Radja Angkat Realita Kehidupan dalam Single Tunggu Saja, Bukan soal Cinta
Rabu, 28 Mei 2025 - 20:40 WIB
loading...
Grup band Radja kembali menunjukkan sisi kreatif mereka lewat single terbaru bertajuk Tunggu Saja, yang tidak berkisah tentang cinta seperti sebelumnya. Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Grup band Radja kembali menunjukkan sisi kreatif mereka lewat single terbaru bertajuk Tunggu Saja, yang kali ini tidak berkisah tentang cinta seperti karya-karya sebelumnya. Lagu ini menjadi penanda keberanian Radja dalam mengeksplorasi tema yang lebih dekat dengan realitas hidup sehari-hari.
Vokalis Radja, Ian Kasela , mengatakan bahwa lagu ini lahir dari pengamatan mereka terhadap kondisi sosial saat ini. Alih-alih membahas percintaan, Radja memilih menyoroti perjuangan dan kesabaran dalam menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.
"Tunggu Saja ini kita rilis memang salah satu single yang kita buat rada berbeda secara tema.Hampir belum pernah ada. Ini kan kejadian sehari-hari tapi belum pernah ada yang nulis," kata Ian di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2025.
"Kita itu kan selalu berbicara tentang cinta, cinta universal.Nah ini bukan tentang cinta tapi lebih kepada kehidupan," sambungnya.
Baca Juga: Radja Comeback dengan Single Tunggu Saja, Tanda Eksistensi 25 Tahun di Industri Musik Indonesia
![Radja Angkat Realita Kehidupan dalam Single Tunggu Saja, Bukan soal Cinta]()
Foto/Aldhi Chandra
Menurut Ian, Tunggu Saja menggambarkan situasi umum yang kerap dialami masyarakat. Di mana ketika usaha dan impian belum membuahkan hasil dalam waktu singkat. Pesan utamanya adalah untuk tidak menyerah, karena semua ada waktunya.
"Ini adalah kejadian yang setiap orang mengalami. Mungkin kita kan impian kita ataupun ekspektasi kita tuh maunya hari ini clear semuanya," jelasnya.
"Ya tidak bisa seperti itu juga, ada Tuhan yang menentukan," lanjutnya.
Lagu ini pun disebut sebagai bentuk adaptasi Radja terhadap tren musik dan fenomena sosial yang tengah berkembang. Meski sempat menuai kritik karena dianggap memiliki lirik yang mirip dengan lagu lain, Ian memilih untuk menanggapi secara santai dan bijak.
Baca Juga: Radja Ungkap Rahasia Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Musik Senja dan Tren Baru
"Nah kalau nggak hari ini ya mungkin besok.Kalau memang besok nggak ya mungkin lusa. Lusa juga belum juga, lu harus sabar," ujarnya.
"Mungkin hari berikutnya.Kalau hari berikutnya juga nggak ya tunggu saja," tambahnya.
Menariknya, alih-alih terpancing emosi, Radja justru menganggap kritik dari warganet sebagai bentuk perhatian. Bagi mereka, setiap komentar yang masuk menunjukkan bahwa karya mereka tetap mendapat tempat di hati pendengar.
"Itu sebagian kita anggap motivasi,sebagian kita anggap kritik ataupun masukan. Komen dari para teman-teman di luar sana itu ya kita anggap ini sebagai rambu-rambu," ucapnya.
Baca Juga: Lagu Tunggu Saja Dituding Mirip Batas Senja, Radja: Selain Donatur Dilarang Ngatur
"Atau lebih bahasa kerennya adalah mereka pemerhati.Artinya kita thank you, kalian sudah memperhatikan Radja," tandasnya.
Dengan Tunggu Saja, Radja memperlihatkan kematangan musikal dan kedewasaan dalam berkarya. Mereka tidak hanya menyajikan lagu yang enak didengar, tapi juga membawa pesan yang kuat dan relevan dengan kehidupan banyak orang.
Vokalis Radja, Ian Kasela , mengatakan bahwa lagu ini lahir dari pengamatan mereka terhadap kondisi sosial saat ini. Alih-alih membahas percintaan, Radja memilih menyoroti perjuangan dan kesabaran dalam menghadapi kehidupan yang penuh tantangan.
"Tunggu Saja ini kita rilis memang salah satu single yang kita buat rada berbeda secara tema.Hampir belum pernah ada. Ini kan kejadian sehari-hari tapi belum pernah ada yang nulis," kata Ian di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2025.
"Kita itu kan selalu berbicara tentang cinta, cinta universal.Nah ini bukan tentang cinta tapi lebih kepada kehidupan," sambungnya.
Baca Juga: Radja Comeback dengan Single Tunggu Saja, Tanda Eksistensi 25 Tahun di Industri Musik Indonesia

Foto/Aldhi Chandra
Menurut Ian, Tunggu Saja menggambarkan situasi umum yang kerap dialami masyarakat. Di mana ketika usaha dan impian belum membuahkan hasil dalam waktu singkat. Pesan utamanya adalah untuk tidak menyerah, karena semua ada waktunya.
"Ini adalah kejadian yang setiap orang mengalami. Mungkin kita kan impian kita ataupun ekspektasi kita tuh maunya hari ini clear semuanya," jelasnya.
"Ya tidak bisa seperti itu juga, ada Tuhan yang menentukan," lanjutnya.
Lagu ini pun disebut sebagai bentuk adaptasi Radja terhadap tren musik dan fenomena sosial yang tengah berkembang. Meski sempat menuai kritik karena dianggap memiliki lirik yang mirip dengan lagu lain, Ian memilih untuk menanggapi secara santai dan bijak.
Baca Juga: Radja Ungkap Rahasia Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Musik Senja dan Tren Baru
"Nah kalau nggak hari ini ya mungkin besok.Kalau memang besok nggak ya mungkin lusa. Lusa juga belum juga, lu harus sabar," ujarnya.
"Mungkin hari berikutnya.Kalau hari berikutnya juga nggak ya tunggu saja," tambahnya.
Menariknya, alih-alih terpancing emosi, Radja justru menganggap kritik dari warganet sebagai bentuk perhatian. Bagi mereka, setiap komentar yang masuk menunjukkan bahwa karya mereka tetap mendapat tempat di hati pendengar.
"Itu sebagian kita anggap motivasi,sebagian kita anggap kritik ataupun masukan. Komen dari para teman-teman di luar sana itu ya kita anggap ini sebagai rambu-rambu," ucapnya.
Baca Juga: Lagu Tunggu Saja Dituding Mirip Batas Senja, Radja: Selain Donatur Dilarang Ngatur
"Atau lebih bahasa kerennya adalah mereka pemerhati.Artinya kita thank you, kalian sudah memperhatikan Radja," tandasnya.
Dengan Tunggu Saja, Radja memperlihatkan kematangan musikal dan kedewasaan dalam berkarya. Mereka tidak hanya menyajikan lagu yang enak didengar, tapi juga membawa pesan yang kuat dan relevan dengan kehidupan banyak orang.
(dra)
Lihat Juga :