Tingkatkan Kepedulian pada Demensia Alzheimer Lintas Generasi di Tengah Pandemi
Selasa, 08 September 2020 - 00:50 WIB
loading...
Masyarakat, terkhusus anak muda, harus memahami risiko pemicu demensia. Foto Ilustrasi/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Demensia merupakan gejala penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak. Sedangkan demensia alzheimer adalah gangguan penurunan fungsi otak yang memengaruhi emosi, daya ingat, serta pengambilan keputusan seseorang dan biasa disebut pikun.
Menurut Direktur Regional Alzheimer Asia Pasifik sekaligus Penggagas Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) DY Suharya, berdasarkan penelitian kolaboratif antara London School of Economics dan University College of London, secara global sekitar 75% kematian pasien yang terpapar COVID-19 adalah orang dengan demensia sebagai penyakit penyerta.
"Usia merupakan faktor terbesar terkait dengan demensia. Golongan lansia memiliki risiko paling tinggi terhadap paparan COVID-19 dengan 86% kematian terjadi pada golongan usia 65 tahun ke atas,” tutur Suharya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (7/9). (Baca Juga: Studi: Hormon Cinta Oksitosin Dapat Redakan Masalah Pencernaan )
Lebih lanjut Suharya mengungkapkan, pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini juga membuat banyak orang rentan kesepian, mengalami kecemasan, dan depresi, tak terkecuali orang dengan demensia (ODD) maupun caregivers.
Sementara itu, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memengaruhi kondisi fisik dan mental masyarakat. Perubahan-perubahan sikap atau behavior changes yang diadopsi dalam situasi kebiasaan baru juga tampak pada peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan otak.
Menurut Direktur Regional Alzheimer Asia Pasifik sekaligus Penggagas Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) DY Suharya, berdasarkan penelitian kolaboratif antara London School of Economics dan University College of London, secara global sekitar 75% kematian pasien yang terpapar COVID-19 adalah orang dengan demensia sebagai penyakit penyerta.
"Usia merupakan faktor terbesar terkait dengan demensia. Golongan lansia memiliki risiko paling tinggi terhadap paparan COVID-19 dengan 86% kematian terjadi pada golongan usia 65 tahun ke atas,” tutur Suharya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (7/9). (Baca Juga: Studi: Hormon Cinta Oksitosin Dapat Redakan Masalah Pencernaan )
Lebih lanjut Suharya mengungkapkan, pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini juga membuat banyak orang rentan kesepian, mengalami kecemasan, dan depresi, tak terkecuali orang dengan demensia (ODD) maupun caregivers.
Sementara itu, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memengaruhi kondisi fisik dan mental masyarakat. Perubahan-perubahan sikap atau behavior changes yang diadopsi dalam situasi kebiasaan baru juga tampak pada peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan otak.
Lihat Juga :