Tingkatkan Kepedulian pada Demensia Alzheimer Lintas Generasi di Tengah Pandemi
Selasa, 08 September 2020 - 00:50 WIB
loading...
A
A
A
“Terjadi peningkatan jumlah orang yang bertanya seputar kesehatan mental dan kesehatan otak. Namun, kondisi pandemi COVID-19 membuat banyak di antaranya merasa kesulitan dan takut untuk datang ke rumah sakit serta berkonsultasi secara langsung. Meskipun beberapa rumah sakit sudah menyediakan pelayanan konsultasi online, namun tidak bisa menggantikan sepenuhnya pemeriksaan fisik saat kehadiran pasien di rumah sakit," kata Ahli Syaraf dan Dekan UNIKA Atma Jaya Dr. dr. Yuda Turana SpS.
"Di sisi lain, sistem pelayanan kesehatan yang membatasi pendamping dan adanya ruang isolasi tanpa pendamping, dengan jumlah tenaga kesehatan rumah sakit belum sepenuhnya memadai menjadi permasalahan besar pasien lansia dengan demensia di rumah sakit,” lanjutnya.
Pada 2016, di Indonesia diperkirakan telah ada sekitar 1,2 juta ODD. Angka ini berpotensi meningkat menjadi 2 juta orang pada 2030 dan 4 juta orang pada 2050.
Perlakuan yang salah terhadap ODD dapat memperparah kondisi kejiwaan. Maka itu diperlukan kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak, termasuk pemerintah, untuk meningkatkan kualitas hidup lintas generasi yang lebih sehat.
“Salah satu tantangan terbesar penyebarluasan informasi dan peningkatan kepedulian mengenai demensia alzheimer adalah kurangnya pemahaman hal tersebut sebagai gangguan kesehatan otak. Berdasarkan laporan Alzheimer’s Disease International (ADI), tiap 2 dari 3 orang masih berpikir bahwa demensia atau pikun adalah bagian normal dari penuaan,” ujar Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia Michael Dirk Roelof Maltimoe.
"Di sisi lain, sistem pelayanan kesehatan yang membatasi pendamping dan adanya ruang isolasi tanpa pendamping, dengan jumlah tenaga kesehatan rumah sakit belum sepenuhnya memadai menjadi permasalahan besar pasien lansia dengan demensia di rumah sakit,” lanjutnya.
Pada 2016, di Indonesia diperkirakan telah ada sekitar 1,2 juta ODD. Angka ini berpotensi meningkat menjadi 2 juta orang pada 2030 dan 4 juta orang pada 2050.
Perlakuan yang salah terhadap ODD dapat memperparah kondisi kejiwaan. Maka itu diperlukan kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak, termasuk pemerintah, untuk meningkatkan kualitas hidup lintas generasi yang lebih sehat.
“Salah satu tantangan terbesar penyebarluasan informasi dan peningkatan kepedulian mengenai demensia alzheimer adalah kurangnya pemahaman hal tersebut sebagai gangguan kesehatan otak. Berdasarkan laporan Alzheimer’s Disease International (ADI), tiap 2 dari 3 orang masih berpikir bahwa demensia atau pikun adalah bagian normal dari penuaan,” ujar Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia Michael Dirk Roelof Maltimoe.
Lihat Juga :