Profil Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab
Selasa, 20 Mei 2025 - 16:16 WIB
loading...
Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab meninggal dunia hari ini. Ia menghembuskan napas di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). Foto/Instagram Najwa Shihab
A
A
A
JAKARTA - Ibrahim Sjarief Assegaf , suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab meninggal dunia hari ini, Selasa (20/5/2025). Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta pada pukul 14.29 WIB.
Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi kalangan hukum dan akademisi, tempat ia banyak mengabdikan diri selama hidupnya. Sosoknya dikenal luas sebagai pribadi yang rendah hati, intelektual, dan berdedikasi tinggi di bidang hukum.
"Innalillahi wainnailaihi roji’un. Telah berpulang ke rahmatullah: Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf. Hari/Tanggal: Selasa/20 Mei 2025. Pukul: 14:29 WIB. Tempat: RS PON," bunyi pesan yang beredar di kalangan media dikutip Selasa (20/5/2025).
"Jenazah akan disemayamkan dan tahlil akan kita baca bersama mulai malam ini di: Jl. Jeruk Purut No. 8-9 RT 004/RW 003, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rencana pemakaman akan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal: Rabu/21 Mei 2025. Pukul: 10:00 WIB. Tempat: TPU Jeruk Purut," lanjutnya.
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab yang Meninggal Dunia Hari Ini
Ibrahim mengawali perjalanannya di dunia hukum dengan menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tempat ia meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1997. Ketertarikannya pada bidang hukum terus berlanjut hingga ke jenjang internasional.
Pada 2009, Ibrahim melanjutkan studinya di The University of Melbourne, Australia, dan berhasil meraih gelar Master of Laws (LL.M) melalui program beasiswa Australian Development Scholarship. Keahliannya terus diasah melalui pengalaman akademik dan riset di luar negeri.
Tak hanya itu, ia pernah menjadi research fellow dalam program East Asian Legal Studies di Harvard Law School pada 2002–2003—sebuah prestasi yang mencerminkan kapasitasnya sebagai pemikir hukum global.
Dalam dunia praktik hukum, Ibrahim Sjarief dikenal sebagai Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, salah satu firma terkemuka di Indonesia. Di sana, ia menekuni bidang-bidang strategis seperti perbankan dan keuangan, restrukturisasi usaha dan hutang, serta proyek infrastruktur.
Kepakarannya membuat namanya diakui dalam berbagai publikasi hukum internasional. Ia pernah tercatat sebagai Band 3 in Banking and Finance versi Chambers and Partners Asia Pacific untuk tahun 2017–2018. Di tahun yang sama, Legal500 Asia Pacific juga mencatatnya dalam kategori Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency, dan Aviation.
Baca Juga: Kabar Duka, Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia
Di samping kesibukannya sebagai praktisi hukum, Ibrahim juga membagikan ilmunya sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, lembaga pendidikan hukum yang dikenal dengan pendekatan kritis dan progresif.
Sebagai dosen, ia dikenal mendalam, lugas, dan membumi. Para mahasiswanya mengenang Ibrahim sebagai figur inspiratif yang tak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial dan praktik hukum kontemporer.
Di balik kesuksesannya, Ibrahim dikenal sebagai sosok suami yang penuh kasih dan ayah yang hangat. Ia menikah dengan Najwa Shihab, saat itu masih juniornya di kampus pada tahun 1997. Hubungan mereka terjalin sejak masa kuliah di Universitas Indonesia dan terus berlanjut dalam pernikahan harmonis selama hampir 27 tahun.
Keduanya dikenal sangat menjaga privasi rumah tangga mereka dan jauh dari sorotan negatif media. Kehidupan pernikahan Ibrahim dan Najwa sering dianggap sebagai contoh pasangan yang saling mendukung dalam karier dan kehidupan keluarga.
Ibrahim Sjarief Assegaf bukan hanya seorang pengacara dan akademisi, tapi juga figur teladan dalam hal etika, integritas, dan kesetiaan pada nilai-nilai. Baik di ruang sidang maupun ruang kelas, ia menunjukkan konsistensi dalam profesionalisme dan semangat pelayanan publik.
Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar bagi dunia hukum Indonesia. Namun warisannya dalam bentuk kontribusi intelektual, etika kerja, dan dedikasi terhadap kemajuan hukum akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Baca Juga: Najwa Shihab Ikut Menginap di Rumah Warga Bersama Capres Ganjar Pranowo di Kulonprogo
Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi kalangan hukum dan akademisi, tempat ia banyak mengabdikan diri selama hidupnya. Sosoknya dikenal luas sebagai pribadi yang rendah hati, intelektual, dan berdedikasi tinggi di bidang hukum.
