Britney Spears Berulah di Pesawat, Merokok dalam Kabin hingga Ditegur Petugas Bandara
Senin, 26 Mei 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan charter yang mengoperasikan penerbangan tersebut, JSX, menolak memberikan komentar atas kejadian ini dan tidak mengungkap tindakan yang mungkin diambil terhadap pelanggaran yang dilakukan penumpangnya.
Insiden ini memicu kembali diskusi publik terkait kondisi kesehatan mental pemilik nama asli Britney Jeans Spears itu, yang sejak lama menjadi perhatian dunia hiburan. Sejak berakhirnya konservatori (hak pengawasan hukum atas hidup dan aset Spears) pada 2021, perilaku sang artis kerap mengundang kekhawatiran. Terutama lewat unggahan-unggahan aneh dan tak terduga di media sosial.
"Beberapa orang terdekat Britney merasa keputusan pengadilan untuk mengakhiri konservatori tidak mempertimbangkan data medis dengan tepat," ungkap seorang sumber kepada TMZ.
"Hakim tampak lebih terpengaruh oleh tekanan gerakan #FreeBritney daripada bukti nyata di pengadilan," tambahnya.
Baca Juga: Britney Spears Umumkan Tak Akan Kembali ke Dunia Musik
Sentimen ini mencerminkan keraguan sebagian publik, yang mempertanyakan apakah penyanyi kelahiran 2 Desember 1981 itu benar-benar siap mengelola kebebasannya sepenuhnya, tanpa pengawasan hukum seperti sebelumnya.
Insiden ini memicu kembali diskusi publik terkait kondisi kesehatan mental pemilik nama asli Britney Jeans Spears itu, yang sejak lama menjadi perhatian dunia hiburan. Sejak berakhirnya konservatori (hak pengawasan hukum atas hidup dan aset Spears) pada 2021, perilaku sang artis kerap mengundang kekhawatiran. Terutama lewat unggahan-unggahan aneh dan tak terduga di media sosial.
"Beberapa orang terdekat Britney merasa keputusan pengadilan untuk mengakhiri konservatori tidak mempertimbangkan data medis dengan tepat," ungkap seorang sumber kepada TMZ.
"Hakim tampak lebih terpengaruh oleh tekanan gerakan #FreeBritney daripada bukti nyata di pengadilan," tambahnya.
Baca Juga: Britney Spears Umumkan Tak Akan Kembali ke Dunia Musik
Sentimen ini mencerminkan keraguan sebagian publik, yang mempertanyakan apakah penyanyi kelahiran 2 Desember 1981 itu benar-benar siap mengelola kebebasannya sepenuhnya, tanpa pengawasan hukum seperti sebelumnya.
Lihat Juga :