Enesis Group dan Pemda Istimewa Yogyakarta Luncurkan Gerakan Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat & Bebas DBD
Kamis, 22 Mei 2025 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes, menyampaikan bahwa perubahan besar tidak akan terjadi tanpa perubahan pola pikir dan perilaku. Ia menekankan, "Masalah utama dalam penanggulangan penyakit seperti DBD adalah perilaku. Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama. Kolaborasi dengan sektor swasta, seperti Enesis Group melalui produk Soffell, menjadi contoh nyata sinergi dalam mendukung kesehatan masyarakat. Ke depan, diharapkan kolaborasi ini dapat meluas ke berbagai sektor,” ujar drg. Pembajun Setyaningastutie.
Dari Ide Kecil Menjadi Gerakan Nasional
Dalam sambutannya yang reflektif dan menginspirasi, CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono mengangkat kembali sejarah berdirinya perusahaan yang berawal dari kegelisahan seorang pemuda asal Jawa Barat yang terganggu oleh gigitan nyamuk di rumah kosnya.
“DBD bukan sekedar penyakit, ini soal keberlangsungan hidup dan ketahanan keluarga. Dari pengalaman pribadi itu, lahirah Soffell. Dan hari ini, kami tidak hanya mengedukasi. Inilah komitmen kami: membangun kesadaran dari rumah ke rumah, karena kami percaya keluarga adalah benteng pertama kesehatan,” ujar Aryo.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan ini bukan retorika. Simulasi program sebelumnya mencatat peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 95% ke 99% dan penurunan rumah positif jentik hingga 80% - indikator efektivitas yang berbicara sendiri.
Kolaborasi Lintas Sektor yang Mengakar
Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa program ini menjadi model ideal bagi sinergi lintas sektor yang mengakar, membumi, dan berdampak.
“Program ‘Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat, dan Bebas DBD’ adalah bentuk nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintah dalam menghadapi tantangan penyakit akibat nyamuk, khususnya DBD. Melalui edukasi, pemberdayaan kader jumantik, dan gerakan 3M+, program ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan masyarakat yang berdaya. Kami mengapresiasi dukungan Enesis Group dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat DIY,” ujar Sri Sultan.
Dari Ide Kecil Menjadi Gerakan Nasional
Dalam sambutannya yang reflektif dan menginspirasi, CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono mengangkat kembali sejarah berdirinya perusahaan yang berawal dari kegelisahan seorang pemuda asal Jawa Barat yang terganggu oleh gigitan nyamuk di rumah kosnya.
“DBD bukan sekedar penyakit, ini soal keberlangsungan hidup dan ketahanan keluarga. Dari pengalaman pribadi itu, lahirah Soffell. Dan hari ini, kami tidak hanya mengedukasi. Inilah komitmen kami: membangun kesadaran dari rumah ke rumah, karena kami percaya keluarga adalah benteng pertama kesehatan,” ujar Aryo.
Ia juga menegaskan bahwa pendekatan ini bukan retorika. Simulasi program sebelumnya mencatat peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 95% ke 99% dan penurunan rumah positif jentik hingga 80% - indikator efektivitas yang berbicara sendiri.
Kolaborasi Lintas Sektor yang Mengakar
Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa program ini menjadi model ideal bagi sinergi lintas sektor yang mengakar, membumi, dan berdampak.
“Program ‘Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat, dan Bebas DBD’ adalah bentuk nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintah dalam menghadapi tantangan penyakit akibat nyamuk, khususnya DBD. Melalui edukasi, pemberdayaan kader jumantik, dan gerakan 3M+, program ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan masyarakat yang berdaya. Kami mengapresiasi dukungan Enesis Group dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat DIY,” ujar Sri Sultan.
Lihat Juga :