Keputusan Pangeran Harry Ganti Nama Jadi Spencer Picu Kontroversi, Disebut Lebih Buruk dari Perceraian

Selasa, 03 Juni 2025 - 08:20 WIB
loading...
Keputusan Pangeran Harry...
Pangeran Harry kembali memicu kontroversi publik dan Istana Inggris setelah beredar kabar ia mempertimbangkan untuk mengganti nama belakangnya menjadi Spencer. Foto/Atletihad Newspaper
A A A
INGGRIS - Pangeran Harry kembali memicu kontroversi publik dan Istana Inggris setelah beredar kabar bahwa ia tengah mempertimbangkan untuk mengganti nama belakangnya menjadi Spencer, nama keluarga mendiang ibunya, Putri Diana. Langkah ini dianggap sebagai simbol penolakan terhadap nama keluarga kerajaan, Windsor, yang telah melekat padanya sejak lahir.

Menurut laporan media Inggris, keputusan mengejutkan ini muncul setelah Pangeran Harry dikabarkan mendiskusikan hal tersebut dengan pamannya, Earl Charles Spencer, saat kunjungannya ke Inggris beberapa waktu lalu. Wacana pergantian nama ini pun langsung memicu gelombang kritik dari para pengamat kerajaan dan publik.

Jurnalis sekaligus presenter GB News, Anne Diamond, tidak menahan kritiknya terhadap rencana tersebut. Ia menyebut langkah suami Meghan Markle itu seperti bentuk perceraian simbolis dari keluarganya sendiri.

"Ini bahkan lebih buruk dari menyatakan perceraian. Dengan memilih nama Spencer, Harry seolah mengatakan kepada ayahnya, 'Aku tak ingin lagi membawa namamu'," kata Diamond dengan nada tegas dilansir dari Geo TV, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: 3 Alasan Pangeran Harry Sulit Kembali Jadi Anggota Kerajaan Inggris

Keputusan Pangeran Harry Ganti Nama Jadi Spencer Picu Kontroversi, Disebut Lebih Buruk dari Perceraian

Foto/People

Pakar kerajaan Richard Fitzwilliams juga menilai rencana adik Pangeran William ini sebagai refleksi dari semakin dalamnya jurang perpecahan antara Harry dan keluarganya di Inggris.

"Langkah ini hanya mempertegas bahwa Harry dan Meghan telah menjauhkan diri dari nilai-nilai keluarga kerajaan. Setelah semua drama Oprah, tuduhan-tuduhan yang tak berdasar, dan konflik internal, kini wacana pergantian nama ini menjadi babak baru yang memprihatinkan," katanya.

Fitzwilliams juga kembali menyinggung pernyataan Meghan Markle di wawancara Oprah Winfrey. Di mana ia menyebut bahwa anak mereka, Archie, tidak diberi gelar pangeran karena alasan rasial.

"Itu jelas tidak benar. Ketika raja naik takhta, cucu-cucunya, termasuk Archie dan Lilibet, otomatis memenuhi syarat untuk mendapat gelar HRH. Mereka punya pilihan, tapi tampaknya keputusan yang diambil tidak melalui pertimbangan matang," jelasnya.

Baca Juga: Kelewatan! Pangeran Harry Sebut Tak Tahu Berapa Lama Lagi Raja Charles III Akan Hidup

Keputusan untuk meninggalkan nama keluarga kerajaan tentu memiliki makna yang sangat besar secara simbolik. Nama Windsor bukan hanya sekadar nama keluarga, tetapi juga merupakan representasi dari sejarah panjang monarki Inggris.

Jika benar pangeran 40 tahun itu memilih menggunakan nama Spencer, ini akan menjadi sinyal paling jelas bahwa ia ingin benar-benar melepaskan diri dari identitas kerajaan dan lebih mengasosiasikan dirinya dengan peninggalan Diana.

Sampai saat ini, pihak istana belum memberikan tanggapan resmi atas kabar tersebut. Namun, perdebatan di publik terus memanas, mempertanyakan apakah langkah ini benar-benar demi kehormatan ibunya, atau justru bentuk lain dari perlawanan terhadap institusi kerajaan yang selama ini menjadi sorotan utama Harry dan Meghan.

Baca Juga: Pangeran Harry-Meghan Markle Akan Dihapus dari Sejarah Kerajaan saat Raja Charles III Meninggal
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Archie dan Lilibet ke...
Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rekomendasi
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Berita Terkini
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Dituding Langgar Hak...
Dituding Langgar Hak Cipta, Syahravi Resmi Laporkan Fariz RM ke Polda Metro Jaya
Infografis
B61-12 akan jadi Senjata...
B61-12 akan jadi Senjata NATO, Lebih Dahsyat dari Bom Hiroshima
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved