Waspada Kanker Prostat Agresif seperti Joe Biden, Ini 7 Gejala Awal yang Harus Diketahui Pria

Senin, 19 Mei 2025 - 12:20 WIB
loading...
Waspada Kanker Prostat...
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, baru-baru ini didiagnosis menderita kanker prostat agresif. Informasi ini diumumkan melalui kantornya. Foto/People
A A A
JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden , baru-baru ini didiagnosis menderita kanker prostat agresif. Informasi ini diumumkan melalui pernyataan resmi dari kantornya pada Minggu, 18 Mei 2025, yang menyebutkan bahwa kanker telah menyebar hingga ke tulang.

Biden, yang kini berusia 82 tahun, menerima diagnosis tersebut pada Jumat lalu setelah menjalani pemeriksaan medis menyusul keluhan gangguan saluran kemih. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kanker prostat yang dideritanya tergolong agresif, dengan skor Gleason mencapai sembilan dari 10.

Angka tersebut menandakan bahwa sel kanker memiliki potensi tinggi untuk tumbuh cepat dan menyebar secara luas. Menurut lembaga Cancer Research UK, skor Gleason setinggi itu menunjukkan bahwa kanker berada dalam kategori "tingkat tinggi", atau sering kali disebut sebagai kanker berdiferensiasi buruk.

Ini berarti sel-sel kanker tampak sangat tidak normal di bawah mikroskop dan sangat mungkin menyebar dengan cepat ke organ lain. Diagnosis ini muncul hampir setahun setelah Biden menarik diri dari pemilihan presiden AS 2024 karena tekanan publik terkait kesehatannya dan faktor usia. Ia juga merupakan presiden tertua dalam sejarah Amerika yang pernah menjabat.

Baca Juga: Mantan Presiden AS Joe Biden Didiagnosis Idap Kanker Prostat Agresif

Pihak kantor mantan presiden menyatakan bahwa saat ini Biden bersama keluarganya sedang mempertimbangkan sejumlah opsi pengobatan. Kabar baiknya, kanker yang ia derita termasuk yang sensitif terhadap terapi hormon, yang membuka peluang besar untuk pengendalian penyakit.

Apa Itu Kanker Prostat?



Dilansir dari Times of India, Senin (19/5/2025), kanker prostat terjadi ketika sel-sel abnormal dalam kelenjar prostat tumbuh secara tidak terkendali. Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil seukuran kenari yang terletak di bawah kandung kemih pria dan berperan penting dalam sistem reproduksi.

Dalam beberapa kasus, kanker ini dapat tetap terkonsentrasi di kelenjar prostat. Namun, pada kondisi tertentu, terutama jika agresif, sel-sel kanker dapat menyebar ke jaringan sekitarnya atau bahkan bagian tubuh lain seperti tulang atau kelenjar getah bening.

Mengenal Skor Gleason



Skor Gleason adalah sistem klasifikasi yang digunakan oleh ahli patologi untuk menilai sejauh mana sel kanker tampak abnormal dan berpotensi menyebar. Skor ini berkisar dari enam hingga 10, dengan angka yang lebih tinggi mengindikasikan kanker yang lebih agresif.

Skor Gleason sembilan, seperti pada kasus Biden, menempatkan pasien pada kategori risiko tertinggi. Kanker dengan skor ini tumbuh cepat dan memiliki peluang besar untuk menyebar ke jaringan atau organ lain. Menurut National Cancer Institute, skor ini biasanya dikaitkan dengan stadium IIIC kanker prostat, di mana kanker dapat saja belum menyebar ke kelenjar getah bening, namun menunjukkan agresivitas yang signifikan.

Gejala Awal Kanker Prostat



Salah satu alasan mengapa kanker prostat sulit dideteksi sejak dini adalah karena pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Meski demikian, beberapa tanda berikut patut diwaspadai:

1. Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama di malam hari
2. Kesulitan memulai atau menghentikan aliran urine
3. Aliran urine lemah atau terputus-putus
4. Darah dalam urine atau air mani (hematuria)
5. Disfungsi ereksi
6. Kesulitan mempertahankan ereksi
7. Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil atau saat ejakulasi

Baca Juga: Mengenal Kanker Prostat, Pengobatan dan Efek Sampingnya

Diagnosis Kanker Prostat



Kanker prostat umumnya terdeteksi melalui tes darah PSA (Prostate-Specific Antigen), pemeriksaan colok dubur (DRE), atau biopsi jaringan prostat. Jika ditemukan kelainan, dokter akan menentukan stadium dan skor Gleason untuk menilai tingkat keparahan.

1. Stadium I dan II: Kanker masih terlokalisasi di dalam prostat.
2. Stadium III: Kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitar prostat.
3. Stadium IV: Kanker telah menyebar ke organ jauh seperti tulang atau paru-paru.

Pengobatan Kanker Prostat



Tindakan medis akan disesuaikan dengan stadium kanker, agresivitasnya, dan kondisi kesehatan umum pasien. Berikut ini beberapa pilihan utama:

1. Pengawasan aktif: Untuk kasus risiko rendah, pasien dipantau secara rutin tanpa terapi langsung.

2. Pembedahan (prostatektomi): Mengangkat seluruh kelenjar prostat dan jaringan di sekitarnya.

3. Terapi radiasi: Menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker.

4. Terapi hormon: Menurunkan kadar hormon testosteron yang merangsang pertumbuhan kanker.

5. Kemoterapi: Digunakan jika kanker sudah menyebar luas dan terapi lain tidak efektif.

6. Orkiektomi: Prosedur pengangkatan testis untuk menghentikan produksi testosteron.

Di sisi lain, belakangan ini muncul pula dugaan bahwa Biden menderita penyakit parkinson, menyusul laporan yang menyebutkan bahwa dokter spesialis saraf mengunjungi Gedung Putih beberapa kali antara 2023 dan 2024. Namun hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi mengenai diagnosis tersebut.

Dokter pribadi Biden, Dr. Kevin O’Connor, sebelumnya menegaskan bahwa mantan presiden berada dalam kondisi kesehatan yang baik dan hasil pemeriksaan neurologis tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit parkinson. Ia juga menyatakan bahwa Biden tidak sedang menjalani pengobatan untuk kondisi tersebut.



Baca Juga: Pria Harus Tahu! Ejakulasi 20 Kali Sebulan Tekan Risiko Kanker Prostat
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved