Viral! Maskapai Eropa Siapkan Kursi Berdiri Mulai 2026 demi Tiket Super Murah
Minggu, 25 Mei 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Desain ini memungkinkan penambahan kapasitas penumpang hingga 20 persen lebih banyak dalam satu penerbangan. Selain itu, bobot kursi yang ringan, hanya setengah dari berat kursi konvensional juga berkontribusi terhadap pengurangan berat keseluruhan pesawat, yang otomatis menekan konsumsi bahan bakar.
Kursi berdiri ini menjadi perbincangan hangat lantaran dianggap sebagai langkah radikal dalam industri penerbangan komersial. Banyak yang menganggapnya sebagai solusi brilian untuk menghadirkan tiket murah dan mengurangi dampak lingkungan penerbangan, khususnya emisi karbon. Namun, kritik keras juga bermunculan dari berbagai kalangan.
Isu kenyamanan dan keamanan menjadi sorotan utama. Dalam kondisi turbulensi atau keadaan darurat, posisi penumpang yang tidak sepenuhnya duduk dikhawatirkan memperbesar risiko cedera. Selain itu, pertanyaan mengenai apakah postur setengah berdiri dapat ditoleransi selama lebih dari satu jam menjadi bahan perdebatan tersendiri.
Daya tarik terbesar dari implementasi kursi ini tentu saja adalah harga tiket yang sangat murah. Dalam pernyataan lamanya, CEO Ryanair Michael O’Leary pernah menyebut bahwa kursi ini memungkinkan maskapai menawarkan tiket penerbangan dengan harga serendah 1 pound sterling atau setara dengan Rp20 ribu.
Baca Juga: Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Resmi Jadi Pusat Penerbangan Umrah dan Haji, Ini Fasilitasnya
Skema ini diyakini bisa menjangkau penumpang dari semua kalangan dan menjadikan terbang sebagai moda transportasi paling terjangkau. Meski belum ada maskapai yang mengumumkan secara resmi penggunaan kursi berdiri ini, laporan menyebutkan bahwa sejumlah maskapai bertarif rendah di wilayah Eropa Timur dan Spanyol telah menunjukkan minat serius terhadap desain Skyrider 2.0.
Kursi berdiri ini menjadi perbincangan hangat lantaran dianggap sebagai langkah radikal dalam industri penerbangan komersial. Banyak yang menganggapnya sebagai solusi brilian untuk menghadirkan tiket murah dan mengurangi dampak lingkungan penerbangan, khususnya emisi karbon. Namun, kritik keras juga bermunculan dari berbagai kalangan.
Isu kenyamanan dan keamanan menjadi sorotan utama. Dalam kondisi turbulensi atau keadaan darurat, posisi penumpang yang tidak sepenuhnya duduk dikhawatirkan memperbesar risiko cedera. Selain itu, pertanyaan mengenai apakah postur setengah berdiri dapat ditoleransi selama lebih dari satu jam menjadi bahan perdebatan tersendiri.
Daya tarik terbesar dari implementasi kursi ini tentu saja adalah harga tiket yang sangat murah. Dalam pernyataan lamanya, CEO Ryanair Michael O’Leary pernah menyebut bahwa kursi ini memungkinkan maskapai menawarkan tiket penerbangan dengan harga serendah 1 pound sterling atau setara dengan Rp20 ribu.
Baca Juga: Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Resmi Jadi Pusat Penerbangan Umrah dan Haji, Ini Fasilitasnya
Skema ini diyakini bisa menjangkau penumpang dari semua kalangan dan menjadikan terbang sebagai moda transportasi paling terjangkau. Meski belum ada maskapai yang mengumumkan secara resmi penggunaan kursi berdiri ini, laporan menyebutkan bahwa sejumlah maskapai bertarif rendah di wilayah Eropa Timur dan Spanyol telah menunjukkan minat serius terhadap desain Skyrider 2.0.
Lihat Juga :