Siap-siap Merinding! Trailer Film Tenung Rilis, Bikin Penasaran Maksimal!
Kamis, 22 Mei 2025 - 21:20 WIB
loading...
Rumah produksi PicHouse Film dan MD Pictures resmi merilis official trailer dan poster final film horor
A
A
A
JAKARTA - Rumah produksi PicHouse Film dan MD Pictures resmi merilis official trailer dan poster final film horor "TENUNG". Film yang merupakan kisah dari Risa Saraswati mengundang rasa ngeri sekaligus penasaran penonton.
Bersamaan dengan itu, video lirik lagu "Cerita Kertas dan Pena" yang menjadi soundtrack resmi film ini juga diluncurkan.
"TENUNG" merupakan film adaptasi dari novel misteri karya Risa Saraswati yang berkolaborasi dengan suaminya, Dimasta. Awalnya ditulis sebagai suvenir pernikahan mereka pada tahun 2019, kisah ini bertransformasi menjadi buku dan kini siap meneror layar lebar, melanjutkan kesuksesan Risa di genre horor.
Risa Saraswati dan Dimasta membagikan fakta menarik di balik penulisan novel horor Tenung yang akan dijadikan film dengan judul yang sama.
Rupanya, novel Tenung ini awalnya ditulis untuk menjadi souvenir pernikahan Risa Sarawati dan Dimasta. Bahkan, di tengah hectic-nya urusan pernikahan, keduanya tetap bersemangat untuk menulis cerita Tenung tersebut.
"Karena kita kan rencananya nulis ini buat souvenir nikahan berupa buku kan, jadi nulisnya tuh benar-benar sambil nyambil ngurus-ngurus ini itu buat nikahan. Jadi lumayan hectic," ujar Risa Saraswati saat peluncuran Trailer dan Poster di MD Place Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).
Meski menulis cerita tentang mitos jenazah yang dilangkahi kucing hitam di tengah persiapan pernikahan, baik Risa maupun Dimasta mengaku tak ada beban sama sekali. Bahkan, proses menulis ini dijadikan momen healing bagi keduanya.
"Nggak pressure sih, kalo buat saya pribadi sih di tengah pressure nikahan itu justru ini salah satu healingnya kita itu nulis," sambungnya.
Proses penulisan cerita horor Tenung ini dilakukan selama tiga bulan. Bahkan, Risa sendiri tak menyangka bahwa souvenir pernikahannya ini akan dijadikan novel hingga difilmkan.
"Dan ini pure buat souvenir pernikahan jadi sebelumnya saya nggak pernah kebayang ini dirilis jadi buku yang akan dibaca publik. Jadi awalnya hanya orang-orang yang datang ke pernikahan kita dapet bukunya," ujar Risa Saraswati.
Sutradara Rizal Mantovani mengungkapkan bahwa adegan melompati kucing menjadi salah satu tantangan terbesar selama proses syuting.
"Saya nggak tahu itu take ke berapa ya, karena kucing salah satu binatang yg paling sulit diatur, di rumah dan di film juga," ungkap Rizal Mantovani.
Selain menyajikan mitos-mitos yang dipercaya masyarakat, "TENUNG" juga mengeksplorasi tema keluarga disfungsional. Ketiga anak dalam film ini tumbuh tanpa sosok ayah (fatherless) dan memilih jalan hidup masing-masing yang penuh dengan luka.
Emir Mahira, pemeran Ari, menggambarkan karakternya sebagai sosok kompleks yang merasa bertanggung jawab namun juga penuh kekurangan.
"Bukan hanya anak sulung, tapi dia juga anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini. Even so mungkin dia merasa kurang cukup untuk menjadi kakak yang baik, apalagi suami atau ayah," tuturnya.
Sementara Aisyah Aqilah yang memerankan Ira, si bungsu, mengungkapkan bahwa dalam film ini karakternya mungkin menjadi yang paling menderita.
"Dari tiga bersaudara, kayaknya Ira ini yang paling nelangsa ya. Kakaknya pergi dari rumah, gak ikut ngurusin ibunya, dan Ira juga yang masih sayang sama ibunya," ungkap Aisyah.
Sementara itu, film Tenung merupakan adaptasi dari novel horor karya Risa Saraswati dan Dimasta. Tenung sendiri mengangkat mitos tentang jenazah yang hidup kembali setelah dilangkahi oleh kucing hitam.
Bersamaan dengan itu, video lirik lagu "Cerita Kertas dan Pena" yang menjadi soundtrack resmi film ini juga diluncurkan.
"TENUNG" merupakan film adaptasi dari novel misteri karya Risa Saraswati yang berkolaborasi dengan suaminya, Dimasta. Awalnya ditulis sebagai suvenir pernikahan mereka pada tahun 2019, kisah ini bertransformasi menjadi buku dan kini siap meneror layar lebar, melanjutkan kesuksesan Risa di genre horor.
Risa Saraswati dan Dimasta membagikan fakta menarik di balik penulisan novel horor Tenung yang akan dijadikan film dengan judul yang sama.
Rupanya, novel Tenung ini awalnya ditulis untuk menjadi souvenir pernikahan Risa Sarawati dan Dimasta. Bahkan, di tengah hectic-nya urusan pernikahan, keduanya tetap bersemangat untuk menulis cerita Tenung tersebut.
"Karena kita kan rencananya nulis ini buat souvenir nikahan berupa buku kan, jadi nulisnya tuh benar-benar sambil nyambil ngurus-ngurus ini itu buat nikahan. Jadi lumayan hectic," ujar Risa Saraswati saat peluncuran Trailer dan Poster di MD Place Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).
Meski menulis cerita tentang mitos jenazah yang dilangkahi kucing hitam di tengah persiapan pernikahan, baik Risa maupun Dimasta mengaku tak ada beban sama sekali. Bahkan, proses menulis ini dijadikan momen healing bagi keduanya.
"Nggak pressure sih, kalo buat saya pribadi sih di tengah pressure nikahan itu justru ini salah satu healingnya kita itu nulis," sambungnya.
Proses penulisan cerita horor Tenung ini dilakukan selama tiga bulan. Bahkan, Risa sendiri tak menyangka bahwa souvenir pernikahannya ini akan dijadikan novel hingga difilmkan.
"Dan ini pure buat souvenir pernikahan jadi sebelumnya saya nggak pernah kebayang ini dirilis jadi buku yang akan dibaca publik. Jadi awalnya hanya orang-orang yang datang ke pernikahan kita dapet bukunya," ujar Risa Saraswati.
Sutradara Rizal Mantovani mengungkapkan bahwa adegan melompati kucing menjadi salah satu tantangan terbesar selama proses syuting.
"Saya nggak tahu itu take ke berapa ya, karena kucing salah satu binatang yg paling sulit diatur, di rumah dan di film juga," ungkap Rizal Mantovani.
Selain menyajikan mitos-mitos yang dipercaya masyarakat, "TENUNG" juga mengeksplorasi tema keluarga disfungsional. Ketiga anak dalam film ini tumbuh tanpa sosok ayah (fatherless) dan memilih jalan hidup masing-masing yang penuh dengan luka.
Emir Mahira, pemeran Ari, menggambarkan karakternya sebagai sosok kompleks yang merasa bertanggung jawab namun juga penuh kekurangan.
"Bukan hanya anak sulung, tapi dia juga anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini. Even so mungkin dia merasa kurang cukup untuk menjadi kakak yang baik, apalagi suami atau ayah," tuturnya.
Sementara Aisyah Aqilah yang memerankan Ira, si bungsu, mengungkapkan bahwa dalam film ini karakternya mungkin menjadi yang paling menderita.
"Dari tiga bersaudara, kayaknya Ira ini yang paling nelangsa ya. Kakaknya pergi dari rumah, gak ikut ngurusin ibunya, dan Ira juga yang masih sayang sama ibunya," ungkap Aisyah.
Sementara itu, film Tenung merupakan adaptasi dari novel horor karya Risa Saraswati dan Dimasta. Tenung sendiri mengangkat mitos tentang jenazah yang hidup kembali setelah dilangkahi oleh kucing hitam.
(tar)
Lihat Juga :