"Innalillahi wainnailaihi roji’un. Telah berpulang ke rahmatullah: Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf. Hari/Tanggal: Selasa/20 Mei 2025. Pukul: 14:29 WIB. Tempat: RS PON," bunyi pesan yang beredar di kalangan media dikutip Selasa (20/5/2025).
"Jenazah akan disemayamkan dan tahlil akan kita baca bersama mulai malam ini di: Jl. Jeruk Purut No. 8-9 RT 004/RW 003, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rencana pemakaman akan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal: Rabu/21 Mei 2025. Pukul: 10:00 WIB. Tempat: TPU Jeruk Purut," lanjutnya.
Profil Ibrahim Sjarief Assegaf
Baca Juga: Riwayat Pendidikan Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab yang Meninggal Dunia Hari Ini
Riwayat Pendidikan dan Karier Hukum
Ibrahim mengawali perjalanannya di dunia hukum dengan menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tempat ia meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1997. Ketertarikannya pada bidang hukum terus berlanjut hingga ke jenjang internasional.
Pada 2009, Ibrahim melanjutkan studinya di The University of Melbourne, Australia, dan berhasil meraih gelar Master of Laws (LL.M) melalui program beasiswa Australian Development Scholarship. Keahliannya terus diasah melalui pengalaman akademik dan riset di luar negeri.
Tak hanya itu, ia pernah menjadi research fellow dalam program East Asian Legal Studies di Harvard Law School pada 2002–2003—sebuah prestasi yang mencerminkan kapasitasnya sebagai pemikir hukum global.
Kiprah Profesional dan Kontribusi dalam Dunia Hukum
Dalam dunia praktik hukum, Ibrahim Sjarief dikenal sebagai Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, salah satu firma terkemuka di Indonesia. Di sana, ia menekuni bidang-bidang strategis seperti perbankan dan keuangan, restrukturisasi usaha dan hutang, serta proyek infrastruktur.
Kepakarannya membuat namanya diakui dalam berbagai publikasi hukum internasional. Ia pernah tercatat sebagai Band 3 in Banking and Finance versi Chambers and Partners Asia Pacific untuk tahun 2017–2018. Di tahun yang sama, Legal500 Asia Pacific juga mencatatnya dalam kategori Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency, dan Aviation.
Baca Juga: Kabar Duka, Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia
Aktif di Dunia Pendidikan dan Akademik
Di samping kesibukannya sebagai praktisi hukum, Ibrahim juga membagikan ilmunya sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, lembaga pendidikan hukum yang dikenal dengan pendekatan kritis dan progresif.
Sebagai dosen, ia dikenal mendalam, lugas, dan membumi. Para mahasiswanya mengenang Ibrahim sebagai figur inspiratif yang tak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial dan praktik hukum kontemporer.
Kehidupan Pribadi
Di balik kesuksesannya, Ibrahim dikenal sebagai sosok suami yang penuh kasih dan ayah yang hangat. Ia menikah dengan Najwa Shihab, saat itu masih juniornya di kampus pada tahun 1997. Hubungan mereka terjalin sejak masa kuliah di Universitas Indonesia dan terus berlanjut dalam pernikahan harmonis selama hampir 27 tahun.
Keduanya dikenal sangat menjaga privasi rumah tangga mereka dan jauh dari sorotan negatif media. Kehidupan pernikahan Ibrahim dan Najwa sering dianggap sebagai contoh pasangan yang saling mendukung dalam karier dan kehidupan keluarga.
Teladan yang Menginspirasi
Ibrahim Sjarief Assegaf bukan hanya seorang pengacara dan akademisi, tapi juga figur teladan dalam hal etika, integritas, dan kesetiaan pada nilai-nilai. Baik di ruang sidang maupun ruang kelas, ia menunjukkan konsistensi dalam profesionalisme dan semangat pelayanan publik.
Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar bagi dunia hukum Indonesia. Namun warisannya dalam bentuk kontribusi intelektual, etika kerja, dan dedikasi terhadap kemajuan hukum akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Baca Juga: Najwa Shihab Ikut Menginap di Rumah Warga Bersama Capres Ganjar Pranowo di Kulonprogo
(dra)
Lihat Juga :