Hindari Matahari Bertahun-tahun, Perempuan Ini Alami Patah Tulang saat Berguling di Tempat Tidur
Minggu, 25 Mei 2025 - 22:00 WIB
loading...
Perempuan di China mengalami patah tulang parah saat berguling di tempat tidur. Ia menghindari paparan sinar matahari bertahun-tahun, menderita osteoporosis. Foto/Golden State Orthopedics & Spine
A
A
A
JAKARTA - Seorang perempuan di China mengalami patah tulang parah saat berguling di tempat tidur. Penyebabnya mengejutkan. Ia telah menghindari paparan sinar matahari selama bertahun-tahun, yang menyebabkan tubuhnya kekurangan vitamin D dan menderita osteoporosis akut.
Kisah ini pertama kali diungkap oleh Dr. Long Shuang, dokter dari Departemen Gawat Darurat di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China XinDu, yang menangani langsung pasien tersebut pada 14 Mei 2025. Menurut penuturan sang dokter, perempuan itu mengalami patah tulang parah hanya karena berganti posisi tidur, akibat kondisi osteoporosis berat yang dialaminya.
Dalam laporan medis yang beredar luas, disebutkan bahwa pasien tersebut telah menghindari paparan sinar matahari sejak masa kecil. Ia dikenal sangat berhati-hati terhadap kulitnya, hampir tidak pernah mengenakan pakaian terbuka di luar ruangan, dan selalu menggunakan tabir surya, bahkan di dalam rumah.
Dilansir dari SCMP, Minggu (25/5/2025), kebiasaan ekstrem tersebut, ditambah gaya hidup yang cenderung pasif dan minim aktivitas fisik, menyebabkan tubuhnya kekurangan vitamin D secara kronis, yang pada akhirnya memicu pengeroposan tulang.
Baca Juga: Siapa Penjual Es Teh yang Diolok-olok Gus Miftah? Pernah Patah Tulang hingga Dagang demi Keluarga
Menanggapi viralnya kasus ini, Dr. Jiang Xiaobing, Kepala Ahli Bedah Tulang Belakang Ortopedi di Rumah Sakit Afiliasi Kedua Universitas Kedokteran Guangzhou, menyampaikan peringatan melalui sebuah video edukatif daring.
“Sekarang ini, banyak orang terlalu takut dengan sinar matahari dan menutupi tubuh mereka dari kepala hingga kaki. Padahal, sinar matahari dalam kadar cukup sangat penting bagi kesehatan tulang,” ujarnya.
Dr. Jiang juga menjelaskan bahwa tulang manusia mengalami regenerasi setiap 10 tahun, namun mulai usia 30 tahun, massa tulang akan menyusut secara alami sebesar 0,5 persen hingga 1 persen per tahun. Proses ini akan berjalan lebih cepat bila tubuh kekurangan kalsium, vitamin D, dan kurang bergerak.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai gaya hidup modern turut memperburuk kesehatan tulang, termasuk kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, terlalu banyak duduk, serta minimnya aktivitas fisik. Kombinasi faktor-faktor ini dapat menyebabkan kerusakan tulang secara perlahan tanpa disadari.
Baca Juga: Viral! Pria Alami Patah Tulang Paha saat Batuk, Kondisinya Bikin Dokter Bingung
Untuk menjaga kekuatan tulang, Dr. Jiang menyarankan:
1. Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup dari makanan atau suplemen
2. Paparan sinar matahari 10–15 menit per hari, terutama pada pagi hari
3. Rutin berolahraga, seperti jalan kaki, yoga, atau latihan beban ringan
4. Menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
Ia menekankan bahwa wanita setelah menopause harus lebih waspada karena risiko osteoporosis meningkat tajam akibat penurunan hormon estrogen.
Di sisi lain, Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu penyerapan kalsium, yang esensial bagi kekuatan tulang. Sinar matahari merupakan sumber vitamin D alami terbaik. Sayangnya, ketakutan akan efek negatif sinar UV seperti penuaan dini dan kanker kulit membuat banyak orang berlebihan dalam melindungi diri, hingga akhirnya mengorbankan kebutuhan tubuh akan vitamin D.
Para ahli menyarankan untuk tidak sepenuhnya menghindari matahari. Paparan singkat di pagi hari tanpa tabir surya pada kulit terbuka seperti lengan atau wajah sudah cukup untuk memicu produksi vitamin D dalam tubuh.
Insiden yang dialami wanita asal China ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat modern. Di tengah meningkatnya gaya hidup sedentari dan kecenderungan untuk menghindari matahari, risiko penyakit tulang seperti osteoporosis dan fraktur spontan semakin meningkat.
