Profesi Suami Najwa Shihab yang Meninggal Dunia Akibat Stroke
Selasa, 20 Mei 2025 - 19:13 WIB
loading...
Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis sekaligus presenter ternama Najwa Shihab, meninggal dunia karena stroke. Foto/Instagram @isassegaf.
A
A
A
JAKARTA - Suami jurnalis sekaligus presenter ternama Najwa Shihab , Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia karena stroke. Meski dikenal sebagai pasangan publik figur, tidak banyak yang mengetahui lebih dalam mengenai sosoknya.
Sebelum wafat, Ibrahim sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) akibat pendarahan otak yang memicu serangan stroke dan membuatnya tak sadarkan diri.
Padahal, Ibrahim dikenal memiliki gaya hidup sehat. Melalui akun Instagram pribadinya, ia kerap membagikan aktivitas berolahraganya, termasuk bersepeda yang menjadi hobinya untuk menjaga kebugaran.
Baca juga: Kabar Duka, Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia
Di balik rutinitas sehatnya itu, Ibrahim menyimpan banyak pencapaian. Ia bukan hanya dikenal sebagai pengacara ternama, tetapi juga memiliki berbagai pengalaman penting di dunia hukum dan organisasi.
Dalam profil LinkedIn-nya, Ibrahim diketahui pernah bergabung dengan sejumlah firma hukum, seperti Hardiputranto, Hadinoto & Partners pada tahun 1997 hingga 2000. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Pusat Studi Hukum & Kebijakan pada 2000–2003.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab yang Meninggal Dunia Hari Ini
Selanjutnya, sejak tahun 2009, ia menjadi Managing Director dan Direktur PT Justika Siar Publika, sebuah layanan konsultasi hukum daring. Pada tahun yang sama, ia juga bergabung sebagai partner di kantor hukum Hamzah Assegaf & Partners.
Tak hanya itu, Ibrahim juga menduduki posisi Komisaris Utama di Narasi, perusahaan media yang didirikan oleh Najwa Shihab.
Kemampuannya di bidang hukum mendapat pengakuan luas. Pada tahun 2022, ia masuk dalam daftar Indonesia Top 100 Lawyer versi Asia Business Law Journal.
Latar belakang pendidikannya pun sangat mengesankan. Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1991–1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Harvard Law School pada 2003–2004, dan menempuh studi lanjutan di Fakultas Hukum University of Melbourne pada 2008–2009.
Sebelum wafat, Ibrahim sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) akibat pendarahan otak yang memicu serangan stroke dan membuatnya tak sadarkan diri.
Padahal, Ibrahim dikenal memiliki gaya hidup sehat. Melalui akun Instagram pribadinya, ia kerap membagikan aktivitas berolahraganya, termasuk bersepeda yang menjadi hobinya untuk menjaga kebugaran.
Baca juga: Kabar Duka, Ibrahim Sjarief Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia
Di balik rutinitas sehatnya itu, Ibrahim menyimpan banyak pencapaian. Ia bukan hanya dikenal sebagai pengacara ternama, tetapi juga memiliki berbagai pengalaman penting di dunia hukum dan organisasi.
Dalam profil LinkedIn-nya, Ibrahim diketahui pernah bergabung dengan sejumlah firma hukum, seperti Hardiputranto, Hadinoto & Partners pada tahun 1997 hingga 2000. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Pusat Studi Hukum & Kebijakan pada 2000–2003.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab yang Meninggal Dunia Hari Ini
Selanjutnya, sejak tahun 2009, ia menjadi Managing Director dan Direktur PT Justika Siar Publika, sebuah layanan konsultasi hukum daring. Pada tahun yang sama, ia juga bergabung sebagai partner di kantor hukum Hamzah Assegaf & Partners.
Tak hanya itu, Ibrahim juga menduduki posisi Komisaris Utama di Narasi, perusahaan media yang didirikan oleh Najwa Shihab.
Kemampuannya di bidang hukum mendapat pengakuan luas. Pada tahun 2022, ia masuk dalam daftar Indonesia Top 100 Lawyer versi Asia Business Law Journal.
Latar belakang pendidikannya pun sangat mengesankan. Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1991–1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Harvard Law School pada 2003–2004, dan menempuh studi lanjutan di Fakultas Hukum University of Melbourne pada 2008–2009.
(nnz)
Lihat Juga :