Memaparkan Project Beauty With Purpose Miliknya di Head To Head Challenge, Monica: They Didn't Need Our Pity, They Needed Our Action!
Senin, 26 Mei 2025 - 12:00 WIB
loading...
Tidak hanya cantik, untuk menjadi seorang juara dalam ajang kecantikan Miss World. Sesi Head To Head Challenge tempat para finalis menunjukkan pengetahuan. Foto/Instagram Monica Kezia Sembiring
A
A
A
JAKARTA - Tidak hanya cantik, untuk menjadi seorang juara dalam ajang kecantikan Miss World juga dibutuhkan pengetahuan yang luas. Sesi Head To Head Challenge — yang diadakan empat hari lalu, adalah tempat dimana para finalis menunjukkan sejauh mana pengetahuan yang mereka miliki.
Dalam sesi ini para finalis diminta untuk mempresentasikan program Beauty With A Purpose yang telah mereka siapkan untuk membantu dan menyelesaikan permasalahn yang terjadi disekitar mereka.
Di kesempatan ini, Monica Kezia — perwakilan Indonesia di ajang Miss World menjelaskan program yang telah ia bangun sejak bulan Februari lalu di desa Ciseke, Banten. Dengan tajuk Pipeline For Lifeline Monica membantu menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih dan sanitasi di desa Ciseke.
“Air bersih seharusnya bukan menjadi barang mewah, terutama buat anak-anak. Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi," kata Monica.
Baca Juga: Harapan Monica Kezia di Miss World 2025: Dunia Harus Kenal Indonesia Lewat Aksi Nyata
![Memaparkan Project Beauty With Purpose Miliknya di Head To Head Challenge, Monica: They Didn't Need Our Pity, They Needed Our Action!]()
Foto/MNC Media
Atas alasan itulah Monica, sarjana Teknik Kimia ini menaruh perhatian lebih terhadap ketidak adaannya air bersih di desa Ciseke yang mengakibatkannya banyak warga, terutama anak-anak yang terjangkit penyakit karena harus mengkonsumsi air yang tidak layak pakai.
Dengan kecintaannya terhadap dunia science dan dukungan dari MNC Peduli, Monica berhasil menyalurkan air bersih, sanitasi yang layak, dan sistem pemipaan dari mata air Cirahab untuk digunakan oleh warga di desa Ciseke, Banten.
“Mereka tidak butuh rasa kasihan kita, mereka butuh tindakan kita untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Monica saat menjelaskan tujuannya dalam membangun Pipeline For Lifeline.
Dengan dibuatnya proyek ini, Monica berharap tidak hanya dapat membantu kelangsungan hidup warga desa Ciseke sehari-hari, tapi juga bisa membuat harapan baru untuk anak-anak di desa Ciseke untuk meraih mimpinya.
Baca Juga: Proyek Air Bersih Miss Indonesia 2024 Monica Kezia Rampung, Warga Banten Kini Punya Harapan Baru
Dukung terus Monica Kezia untuk mendapatkan Miss World Crown sampai tanggal 31 Mei 2025 nanti. Download aplikasi Miss World di Appstore dan Play Storemu, dan jangan lupa follow @monica.kezia dan @missworld untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Monica Kezia!
Dalam sesi ini para finalis diminta untuk mempresentasikan program Beauty With A Purpose yang telah mereka siapkan untuk membantu dan menyelesaikan permasalahn yang terjadi disekitar mereka.
Di kesempatan ini, Monica Kezia — perwakilan Indonesia di ajang Miss World menjelaskan program yang telah ia bangun sejak bulan Februari lalu di desa Ciseke, Banten. Dengan tajuk Pipeline For Lifeline Monica membantu menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih dan sanitasi di desa Ciseke.
“Air bersih seharusnya bukan menjadi barang mewah, terutama buat anak-anak. Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi," kata Monica.
Baca Juga: Harapan Monica Kezia di Miss World 2025: Dunia Harus Kenal Indonesia Lewat Aksi Nyata

Foto/MNC Media
Atas alasan itulah Monica, sarjana Teknik Kimia ini menaruh perhatian lebih terhadap ketidak adaannya air bersih di desa Ciseke yang mengakibatkannya banyak warga, terutama anak-anak yang terjangkit penyakit karena harus mengkonsumsi air yang tidak layak pakai.
Dengan kecintaannya terhadap dunia science dan dukungan dari MNC Peduli, Monica berhasil menyalurkan air bersih, sanitasi yang layak, dan sistem pemipaan dari mata air Cirahab untuk digunakan oleh warga di desa Ciseke, Banten.
“Mereka tidak butuh rasa kasihan kita, mereka butuh tindakan kita untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Monica saat menjelaskan tujuannya dalam membangun Pipeline For Lifeline.
Dengan dibuatnya proyek ini, Monica berharap tidak hanya dapat membantu kelangsungan hidup warga desa Ciseke sehari-hari, tapi juga bisa membuat harapan baru untuk anak-anak di desa Ciseke untuk meraih mimpinya.
Baca Juga: Proyek Air Bersih Miss Indonesia 2024 Monica Kezia Rampung, Warga Banten Kini Punya Harapan Baru
Dukung terus Monica Kezia untuk mendapatkan Miss World Crown sampai tanggal 31 Mei 2025 nanti. Download aplikasi Miss World di Appstore dan Play Storemu, dan jangan lupa follow @monica.kezia dan @missworld untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Monica Kezia!
(dra)
Lihat Juga :