Kelewatan! Pangeran Harry Sebut Tak Tahu Berapa Lama Lagi Raja Charles III Akan Hidup

Selasa, 20 Mei 2025 - 08:20 WIB
loading...
Kelewatan! Pangeran...
Wawancara terbaru Pangeran Harry dengan BBC kembali menjadi sorotan publik setelah ia melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kesehatan Raja Charles III. Foto/Page Six
A A A
INGGRIS - Wawancara terbaru Pangeran Harry dengan BBC kembali menjadi sorotan publik setelah ia melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi kesehatan Raja Charles III. Komentar emosional sang pangeran dianggap menyinggung privasi ayahnya yang tengah menjalani perawatan kanker, memicu reaksi keras dari publik dan para pengamat kerajaan.

Dalam wawancara tersebut, Pageran Harry menyatakan bahwa dirinya tidak tahu berapa lama lagi ayahnya akan hidup, sebuah pernyataan yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk frustrasi dan keputusasaan atas hubungan mereka yang memburuk. Ia juga mengeluhkan bahwa Raja Charles III tidak lagi berkomunikasi dengannya karena masalah keamanan.

"Saya hanya ingin berdamai. Hidup ini terlalu berharga, saya tak tahu berapa lama lagi ayah saya punya waktu. Saya hanya ingin kami bisa berbicara lagi," kata Harry dalam wawancara yang disiarkan luas itu dilansir dari Marca, Selasa (20/5/2025).

Pernyataan ini datang tak lama setelah kekalahan Harry dalam gugatan hukum di Pengadilan Banding, di mana ia menentang keputusan pemerintah Inggris yang mencabut hak perlindungan keamanannya saat berada di Inggris. Kekalahan ini diyakini menjadi pemicu emosional utama dalam wawancaranya.

Baca Juga: Pangeran Harry-Meghan Markle Akan Dihapus dari Sejarah Kerajaan saat Raja Charles III Meninggal

Kelewatan! Pangeran Harry Sebut Tak Tahu Berapa Lama Lagi Raja Charles III Akan Hidup

Foto/People

Jennie Bond, mantan koresponden kerajaan BBC, menilai bahwa suami Meghan Markle itu kemungkinan besar sedang berada dalam kondisi psikologis yang tidak stabil ketika membuat pernyataan tersebut. Ia menyebut sang pangeran telah melewati batas.

"Harry jelas sangat marah atas keputusan pengadilan. Emosinya sedang tinggi, dan saya rasa dia mengatakan lebih dari yang sebenarnya dia maksudkan," ujar Bond kepada The Mirror.

Menurut Bond, meski Harry ingin menyuarakan kekecewaannya, merujuk secara terbuka pada kondisi medis ayahnya adalah sebuah pelanggaran privasi, sesuatu yang selama ini justru sering ia tuntut untuk dihormati dari media dan publik.

"Ini sangat ironis. Dia selalu menuntut ruang privasi untuk dirinya dan Meghan, tapi kini justru membocorkan sesuatu yang sangat pribadi milik Raja," jelasnya.

Baca Juga: Pangeran Harry Dikabarkan Resmi Dicoret dari Garis Suksesi Kerajaan Inggris

Bond juga menyatakan bahwa pernyataan tersebut dapat memperburuk citra adik Pangeran William itu di mata publik Inggris, yang selama ini sudah mulai kehilangan simpati terhadapnya sejak ia mundur dari tugas kerajaan pada 2020 dan menetap di Amerika Serikat.

Sejak mundur dari peran senior di Kerajaan Inggris, putra bungsu mendiang Putri Diana itu memang mengalami perubahan status yang berdampak pada hak keamanannya. Pemerintah Inggris, melalui badan penasihat keamanan kerajaan RAVEC, memutuskan bahwa pengamanan untuk Harry tidak lagi bersifat otomatis, tetapi dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus.

Harry berusaha menggugat keputusan tersebut dan menyatakan bahwa keselamatannya, serta keluarganya, berada dalam bahaya. Namun, pengadilan telah beberapa kali menolak klaim tersebut.

Bond menyatakan simpati atas kekhawatiran pangeran 40 tahun itu, menyebut bahwa keputusan untuk mencabut perlindungan keamanan bagi seorang anggota keluarga kerajaan, meskipun sudah tidak aktif, memang menimbulkan dilema.

Baca Juga: Bukan soal Meghan, Ini Penyebab Keluarga Kerajaan Sulit Maafkan Pangeran Harry

"Kalau mantan perdana menteri bisa mendapat perlindungan penuh, mengapa tidak untuk Harry? Tapi kenyataannya, banyak bangsawan lain juga tidak mendapat pengawalan lengkap, kecuali mereka yang berada dalam lingkaran inti seperti raja, ratu, dan keluarga Pangeran William," tuturnya.

Meski demikian, Harry dikabarkan tetap bersikukuh bahwa ia seharusnya mendapat perlindungan seperti dulu, apalagi setiap kali pulang ke Inggris ia merasa menjadi sasaran ancaman.

Di tengah kontroversi wawancaranya, keluarga kerajaan memilih untuk tidak mengomentari secara langsung pernyataan Harry. Mereka tetap fokus menjalankan tugas kenegaraan, termasuk memperingati 80 tahun Hari Kemenangan Eropa (VE Day).

Raja Charles III, Ratu Camilla, serta Pangeran dan Putri Wales bersama anak-anak mereka tampil dalam beberapa acara kenegaraan di Istana Buckingham dan Westminster Abbey.

Sementara itu, publik terus memperdebatkan apakah Harry akan mampu memulihkan hubungannya dengan ayah dan keluarganya. Banyak yang berpendapat bahwa langkah Harry seharusnya lebih hati-hati, terutama saat menyampaikan hal-hal yang menyangkut kondisi pribadi anggota keluarga kerajaan.

Kini, setelah emosinya mereda dan reaksi publik meluas, Harry diyakini menyadari bahwa ucapannya telah menimbulkan dampak lebih besar dari yang ia perkirakan. Penyesalan pun tampaknya mulai muncul, meski belum ada pernyataan resmi dari pihaknya yang mengklarifikasi atau menarik kembali komentar tersebut.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Rekomendasi
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Infografis
Pesawat Kargo Antonov...
Pesawat Kargo Antonov AN-225 Tak Akan Pernah Terbang Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved