Osteoarthritis Bisa Memburuk Seiring Usia, Kenali Faktor Penyebab dan Gejalanya
Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
“Prosedur TKR atau total knee replacement ini direkomendasikan untuk pasien yang mengalami osteoartritis (OA) tingkat lanjut, dengan gejala seperti nyeri lutut yang terus-menerus, keterbatasan gerakan, seperti kesulitan menekuk atau meluruskan lutut serta sulit berdiri atau berjalan akibat rasa sakit,” ujar dr. Teddy Heri Wardhana, SpOT dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi RS Siloam Surabaya, melalui siaran pers, Sabtu (24/5/2025).
dr. Teddy menambahkan bahwa di era saat ini, operasi dengan robot menjadi terobosan bagi dunia kedokteran. Dengan adanya robot dalam tindakan, keuntungan yang dirasakan oleh pasien akan lebih maksimal. Seperti prosedur TKR, hasil operasi semakin presisi dan proses pemulihan pasien pasca operasi akan jauh lebih cepat.
Penyebab osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan (kartilago) yang berfungsi untuk melindungi ujung tulang keras dari gesekan. Hal ini membuat tulang saling bergesekan langsung saat bergerak, hingga timbul peradangan yang dapat memicu nyeri, serta kekakuan pada sendi.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis. Berikut di antaranya:
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit osteoarthritis.
- Lanjut usia.
- Berjenis kelamin wanita.
- Wanita yang sudah mengalami menopause.
- Pernah mengalami cedera pada sendi.
- Pernah melakukan operasi pada tulang dan sendi.
- Sering beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi, seperti angkat beban, dan lain sebagainya.
- Mengidap penyakit metabolik, seperti diabetes.
- Sendi terasa sakit saat digerakkan dan membaik saat sendi diistirahatkan.
- Sendi terasa kaku, terutama di pagi hari dan saat berpindah posisi tubuh setelah tidak bergerak cukup lama, misalnya setelah lama duduk dan berbaring.
- Melemahnya otot di sekitar sendi yang bermasalah.
- Munculnya suara gesekan atau gemeretak ketika sendi sedang digerakkan.
- Pembengkakan pada area sendi, seperti di jari tangan, lutut, siku, dan lain sebagainya.
dr. Teddy menambahkan bahwa di era saat ini, operasi dengan robot menjadi terobosan bagi dunia kedokteran. Dengan adanya robot dalam tindakan, keuntungan yang dirasakan oleh pasien akan lebih maksimal. Seperti prosedur TKR, hasil operasi semakin presisi dan proses pemulihan pasien pasca operasi akan jauh lebih cepat.
Apa Penyebab Osteoarthritis?
Penyebab osteoarthritis adalah kerusakan pada tulang rawan (kartilago) yang berfungsi untuk melindungi ujung tulang keras dari gesekan. Hal ini membuat tulang saling bergesekan langsung saat bergerak, hingga timbul peradangan yang dapat memicu nyeri, serta kekakuan pada sendi.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis. Berikut di antaranya:
- Berat badan berlebih atau obesitas.
- Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit osteoarthritis.
- Lanjut usia.
- Berjenis kelamin wanita.
- Wanita yang sudah mengalami menopause.
- Pernah mengalami cedera pada sendi.
- Pernah melakukan operasi pada tulang dan sendi.
- Sering beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi, seperti angkat beban, dan lain sebagainya.
- Mengidap penyakit metabolik, seperti diabetes.
Kenali Gejala Osteoarthritis
Penderita osteoarthritis akan mengalami gejala awal seperti nyeri dan kekakuan pada sendi. Adapun beberapa gejala osteoarthritis yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut:- Sendi terasa sakit saat digerakkan dan membaik saat sendi diistirahatkan.
- Sendi terasa kaku, terutama di pagi hari dan saat berpindah posisi tubuh setelah tidak bergerak cukup lama, misalnya setelah lama duduk dan berbaring.
- Melemahnya otot di sekitar sendi yang bermasalah.
- Munculnya suara gesekan atau gemeretak ketika sendi sedang digerakkan.
- Pembengkakan pada area sendi, seperti di jari tangan, lutut, siku, dan lain sebagainya.
Manfaat Total Knee Replacement (TKR)
TKR dilakukan dengan mengganti bagian sendi lutut yang rusak dengan implan khusus. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan nyeri sendi yang menetap, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan bergerak dan memungkinkan pasien kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Dengan demikian, kualitas hidup pasien dapat dioptimalkan.Lihat Juga :