Profil Elvira Devinamira yang Memukau di Festival Film Cannes 2025
Kamis, 22 Mei 2025 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Semasa kuliah, ia aktif di berbagai kegiatan internasional, salah satunya menjadi delegasi Indonesia dalam Harvard National Model United Nations (HNMUN) di Boston, Amerika Serikat pada tahun 2012. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan awalnya dalam meniti karier yang bertaraf global.
Karier Elvira di dunia konter kecantikan dimulai lewat keikutsertaannya dalam ajang Cak dan Ning Surabaya 2012, di mana ia meraih posisi runner-up. Namanya melejit setelah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2014, mewakili Provinsi Jawa Timur. Tak berhenti di situ, ia melangkah lebih jauh dengan mewakili Indonesia di ajang kontes kecantikan dunia yang digelar di Doral, Florida, dan sukses menembus 15 besar dunia.
Ia juga menyabet penghargaan Best National Costume dengan busana spektakuler bertema The Chronicle of Borobudur rancangan Jember Fashion Carnival. Setelah sukses di dunia kontes kecantikan, Elvira mulai menjajaki dunia hiburan.
Ia melakukan debut aktingnya dalam film Single (2015) yang disutradarai oleh Raditya Dika. Kemudian, ia tampil di film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (2019) karya John de Rantau. Penampilannya sebagai aktris menunjukkan kedalaman karakter dan kemampuan akting yang patut diperhitungkan.
Tahun 2025 menjadi momen penting dalam karier Elvira ketika ia hadir di Festival Film Cannes sebagai bagian dari proyek perfilman internasional. Penampilannya yang elegan di red carpet, serta keterlibatannya dalam sinema global, memperkuat posisinya sebagai representasi perempuan Indonesia yang sukses di panggung dunia.
Debutnya di Cannes bukan hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi motivasi bagi para sineas muda Indonesia untuk berani melangkah lebih jauh di industri film global.
Karier
Karier Elvira di dunia konter kecantikan dimulai lewat keikutsertaannya dalam ajang Cak dan Ning Surabaya 2012, di mana ia meraih posisi runner-up. Namanya melejit setelah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2014, mewakili Provinsi Jawa Timur. Tak berhenti di situ, ia melangkah lebih jauh dengan mewakili Indonesia di ajang kontes kecantikan dunia yang digelar di Doral, Florida, dan sukses menembus 15 besar dunia.
Ia juga menyabet penghargaan Best National Costume dengan busana spektakuler bertema The Chronicle of Borobudur rancangan Jember Fashion Carnival. Setelah sukses di dunia kontes kecantikan, Elvira mulai menjajaki dunia hiburan.
Ia melakukan debut aktingnya dalam film Single (2015) yang disutradarai oleh Raditya Dika. Kemudian, ia tampil di film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (2019) karya John de Rantau. Penampilannya sebagai aktris menunjukkan kedalaman karakter dan kemampuan akting yang patut diperhitungkan.
Tahun 2025 menjadi momen penting dalam karier Elvira ketika ia hadir di Festival Film Cannes sebagai bagian dari proyek perfilman internasional. Penampilannya yang elegan di red carpet, serta keterlibatannya dalam sinema global, memperkuat posisinya sebagai representasi perempuan Indonesia yang sukses di panggung dunia.
Debutnya di Cannes bukan hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi motivasi bagi para sineas muda Indonesia untuk berani melangkah lebih jauh di industri film global.
Lihat Juga :