Mengenal Stroke, Penyebab Ibrahim Sjarief Assegaf Suami Najwa Shihab Meninggal
Rabu, 21 Mei 2025 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi stroke mencapai 10,9 per mil dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menandakan pentingnya edukasi dan kewaspadaan terhadap penyakit ini.
Secara medis, stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga dalam waktu singkat sel-sel otak bisa mengalami kerusakan permanen.
Terdapat dua jenis utama stroke, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah, biasanya karena gumpalan darah atau penumpukan plak. Sementara itu, stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, yang dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi atau kelainan pembuluh darah, seperti yang dialami oleh almarhum Ibrahim.
Gejala stroke bisa datang secara tiba-tiba, di antaranya kelemahan di satu sisi tubuh, gangguan bicara, penglihatan kabur, pusing, kehilangan koordinasi, atau sakit kepala hebat yang muncul mendadak. Karena itulah, penanganan cepat menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak jangka panjang.
Baca Juga: Profil Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab
Faktor risiko stroke terbagi menjadi dua kategori. Faktor yang tidak bisa diubah meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Namun, sebagian besar faktor risiko lainnya sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.
Secara medis, stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga dalam waktu singkat sel-sel otak bisa mengalami kerusakan permanen.
Terdapat dua jenis utama stroke, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah, biasanya karena gumpalan darah atau penumpukan plak. Sementara itu, stroke hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, yang dapat dipicu oleh tekanan darah tinggi atau kelainan pembuluh darah, seperti yang dialami oleh almarhum Ibrahim.
Gejala stroke bisa datang secara tiba-tiba, di antaranya kelemahan di satu sisi tubuh, gangguan bicara, penglihatan kabur, pusing, kehilangan koordinasi, atau sakit kepala hebat yang muncul mendadak. Karena itulah, penanganan cepat menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak jangka panjang.
Baca Juga: Profil Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab
Faktor risiko stroke terbagi menjadi dua kategori. Faktor yang tidak bisa diubah meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Namun, sebagian besar faktor risiko lainnya sebenarnya dapat dicegah dan dikendalikan, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.
Lihat Juga :