Menghindari sinar matahari secara ekstrem, apalagi disertai dengan kurangnya aktivitas fisik dan asupan gizi yang tidak seimbang, bisa berdampak serius bagi kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: Mengenal Risiko Patah Tulang Ekor, Viral Kursi Seorang Anak Ditarik saat Mau Duduk
Kisah ini pertama kali diungkap oleh Dr. Long Shuang, dokter dari Departemen Gawat Darurat di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China XinDu, yang menangani langsung pasien tersebut pada 14 Mei 2025. Menurut penuturan sang dokter, perempuan itu mengalami patah tulang parah hanya karena berganti posisi tidur, akibat kondisi osteoporosis berat yang dialaminya.
Dalam laporan medis yang beredar luas, disebutkan bahwa pasien tersebut telah menghindari paparan sinar matahari sejak masa kecil. Ia dikenal sangat berhati-hati terhadap kulitnya, hampir tidak pernah mengenakan pakaian terbuka di luar ruangan, dan selalu menggunakan tabir surya, bahkan di dalam rumah.
Dilansir dari SCMP, Minggu (25/5/2025), kebiasaan ekstrem tersebut, ditambah gaya hidup yang cenderung pasif dan minim aktivitas fisik, menyebabkan tubuhnya kekurangan vitamin D secara kronis, yang pada akhirnya memicu pengeroposan tulang.
Baca Juga: Siapa Penjual Es Teh yang Diolok-olok Gus Miftah? Pernah Patah Tulang hingga Dagang demi Keluarga
Menanggapi viralnya kasus ini, Dr. Jiang Xiaobing, Kepala Ahli Bedah Tulang Belakang Ortopedi di Rumah Sakit Afiliasi Kedua Universitas Kedokteran Guangzhou, menyampaikan peringatan melalui sebuah video edukatif daring.
“Sekarang ini, banyak orang terlalu takut dengan sinar matahari dan menutupi tubuh mereka dari kepala hingga kaki. Padahal, sinar matahari dalam kadar cukup sangat penting bagi kesehatan tulang,” ujarnya.
Dr. Jiang juga menjelaskan bahwa tulang manusia mengalami regenerasi setiap 10 tahun, namun mulai usia 30 tahun, massa tulang akan menyusut secara alami sebesar 0,5 persen hingga 1 persen per tahun. Proses ini akan berjalan lebih cepat bila tubuh kekurangan kalsium, vitamin D, dan kurang bergerak.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai gaya hidup modern turut memperburuk kesehatan tulang, termasuk kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, terlalu banyak duduk, serta minimnya aktivitas fisik. Kombinasi faktor-faktor ini dapat menyebabkan kerusakan tulang secara perlahan tanpa disadari.
Baca Juga: Viral! Pria Alami Patah Tulang Paha saat Batuk, Kondisinya Bikin Dokter Bingung
Untuk menjaga kekuatan tulang, Dr. Jiang menyarankan:
1. Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup dari makanan atau suplemen
2. Paparan sinar matahari 10–15 menit per hari, terutama pada pagi hari
3. Rutin berolahraga, seperti jalan kaki, yoga, atau latihan beban ringan
4. Menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
Ia menekankan bahwa wanita setelah menopause harus lebih waspada karena risiko osteoporosis meningkat tajam akibat penurunan hormon estrogen.
Di sisi lain, Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu penyerapan kalsium, yang esensial bagi kekuatan tulang. Sinar matahari merupakan sumber vitamin D alami terbaik. Sayangnya, ketakutan akan efek negatif sinar UV seperti penuaan dini dan kanker kulit membuat banyak orang berlebihan dalam melindungi diri, hingga akhirnya mengorbankan kebutuhan tubuh akan vitamin D.
Para ahli menyarankan untuk tidak sepenuhnya menghindari matahari. Paparan singkat di pagi hari tanpa tabir surya pada kulit terbuka seperti lengan atau wajah sudah cukup untuk memicu produksi vitamin D dalam tubuh.
Insiden yang dialami wanita asal China ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat modern. Di tengah meningkatnya gaya hidup sedentari dan kecenderungan untuk menghindari matahari, risiko penyakit tulang seperti osteoporosis dan fraktur spontan semakin meningkat.
Menghindari sinar matahari secara ekstrem, apalagi disertai dengan kurangnya aktivitas fisik dan asupan gizi yang tidak seimbang, bisa berdampak serius bagi kesehatan jangka panjang.
Baca Juga: Mengenal Risiko Patah Tulang Ekor, Viral Kursi Seorang Anak Ditarik saat Mau Duduk
(dra)
Lihat Juga :