula,” pungkasnya.
(dra)
Lihat Juga :