Wastra Depok Tampil Memikat di IFW 2025, Sajikan Gaya Lokal dengan Sentuhan Global
Jum'at, 30 Mei 2025 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, gaun merah maroon yang dipadukan dengan motif biru-putih dan aksesori seperti topi lebar serta selempang, memunculkan nuansa aristokrat bergaya kolonial yang dipadukan secara apik dengan nuansa lokal. Busana ini tampil sebagai representasi gaya avant-garde yang berpijak pada akar budaya.
Tak ketinggalan, karya berwarna gading dengan siluet bahu menyerupai mahkota keraton tampil mencolok. Dengan bordiran emas dan kain tradisional bernuansa sawo matang, busana ini menyuarakan harmoni antara kekuatan desain modern dan keanggunan masa lalu.
Koleksi abu-abu keperakan dengan potongan tunik panjang dan celana lebar juga menambah variasi dalam peragaan. Desain ini tampil minimalis namun tetap kuat, berkat sentuhan bordir khas Depok yang menjaga nilai tradisional tetap hidup.
Nuansa romantik hadir lewat gaun moka dengan aksen renda dan lengan balon, dihiasi motif bunga dan potongan flowy yang menjadikannya simbol keanggunan feminin.
Baca Juga: Paula Verhoeven Curi Perhatian di IFW 2025, Debut sebagai Desainer
Sembilan desainer dan jenama lokal yang terlibat adalah Adjiwani, Almamarina, Dots Indonesia, FAD, Randya, Handmade, Cita Batik, DYRIE, Eat.do, dan Suroso Batik.
Tak ketinggalan, karya berwarna gading dengan siluet bahu menyerupai mahkota keraton tampil mencolok. Dengan bordiran emas dan kain tradisional bernuansa sawo matang, busana ini menyuarakan harmoni antara kekuatan desain modern dan keanggunan masa lalu.
Koleksi abu-abu keperakan dengan potongan tunik panjang dan celana lebar juga menambah variasi dalam peragaan. Desain ini tampil minimalis namun tetap kuat, berkat sentuhan bordir khas Depok yang menjaga nilai tradisional tetap hidup.
Nuansa romantik hadir lewat gaun moka dengan aksen renda dan lengan balon, dihiasi motif bunga dan potongan flowy yang menjadikannya simbol keanggunan feminin.
Baca Juga: Paula Verhoeven Curi Perhatian di IFW 2025, Debut sebagai Desainer
Sembilan desainer dan jenama lokal yang terlibat adalah Adjiwani, Almamarina, Dots Indonesia, FAD, Randya, Handmade, Cita Batik, DYRIE, Eat.do, dan Suroso Batik.
Lihat Juga :